Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kuba Bantah Tuduhan AS soal Tampung Militer dan Intelijen Asing

suasana di Havana, Kuba
suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/dmrschmidt)
Intinya sih...
  • Kuba menolak tuduhan AS soal keberadaan militer dan intelijen asing di negaranya.
  • Kuba bersedia bekerja sama dengan AS untuk melawan terorisme dan mendukung keamanan internasional.
  • Presiden AS, Donald Trump, akan bernegosiasi dengan pemimpin Kuba untuk mencapai persetujuan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kuba membantah tuduhan dari Amerika Serikat (AS) terkait adanya personel militer dan intelijen asing di negaranya. Havana menolak tuduhan tersebut dijadikan alasan untuk memblokade negaranya. 

“Kuba bukanlah ancaman bagi AS. Kuba juga tidak pernah mendukung aktivitas buruk kepada AS ataupun membiayai kelompok teroris dan ekstremis,” terangnya, dikutip dari EFE, Senin (2/2/2026). 

Sebelumnya, Kuba mengecam AS terkait penetapan tarif bea masuk kepada negara yang mengekspor ke negaranya. Langkah ini disebut sebagai dukungan genosida kepada rakyat Kuba. 

1. Kuba mau bekerja sama dengan AS untuk lawan terorisme

ilustrasi Kuba (pexels.com/Yuting Gao)
ilustrasi Kuba (pexels.com/Yuting Gao)

Kuba mengungkapkan bahwa negaranya menolak segala bentuk terorisme. Havana mengaku akan terus berkomitmen untuk bekerja sama dengan AS atau negara lain untuk melawan terorisme dan mendukung keamanan internasional. 

“Negara kami mempertahankan kebijakan toleransi nol kepada pendanaan terorisme dan pencucian uang. Kami juga berkomitmen dalam mencegah, mendeteksi, dan melawan aktivitas ilegal sesuai standar internasional,” tuturnya, dikutip dari Granma.

Kuba menyerukan bahwa negaranya bersedia mempererat hubungan dengan AS dalam melawan ancaman transnasional. Namun, dengan syarat tetap mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaannya. 

2. Hubungan dengan individu pelaku terorisme hanya sebatas urusan kemanusiaan

Bendera Kuba (pexels.com/Matthias Oben)
Bendera Kuba (pexels.com/Matthias Oben)

Kuba menyebut, hubungan terakhir negaranya dengan orang yang masuk daftar teroris di AS hanya sebatas kemanusiaan. Relasi ini terkait permintaan untuk mendukung proses perdamaian. 

Havana menyatakan bahwa rakyat Kuba dan Amerika akan diuntungkan dari kerja sama konstruktif. Selain itu, Kuba bersedia memperbarui kerja sama teknis dengan AS untuk melawan terorisme, seperti penyelundupan narkoba, manusia, keamanan siber, dan lainnya. 

3. Trump pastikan akan bernegosiasi dengan pemimpin Kuba

Bendera Kuba. (Unsplash.com/Jeremy Zero)
Bendera Kuba. (Unsplash.com/Jeremy Zero)

Presiden AS, Donald Trump mengatakan akan bernegosiasi dengan pemimpin Kuba untuk mencapai persetujuan. Pernyataan ini diungkapkan setelah penetapan tarif kepada negara yang mengirimkan minyak ke Kuba. 

“Kuba adalah negara yang mengalami penurunan sejak lama. Namun, sekarang mereka tidak memiliki Venezuela untuk tetap bertahan. Maka, kami akan berbicara dengan rakyat Kuba dan pemimpinnya dan kita lihat apa yang akan terjadi,” tuturnya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Fenomena Baru, Jepang Disapu Badai Salju Parah yang Tewaskan 30 Orang

03 Feb 2026, 22:34 WIBNews