Norwegia Tangkap Tiga Bersaudara Terkait Ledakan di Kedubes AS

- Tiga bersaudara warga Norwegia keturunan Irak ditangkap atas dugaan serangan bom di Kedubes AS Oslo, menggunakan alat peledak improvisasi dengan niat membunuh atau melukai serius.
- Ledakan terjadi di pintu masuk bagian konsuler tanpa korban jiwa, sementara video bernuansa politik terkait Iran muncul dan kini diselidiki terpisah oleh kepolisian Norwegia.
- Penyidik masih menelusuri motif serta kemungkinan keterlibatan aktor negara asing, di tengah meningkatnya ketegangan Eropa akibat konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Jakarta, IDN Times - Kepolisian Norwegia mengatakan telah menangkap tiga bersaudara yang diduga melakukan serangan bom di kantor kedutaan Amerika Serikat (AS) di Oslo pada Minggu (8/3/2026).
Para pria tersebut, yang tidak disebutkan namanya, merupakan warga Norwegia keturunan Irak yang berusia 20-an. Mereka ditahan di ibu kota Norwegia pada Rabu (11/3/2026) sore. Tidak ada satu pun dari ketiganya yang pernah menjadi perhatian polisi sebelumnya.
Menteri Kehakiman Norwegia, Astri Aas-Hansen, menyambut baik penangkapan tersebut dan menggambarkannya sebagai sebuah terobosan, dilansir dari Al Jazeera.
1. Para tersangka diduga berniat membunuh atau menyebabkan cedera serius

Ledakan terjadi di pintu masuk bagian konsuler kedutaan pada Minggu dini hari tanpa menimbulkan korban. Saksi mata menuturkan bahwa jalanan dipenuhi asap tebal setelah ledakan tersebut. Seorang pejabat AS mengatakan alat peledak itu disembunyikan di dalam sebuah ransel.
Dalam konferensi pers, pengacara polisi Norwegia, Christian Hatlo, mengatakan bahwa ketiga bersaudara tersebut diduga sengaja menargetkan kantor kedutaan dengan alat peledak improvisasi (IED) yang kuat dengan niat membunuh atau menyebabkan cedera serius. Penyidik meyakini bahwa salah satu dari mereka menanam bom, sementara dua lainnya memainkan peran pendukung dalam rencana tersebut.
2. Iran bantah terlibat dalam serangan tersebut

Sebuah video yang diunggah ke halaman kedutaan AS tersebut di Google Maps sekitar waktu ledakan menampilkan mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang terbunuh dalam serangan AS-Israel di Teheran akhir bulan lalu.
Menurut lembaga penyiaran publik Norwegia NRK, orang yang mengunggah video itu menulis "Tuhan Maha Besar. Kita akan menang" dalam bahasa Farsi. Polisi telah membuka penyelidikan terpisah terkait video tersebut, yang kini telah dihapus.
Duta besar Iran untuk Norwegia, Alireza Jahangiri, membantah keterlibatan negaranya dalam ledakan itu. Dalam wawancaranya dengan surat kabar lokal pada Selasa (10/3/2026), ia mengatakan tidak menerima Iran disorot secara khusus atas insiden tersebut.
3. Polisi selidiki kemungkinan keterlibatan aktor negara asing

Polisi masih menyelidiki beberapa teori mengenai motif serangan tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan aktor negara asing.
“Yang paling penting adalah meminta mereka (para tersangka) diinterogasi, lalu kita lihat apa yang terjadi,” kata Hatlo.
Dilansir CBS News, badan keamanan Norwegia PST telah memperingatkan bahwa Iran, yang dianggap sebagai salah satu ancaman utama bagi Norwegia, dapat menggunakan jaringan kriminal sebagai aktor proksi untuk melakukan tindakan semacam itu.
Serangan di kedutaan AS di Oslo terjadi ketika negara-negara Eropa berada dalam kewaspadaan tinggi menyusul serangkaian insiden terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Perang ini pecah setelah pasukan AS dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan rudal dan drone ke Israel dan negara-negara di Timur Tengah yang menampung aset militer AS.


















