Dasco Jembatani Komunikasi Aktivis Senior dengan Prabowo

- Sufmi Dasco Ahmad memfasilitasi pertemuan antara aktivis senior dan Presiden Prabowo untuk menampung aspirasi terkait isu nasional dan kebijakan pemerintahan.
- Diskusi membahas posisi Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza, program Makan Bergizi Gratis, serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari evaluasi kebijakan strategis.
- Connie Rahakundini Bakrie menyoroti risiko ekonomi akibat potensi gangguan di Selat Hormuz dan meminta pemerintah mempertimbangkan kembali keterlibatan Indonesia dalam BoP demi menjaga prinsip non-blok.
Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahamd, menjembatani komunikasi para aktivis senior dengan Presiden Prabowo Subianto. Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di kediaman aktivis '98, Bursah Zarnubi, di kawasan Jakarta Selatan belum lama ini, Dasco mendengarkan semua aspirasi para aktivis senior.
Pengamat Pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie, yang turut hadir dalam pertemuan itu menceritakan isi pembahasan dalam diskusi yang berlangsung hangat dengan Dasco.
"Kita semua diundang Bang Hariman dan Bang Bursah. (Pertemuan berlangsung lama) karena beliau ingin dengar apa sih yang kita rakyat, dan akademisi gelisahkan," kata Connie kepada IDN Times saat dihubungi, Selasa (17/3/2026).
1. Soroti BoP, MBG, hingga KDMP

Connie mengatakan, banyak isu-isu aktual yang berkembang dalam diskusi tersebut, termasuk keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP).
Connie mengatakan sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan berbagai masukan strategis terkait posisi Indonesia dalam BOP, implikasi perjanjian tarif, serta dinamika kondisi global yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan geopolitik nasional.
Selain itu, terdapat masukan yang menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen yang mungkin perlu dikaji lebih lanjut dampak dan implementasinya.
"Tokoh masyarakat menyampaikan berbagai masukan strategis terkait posisi Indonesia dalam BOP, implikasi perjanjian tarif, serta dinamika kondisi global yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan geopolitik nasional," kata Connie.
Connie menambahkan, para tokoh masyarakat yang hadir dalam acara itu juga menyampaikan pentingnya mendengarkan suara masyarakat sipil, akademisi dan mahasiswa.
Beberapa pihak, kata dia, menekankan perlunya pemerintah agar mendengarkan aspirasi masyarakat sipil, khususnya mahasiswa sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.
2. Soroti dampak penutupan Selat Hormuz terhadap stabilitas nasional

Dalam pertemuan itu, secara khusus, Connie menyampaikan usulannya terhadap Dasco, agar pemerintah mempertimbangkan kembali keterlibatan Indonesia dalam BoP.
"Karena berpotensi merusak jati diri sebagai negara Non-Aligned Movement (NAM), terlebih dalam konteks eskalasi konflik seperti serangan terhadap Iran," kata Pengamat Militer itu.
Connie turut menyampaikan hasil pertemuannya dengan para mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) serta mantan Menteri Keuangan dan Perdagangan, yang menyoroti risiko strategis apabila terjadi gangguan di Selat Hormuz.
"Saya juga menyampaikan hasil pertemuan saya 2 malam sebelummya dengan para mantan Gubernur Bank Indonesia serta mantan Menteri Keuangan dan Perdagangan, yang menyoroti kekhawatiran kekuatan rupiah, terkait dampak fiskal global, termasuk risiko strategis apabila terjadi gangguan di Selat Hormuz," kata dia.
3. Aspirasi tokoh senior akan dilaporkan ke Prabowo

Connie mengatakan, dalam diskusi itu, Dasco mendengarkan berbagai aspirasi yang dicurahkan semua tokoh senior terkait isu-isu aktual yang menjadi kebijakan Presiden Prabowo.
Connie mengatakan, Dasco berjanji menampung semua aspirasi, dan akan melaporkan langsung ke Presiden Prabowo.
"Tanggapan dan tindak lanjut dari Bang Dasco. Bang Dasco menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan tersebut dan menegaskan bahwa keesokan harinya seluruh poin penting akan langsung disampaikan kepada Presiden," kata dia.


















