Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemuda Palestina Tewas Ditembak Pemukim Israel di Tepi Barat

ilustrasi serangan penembakan
ilustrasi serangan penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)
Intinya sih...
  • Pemukim Israel serang komunitas Palestina dengan pengawalan tentara Israel
  • Serangan para pemukim turut didukung oleh pejabat sayap kanan Israel
  • Lebih dari 1.000 warga Palestina di Tepi Barat tewas dan 10 ribu lainnya terpaksa mengungsi sejak 2023
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seorang pemuda Palestina tewas dan empat orang lainnya terluka ketika sekelompok pemukim Israel, yang didukung tentara, melepaskan tembakan di desa Mukhmas di timur laut Yerusalem Timur, Tepi Barat yang diduduki. Insiden ini terjadi pada Rabu (18/2/2026) malam.

Pemuda tersebut diidentifikasi sebagai Nasrallah Abu Siyam, berusia 19 tahun. Kantor berita WAFA melaporkan bahwa kematiannya menandai pembunuhan pertama warga Palestina akibat tembakan pemukim Israel sepanjang 2026. Dalam serangan itu, pemukim Israel juga disebut mencuri puluhan domba milik warga setempat.

1. Pemukim Israel serang komunitas Palestina dengan pengawalan tentara Israel

pasukan Israel
pasukan Israel (commons.wikimedia.org/IDF Spokesperson's Unit)

Laporan menyebutkan bahwa Mukhmas dan komunitas Badui di sekitarnya, Khallat al-Sidra, telah berulang kali menjadi sasaran serangan pemukim Israel, yang kerap terjadi dengan perlindungan atau kehadiran pasukan Israel.

Mu’ayyad Sha’ban, kepala Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Otoritas Palestina, menyerukan perlindungan internasional bagi komunitas Palestina. Ia mengatakan bahwa serangan terhadap kota-kota dan desa-desa Palestina merupakan eskalasi berbahaya dalam terorisme sistematis, dan mencerminkan kemitraan penuh antara pemukim dan pasukan Israel.

Ia menambahkan bahwa sejak Oktober 2023, para pemukim telah membunuh sedikitnya 37 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Meski demikian, meningkatnya kekerasan tidak menghalangi warga Palestina untuk mempertahankan tanah mereka, dikutip dari Al Jazeera.

2. Serangan para pemukim turut didukung oleh pejabat sayap kanan Israel

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir (DedaSasha, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Dalam pernyataannya, pemerintah provinsi Yerusalem menyebut pembunuhan terhadap pemuda tersebut sebagai kejahatan yang sepenuhnya terorganisasi, yang dilakukan pemukim Israel di bawah perlindungan dan pengawasan pasukan pendudukan.

Pihaknya mengatakan bahwa serangan itu merupakan bagian dari lonjakan kekerasan oleh para pemukim di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur. Gelombang serangan tersebut ditandai dengan maraknya penggunaan amunisi tajam, penembakan langsung terhadap warga Palestina, pembakaran rumah-rumah warga, perusakan kendaraan dan properti, serta perampasan lahan.

Pemerintah provinsi itu menambahkan bahwa kekerasan bersenjata oleh para pemukim didukung oleh sejumlah tokoh penting di pemerintahan Israel, terutama menteri sayap kanan Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich.

3. Lebih dari 1.000 warga Palestina di Tepi Barat tewas dan 10 ribu lainnya terpaksa mengungsi sejak 2023

bendera Palestina
bendera Palestina (unsplash.com/Ömer Yıldız)

Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), lebih dari 1.000 warga Palestina tewas dibunuh oleh pasukan maupun pemukim Israel di Tepi Barat sejak 2023, dan lebih dari 10 ribu warga terpaksa mengungsi.

Awal pekan ini, pemerintah Israel menyetujui rencana untuk menetapkan sebagian besar wilayah Tepi Barat yang diduduki sebagai properti negara. Warga Palestina memperingatkan bahwa langkah tersebut membuka jalan bagi aneksasi resmi Tepi Barat, yang menurut mereka akan mengakhiri prospek berdirinya negara Palestina sebagaimana diamanatkan dalam resolusi PBB.

Lebih dari 80 negara anggota PBB turut mengecam rencana Israel tersebut. Mereka menyatakan bahwa tindakan itu melanggar hukum internasional serta melemahkan upaya perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, dilansir dari Anadolu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More

Respons UU KPK Balik ke Versi Lama, PDIP: Bukan karena Selera Kekuasaan

19 Feb 2026, 15:38 WIBNews