Portugal Sita 9 Ton Kokain dari Kapal Selam Narco Milik Kartel

- Polisi amankan ratusan bal kokain sebelum kapal karam, operasi melibatkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Portugal, serta didukung oleh Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) dan Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA).
- Nilai kokain sitaan capai Rp11,9 triliun, bersama dengan barang bukti, ditangkap juga empat tersangka yang terdiri dari tiga warga negara Kolombia dan satu warga negara Venezuela.
- Narco-sub disukai kartel karena sulit dideteksi, kapal semi-submersible kerap digunakan untuk penyelundupan narkoba karena sifatnya yang sulit dideteksi. Kapal jenis ini pertama kali ditemukan di Eropa pada 200
Jakarta, IDN Times - Otoritas Portugal menyita 9 ton kokain dari sebuah kapal semi-submersible atau narco sub di Samudra Atlantik, Senin (26/1/2026). Jumlah ini tercatat sebagai penyitaan narkoba terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Polisi mencegat kapal itu di perairan internasional, sekitar 230 mil laut (426 kilometer) dari kepulauan Azores. Dalam operasi ini, petugas menahan empat orang awak kapal sesaat sebelum kapal tersebut karam.
1. Polisi amankan ratusan bal kokain sebelum kapal karam

Dilansir CBS, operasi penangkapan dilaporkan berlangsung di tengah cuaca ekstrem yang menyulitkan petugas. Kapal sempat tidak stabil sebelum akhirnya tenggelam, membawa serta 35 bal kokain ke dasar laut.
Namun, petugas berhasil mengamankan mayoritas muatan dari total 300 bal kokain yang diangkut. Operasi laut ini melibatkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Portugal, serta didukung oleh Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) dan Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA).
Seorang juru bicara kepolisian mengungkap, kasus ini adalah penyitaan terbesar dalam sejarah Portugal. Otoritas juga merilis sebuah video pendek yang memperlihatkan proses penangkapan.
2. Nilai kokain sitaan capai Rp11,9 triliun

Dengan total muatan 9 ton, kargo kokain tersebut disebut bisa terjual ratusan juta euro jika berhasil lolos ke pasar. Media lokal Portugal memprediksi nilai muatan bisa mencapai 600 juta euro atau sekitar Rp11,9 triliun.
Bersama dengan barang bukti, ditangkap juga empat tersangka yang terdiri dari tiga warga negara Kolombia dan satu warga negara Venezuela. Unit Nasional Pemberantasan Perdagangan Narkoba (UNCTE) menyatakan kapal berangkat dari Amerika Latin dengan tujuan benua Eropa.
Volume penyitaan kali ini melampaui rekor sebelumnya pada Maret 2025. Saat itu, kepolisian Portugal menyita sekitar 6,5 hingga 7 ton kokain dari kapal semi-submersible di wilayah perairan yang sama.
3. Narco-sub disukai kartel karena sulit dideteksi
Kapal semi-submersible sebenarnya tidak bisa tenggelam sepenuhnya seperti kapal selam. Namun, kapal ini kerap digunakan untuk penyelundupan narkoba karena sifatnya yang sulit dideteksi.
Sebelumnya, narco-sub lebih sering digunakan di Kolombia dan Amerika Tengah atau Selatan. Kapal jenis ini pertama kali ditemukan di Eropa pada 2006, di Galicia, Spanyol barat laut. Menurut kepala urusan narkoba kepolisian Spanyol, Alberto Morales, kartel kini dapat menggunakan kapal tersebut berulang kali.
"Daripada menenggelamkannya, yang mereka lakukan sekarang adalah menurunkan muatan dan mendirikan platform pengisian bahan bakar di laut sehingga kapal semi-submersible tersebut dapat kembali ke negara asal mereka dan melakukan perjalanan sebanyak mungkin” kata Morales dalam sebuah wawancara dengan The Guardian pada bulan lalu.
Pada Maret 2025, kepolisian Portugal juga menyita kapal sejenis yang berlayar dari Brasil. Sepanjang tahun lalu, Portugal berhasil menggagalkan penyelundupan 23 ton obat-obatan terlarang, angka tertinggi sejak 2006.
















