Komitmen Slovakia Ingin Perkuat Kemitraan Strategis dengan Indonesia

- Slovakia ingin memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia setelah 16 tahun tidak ada kunjungan tingkat menteri dari Slovakia ke Jakarta.
- Fokus pada Indo-Pasifik, ASEAN, dan pendidikan sebagai tujuan kunjungan Menteri Luar Negeri Slovakia ke Indonesia.
- Terbuka luas untuk kerja sama di bidang energi nuklir dan investasi antara kedua negara.
Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Slovakia Juraj Blanár menyatakan kesiapan negaranya untuk memasuki era baru kerja sama dengan Indonesia, setelah 16 tahun tidak ada kunjungan tingkat menteri dari Slovakia ke Jakarta. Ia menilai, suasana hubungan kedua negara saat ini sangat konstruktif dan positif.
Blanár menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan bilateral perdananya dengan Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Ia menekankan, hubungan Indonesia dan Slovakia memiliki fondasi historis yang panjang, yang berakar sejak 75 tahun lalu ketika hubungan diplomatik masih terjalin dengan Cekoslowakia.
Menurut Blanár, kerja sama Indonesia dan Slovakia perlu diperkuat baik di tingkat bilateral maupun multilateral, terutama di tengah meningkatnya konflik global dan melemahnya kepatuhan terhadap hukum internasional.
Ia menyebut, Indonesia sebagai mitra kunci Slovakia di kawasan Indo-Pasifik dan ASEAN, sekaligus negara yang memiliki kesamaan nilai dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan kerja sama internasional.
1. Hubungan dan komitmen perdamaian

Menlu Slovakia menegaskan, negaranya memandang hubungan dengan Indonesia sebagai hubungan strategis yang telah terjalin selama puluhan tahun. Ia mengingatkan, Slovakia merupakan negara penerus Cekoslowakia yang lebih dulu menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia.
“Kami menjalin hubungan ini 75 tahun yang lalu sebagai Cekoslowakia, dan Slovakia sebagai negara penerus ingin terus memperkuat kerja sama ini,” ujar Blanár, di Gedung Pancasila, Jakarta.
Ia menyoroti situasi global saat ini yang ditandai dengan meningkatnya konflik dan perang, bahkan disebut sebagai yang terbanyak sejak Perang Dunia Kedua. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan erosi serius terhadap hukum internasional.
“Senjata terkuat yang kita miliki adalah hukum internasional,” kata Blanár. Ia menambahkan, Slovakia memegang prinsip perdamaian adalah fondasi utama bagi segala aspek kehidupan bernegara.
Blanár menyebut nilai tersebut sejalan dengan pandangan Indonesia. “Kami memiliki nilai yang sama dan aspirasi yang sama terhadap perdamaian dan stabilitas,” ujarnya.
2. Fokus pada Indo-Pasifik, ASEAN, dan pendidikan

Dalam pertemuan tersebut, Blanár menyatakan kunjungannya ke Indonesia bertujuan memperkuat kerja sama politik dan ekonomi, serta memperdalam keterlibatan Slovakia di kawasan ASEAN, di mana Indonesia memiliki peran sentral.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap aspirasi Slovakia untuk bergabung dengan Treaty of Amity and Cooperation (TAC) ASEAN. “Kami ingin lebih terlibat di kawasan ini dan berkontribusi dari sisi kami,” katanya.
Blanár mengungkapkan, kawasan Indo-Pasifik telah menjadi fokus utama kebijakan luar negeri Slovakia. Pemerintah Slovakia, menurutnya, secara eksplisit memasukkan Indo-Pasifik sebagai prioritas dalam manifesto pemerintahan.
Di bidang kerja sama konkret, Blanár menekankan pentingnya pertukaran pelajar sebagai langkah awal. “Kita harus mulai dari pertukaran mahasiswa, karena semuanya dimulai dari pendidikan,” ujarnya.
Ia menyebut, Slovakia memiliki pengalaman kuat di bidang teknik, infrastruktur, energi listrik, pengelolaan air dan limbah, yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia.
3. Kerja sama energi nuklir terbuka luas

Blanár juga membuka peluang kerja sama di bidang energi nuklir. Ia mengatakan, Slovakia memiliki pengalaman lebih dari 60 tahun dalam pembangunan, pengoperasian, hingga penanganan kecelakaan dan dekomisioning pembangkit listrik tenaga nuklir.
“Kami mengetahui Indonesia akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir pertamanya, dan kami dapat menawarkan keahlian kami di bidang ini,” ujarnya. Ia juga menyebut rencana Slovakia untuk menjadi pusat pendidikan ilmu nuklir.
Selain itu, kedua negara membahas peluang investasi, termasuk pemanfaatan dana investasi Indonesia. Blanár menyebut kesepakatan untuk memfokuskan kerja sama pada tiga atau empat prioritas agar lebih efektif dan mudah diimplementasikan.
Ia memastikan kesiapan Slovakia untuk menggelar pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Ekonomi, dengan pertemuan keenam direncanakan berlangsung di Slovakia.
Dalam konteks pertahanan, Blanár menyatakan bahwa perjanjian kerja sama pertahanan telah berada dalam proses ratifikasi. “Ada ruang yang luas untuk kerja sama di masa depan,” katanya.
Ia juga menyampaikan harapan agar kemitraan strategis Indonesia–Slovakia dapat difinalisasi dan ditandatangani saat kunjungan Presiden RI ke Slovakia. “Ini akan menjadi bukti nyata penguatan kerja sama kita,” ujarnya.
Blanár turut menyinggung sektor pariwisata, menyebut Indonesia, khususnya Bali, sebagai destinasi favorit wisatawan Slovakia. Ia mengungkapkan kebahagiaannya dapat membuka Konsulat Kehormatan Slovakia di Bali selama kunjungan ini.
Menutup pernyataannya, Blanár menegaskan komitmen Slovakia sebagai anggota Uni Eropa untuk mendukung inisiatif kerja sama Indonesia dengan UE. “Saya yakin hari ini kita benar-benar dapat memulai era baru kerja sama antara Indonesia dan Republik Slovakia,” ujarnya.

















