PM Lebanon Janji Bakal Akhiri Serangan Israel ke Negaranya

- Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, berjanji menghentikan serangan Israel dan menegaskan komitmen pemerintah untuk menarik pasukan Israel serta memulangkan seluruh tahanan Lebanon.
- Israel meningkatkan serangan ke Lebanon sejak awal Maret 2026 dengan alasan membasmi Hizbullah, dan aksi ini makin intens setelah Lebanon tidak dilibatkan dalam gencatan senjata regional.
- Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi, sementara PBB mengecam tindakan tersebut karena menghambat perdamaian Timur Tengah.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, berjanji bakal mengakhiri serangan Israel yang dilakukan terhadap negaranya. Pernyataan itu ia sampaikan kepada awak media pada Minggu (12/4/2026).
"Pemerintah kami akan berupaya mengakhiri perang ini, mengamankan penarikan Israel dari seluruh wilayah kami, dan mengamankan kembalinya semua tahanan kami," kata Salam, seperti dilansir Anadolu Agency.
1. Salam berjanji akan mempertahankan wilayah selatan Lebanon

Sebagai perdana menteri, Salam juga berjanji akan menjaga kedaulatan wilayah Lebanon dari ancaman Israel, terutama wilayah Lebanon selatan. Sebab, Israel berencana mengambil alih Lebanon selatan agar bisa dijadikan wilayah penyangga (buffer zone) untuk bertahan dari serangan Iran.
“Wilayah selatan tidak akan ditinggalkan lagi untuk menghadapi ketakutan, kehancuran, dan kecemasan tentang masa depannya. Perlindungannya, seperti perlindungan seluruh Lebanon, hanya dapat dicapai melalui negara yang tunggal, kuat, dan adil,” lanjut Salam dalam pernyataannya.
2. Serangan Israel ke Lebanon kian intens

Israel sendiri mulai menyerang Lebanon sejak 2 Maret 2026. Serangan ini dilakukan karena Israel ingin membasmi Hizbullah yang sudah membantu Iran berperang melawan Israel dan Amerika Serikat. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji akan terus menyerang Lebanon sampai ia berhasil membasmi Hizbullah. Namun, pada Sabtu (11/4/2026) lalu, ia mengatakan akan berhenti menyerang Lebanon jika Hizbullah mau melucuti senjata mereka.
Belakangan ini, serangan Israel ke Lebanon makin intens. Sebab, Lebanon tidak dilibatkan dalam gencatan senjata dua pekan antara AS, Iran, dan Israel yang sudah disepakati pada 7 April. Akhirnya, ini menjadi legitimasi bagi Israel untuk terus menyerang Lebanon. Terbaru, Israel menyerang Lebanon pada 8 April pekan lalu. Menurut otoritas pertahanan sipil Lebanon, serangan tersebut menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai 1.165 lainnya.
3. Serangan Israel di Lebanon sudah menewaskan lebih dari 2.000 orang

Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 2.055 orang. Sementara itu, hampir 6.600 orang lainnya mengalami luka-luka. Di sisi lain, lebih dari 1,2 juta orang di Lebanon juga terpaksa mengungsi ke tempat aman untuk menghindari serangan Israel.
Serangan Israel ke Lebanon ini sudah dikecam oleh banyak pihak, terutama oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB menilai serangan tersebut mengganggu upaya perdamaian di Kawasan Timur Tengah dan gencatan senjata antara AS dan Iran.
Sejak awal Maret lalu, Lebanon sebetulnya sudah berupaya melobi Israel agar serangan bisa berakhir. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga saat ini. Sebab, Israel masih ingin menyerang Lebanon sampai Hizbullah benar-benar kalah.
















