Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Krisis Energi, PM India Minta Warganya Irit BBM

Krisis Energi, PM India Minta Warganya Irit BBM
potret Perdana Menteri India, Narendra Modi (commons.wikimedia.org/Prime Minister's Office)
Intinya Sih
  • Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyerukan penghematan BBM karena pasokan minyak nasional menipis akibat perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu krisis energi.
  • Modi mengimbau warga untuk kembali bekerja dari rumah serta meningkatkan penggunaan transportasi umum dan kendaraan listrik guna menekan konsumsi BBM nasional.
  • India sangat bergantung pada impor minyak dari Rusia, Irak, Arab Saudi, dan UEA, namun pasokannya terganggu akibat blokade Selat Hormuz oleh Iran dan AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri India, Narendra Modi, meminta seluruh warganya untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Hal ini karena pasokan minyak nasional kian menipis imbas krisis energi yang disebabkan perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Krisis energi ini juga membuat harga BBM di India meroket. 

“Bensin dan solar telah menjadi sangat mahal di seluruh dunia. Ini merupakan tanggung jawab kita semua untuk menghemat devisa yang dikeluarkan untuk membeli bensin dan solar dengan cara menghemat penggunaan bensin dan solar,” ujar Modi pada Minggu (10/5/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.

1. Modi minta warga India untuk WFH

Seseorang sedang bekerja dari rumah.
ilustrasi kerja dari rumah (WFH) (pexels.com/Vlada Karpovich)

Untuk menghemat BBM, Modi mengajak seluruh warganya untuk bekerja dari rumah (WFH). Sebab, langkah ini dinilai bisa menekan konsumsi BBM secara signifikan. Menurut Modi, warga India juga bersedia bekerja secara WFH karena sudah pernah mengalaminya saat Pandemik COVID-19 pada 2020 lalu.   

“Selama masa pandemi Corona, kami menerapkan sistem kerja dari rumah, rapat daring, konferensi video, dan mengembangkan banyak sistem serupa. Kami juga sudah terbiasa dengan mereka. Saat ini, yang dibutuhkan adalah memulai kembali praktik-praktik tersebut karena hal itu akan sesuai dengan kepentingan nasional dan kita harus sekali lagi memprioritaskannya,” jelas Modi dilansir Times of India.

2. Modi juga minta warga India pakai transportasi umum dan kendaraan listrik

Bus sedang berjalan.
ilustrasi transportasi publik (pexels.com/SHOX ART)

Lebih lanjut, Modi juga meminta seluruh warga India meningkatkan penggunaan transportasi umum untuk pergi bekerja. Selain itu, ia juga menyarankan warga India menggunakan kendaraan elektrik untuk melakukan mobilitas lain. 

Modi menilai, semua cara tadi juga bisa menekan konsumsi BBM nasional secara signifikan. Dengan begitu, harga BBM bisa menurun dan persediaan nasional tidak semakin tipis. Jika harga BBM kian naik, maka aktivitas warga tentu akan terganggu sehingga perekonomian bisa ikut terdampak. 

3. India bergantung kepada impor minyak dari luar negeri

Kapal tanker minyak.
ilustrasi kapal tanker minyak (unsplash.com/Scott Tobin)

Sebagai informasi, India merupakan salah satu dari sekian banyak negara di dunia yang kekurangan pasokan minyak imbas perang Iran. Sebab, perang ini membuat Iran dan AS memblokade Selat Hormuz sehingga pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global, termasuk ke India, terhambat. 

India sendiri memang bergantung pada impor minyak luar negeri untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Berdasarkan data dari Visual Capitalist, negara berjuluk Negeri Anak Benua ini biasanya mengimpor minyak dari Rusia, Irak, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA). Saat ini, semua pasokan minyak dari negara-negara itu terganggu karena blokade Selat Hormuz oleh Iran dan AS. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More