Respons Mendikdasmen Siswa SD Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku

- Siswa SD bunuh diri karena tak mampu beli buku dan alat tulis
- Menteri Mendikdasmen akan menyelidiki peristiwa tersebut
- Pemerintah akan memperkuat data masyarakat miskin untuk penyaluran bantuan yang tepat sasaran
Jakarta, IDN Times - Seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) nekat mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis untuk kebutuhan sekolahnya. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan akan menyelidiki peristiwa tersebut.
"Nanti coba kita selidiki ya. Saya belum tahu informasinya," ujar Mu'ti di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Sementara Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, prihatin atas peristiwa tersebut.
"Ya, tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka, ya. Yang kedua, tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama," kata Gus Ipul.
Gus Ipul menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat data masyarakat miskin. Sehingga penyaluran bantuan akan tepat sasaran.
"Kita harus memperkuat data kita, dan kita harapkan tidak ada yang tidak terdata. Ini hal yang sangat penting saya kira, kembali kepada data. Bagaimana data ini kita sajikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi, dan memerlukan pemberdayaan," ucap dia.
Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.
Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. RS jiwa tersebut ialah:
RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444
NGO Indonesia pencegahan bunuh diri:
Jangan Bunuh diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Kementrian Kesehatan Indonesia || telp: (021) 500454


















