Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polandia Peringatkan Ancaman Ultranasionalisme di Ukraina

Polandia Peringatkan Ancaman Ultranasionalisme di Ukraina
ilustrasi bendera Polandia (unsplash.com/egorkomarov)
  • Polandia mengecam penghormatan Ukraina terhadap tokoh UPA, menyebutnya berisiko memicu ultranasionalisme dan merusak hubungan bilateral serta relasi Ukraina dengan Eropa.
  • Warsawa menolak pemuliaan Stepan Bandera dan Roman Shukhevych karena mengaitkan pemimpin UPA dengan pembunuhan massal warga Polandia di Volhynia.
  • Meski hubungan tegang, Perdana Menteri Donald Tusk tetap mendukung Ukraina melawan Rusia, sementara Zelenskyy menegaskan Ukraina berhak menentukan pahlawan nasionalnya sendiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Polandia mengecam penghormatan Ukraina kepada tokoh Tentara Insurgensi Ukraina (UPA) pada Senin (24/8/2026). Warsawa memperingatkan Kiev akan konsekuensi timbulnya ultranasionalisme di Ukraina. 

“Bentuk nasionalisme yang sehat kadang masih diterima, tapi di Ukraina kami melihat bahwa ini adalah chauvinisme, sebuah ideologi yang dekat dengan Nazisme,” tutur Penasehat Kepresidenan Polandia, Marcin Przydacz, dikutip dari DPA International

Beberapa bulan terakhir, hubungan Ukraina dan Polandia terus merenggang. Retaknya hubungan kedua negara disebabkan rencana Ukraina menamai salah satu unit tentara dengan nama Pahlawan UPA. 

  1. 1. Tolak penghormatan kepada Bandera dan Shukhevych

    ilustrasi bendera Ukraina
    ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/madara_p)

    Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Polandia, Marcin Bosacki mengatakan bahwa penghormatan kepada tokoh kontroversial tidak bisa dibenarkan. Sebab, Pemimpin UPA diketahui sudah melakukan pembunuhan massal kepada warga Polandia di Volhynia. 

    “Setiap negara memang punya hak menentukan pahlawan yang dirasa pantas. Namun, jika individu tersebut bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan, maka itu akan merusak hubungan Ukraina dengan Polandia, serta dengan Eropa secara umum,” ungkapnya, dikutip dari Notes from Poland.

    Tokoh UPA yang dimaksud adalah Stepan Bandera yang dikenal sebagai pemimpin faksi Organisasi Nasionalis Ukraina (OUN-B), cikal bakal dari UPA. Selain itu, Roman Shukhevych yang dikenal sebagai pemimpin UPA. 

  2. 2. Polandia tetap dukung Ukraina

    Bendera Polandia.
    ilustrasi bendera Polandia (unsplash.com/jadziaphotographs)

    Pada saat yang sama, Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk mengungkapkan dukungan kepada Ukraina di tengah perayaan Hari Kemerdekaan ke-35. Ia menyebut, Warsawa akan terus mendukung rakyat Ukraina yang berjuang dari serangan Rusia. 

    Dilansir TVP World, Tusk mengaku bahwa Polandia bersimpati kepada Ukraina karena tahu betul bagaimana membayar harga mahal untuk kemerdekaan negaranya. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan antara Polandia dan Ukraina sejak Mei. 

  3. 3. Zelenskyy meresmikan Pantheon Nasional Ukraina

    Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
    Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President.gov.ua, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

    Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menetapkan hukum untuk mendirikan Pantheon Nasional Ukraina. Keputusan ini untuk menetapkan pemimpin UPA sebagai pahlawan di Ukraina. 

    Sementara itu, presiden Ukraina keenam itu menekankan bahwa hanya negaranya yang boleh menentukan siapa yang pantas menyandang status pahlawan nasional. Menurutnya, tidak ada negara lain yang berhak menentukan pahlawan di Ukraina. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More