AS Peringatkan Tidak Akan Biarkan Pemerintah Bolivia Digulingkan

- AS menegaskan dukungan penuh kepada Presiden Bolivia Rodrigo Paz dan menolak upaya penggulingan pemerintah yang sah secara konstitusi di tengah demonstrasi besar-besaran.
- Wakil Menhan AS menyebut demonstrasi di Bolivia sebagai upaya kudeta yang didorong kelompok kriminal dan aliansi politik, serta mengapresiasi dukungan Argentina terhadap pemerintahan Paz.
- Ibu kota La Paz dikepung massa dari berbagai kelompok seperti pekerja, petani, dan penambang yang menuntut kenaikan gaji, suplai bensin, serta akses tambang baru.
Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio menyatakan dukungan kepada Presiden Bolivia, Rodrigo Paz. Pernyataan itu diucapkan di tengah demonstrasi besar mendesak Paz mundur dari jabatannya.
“AS mendukung penuh pemerintahan Bolivia yang sah secara konstitusi. Kami tidak akan membiarkan kriminal dan penyelundup narkoba menggulingkan pemerintahan yang terpilih secara demokratik,” tuturnya, dikutip dari EFE, Kamis (21/5/2026).
Dalam 2 pekan terakhir, Bolivia sudah dilanda demonstrasi besar-besaran. Demonstran sudah memblokir jalan utama menuju ke ibu kota La Paz dan El Alto.
1. AS tuding ada rencana kudeta di Bolivia

Wakil Menteri Pertahanan AS, Christopher Landau mengungkapkan bahwa demonstrasi di Bolivia menunjukkan adanya upaya kudeta. Menurutnya, tindakan ini didorong dan dibiayai oleh organisasi kriminal dan aliansi politik.
“Ini adalah upaya kudeta yang sedang berjalan di Bolivia. Ini adalah kudeta yang dibiayai oleh aliansi politik dan kelompok kriminal terorganisir di kawasan,” ungkapnya.
Landau mengkhawatirkan situasi di Bolivia saat ini. Ia menyebut bahwa Presiden Paz sudah terpilih secara sah dan demokratis bahkan Paz belum resmi setahun menjabat.
2. Mengapresiasi sikap dari Argentina untuk membantu Bolivia

Landau menambahkan, situasi di Bolivia tentu akan berdampak buruk bagi seluruh Benua Amerika. Ia mengapresiasi sikap negara demokrasi Amerika Latin lainnya, seperti Argentina yang mendukung pemerintah Bolivia.
Wakil Menhan AS itu menyebut ingin melihat negara-negara Amerika Latin, seperti Brasil dan Kolombia untuk mendukung Bolivia. Ia menyebut tidak suka dengan negara yang mendukung demokrasi, tapi tetap diam karena preferensi politiknya.
3. Ibu kota Bolivia sudah dikepung massa

Beberapa hari terakhir, Bolivia sudah mengalami krisis yang semakin dalam imbas demonstrasi besar-besaran. Ibu kota La Paz sudah dikepung dan memberikan tekanan besar bagi Presiden Paz yang baru 6 bulan menjabat.
Dilansir NPR, Demonstrasi ini sudah dilakukan oleh sejumlah pihak, seperti persatuan pekerja, petani, dan penambang. Persatuan Pekerja Bolivia (COB) dan guru mendesak pemerintah untuk meningkatkan gaji, petani mendesak suplai bensin, dan penambang mendesak akses area tambang lainnya.
















