Rano Karno: Car Free Night Malam Takbiran Digelar 20.00–22.00 WIB

- Rano Karno umumkan Car Free Night malam takbiran digelar pukul 20.00–22.00 WIB agar tidak mengganggu persiapan salat Id keesokan harinya.
- Pelaksanaan Car Free Night tetap dua jam, namun jadwalnya menyesuaikan hasil sidang isbat penentuan Hari Raya Idulfitri oleh Kemenag.
- Kemenag akan gelar sidang isbat 19 Maret 2026 dengan tiga tahap: seminar posisi hilal, sidang tertutup, dan konferensi pers pengumuman hasil.
Jakarta, IDN Times – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan kegiatan Car Free Night akan digelar pada malam takbiran dengan durasi sekitar dua jam.
Rano menjelaskan, kegiatan tersebut rencananya berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB. Waktu tersebut dipilih agar tidak mengganggu persiapan masyarakat yang akan melaksanakan salat Id pada keesokan harinya.
“Car Free Night akan berlaku dari jam 8 sampai jam 10. Kemarin rencana mau kita mulai jam 10, cuma kalau jam 10 terlalu lama sampai jam 12 kan, sehingga untuk persiapan salat Id akan terkendala,” kata Rano, Selasa (17/3/2026).
1. Rano tunggu sidang isbat

Ia menambahkan, jadwal pelaksanaan masih menunggu hasil sidang isbat penentuan Hari Raya Idul Fitri. Jika tanggal Lebaran berubah, maka kegiatan takbir bersama tetap akan digelar, namun pelaksanaan Car Free Night tetap berlangsung selama dua jam.
"Cuma isbat belum tahu. Kalau memang mundur tanggal 20, tetap takbir bersama ada, cuma Car Free Night akan berlaku dari mulai jam 8 sampai jam 10 selesai. Karena kegiatan acara cuma kira-kira 2 jam," katanya.
2. Kemenag gelar sidang Isbat 19 Maret

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah. Penentuan Hari Raya Idul Fitri ini dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret 2026 bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan sidang isbat merupakan mekanisme resmi negara merujuk pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026, untuk menetapkan awal bulan Hijriah. Sidang isbat digelar di Auditorium HM Rasyidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
"Insyaallah nanti sidang Isbatnya akan dilakukan setelah magrib, tetapi rangkaian acaranya mulai sore jam setengah lima. Nanti akan ada seminar posisi hilal pada saat 29 Ramadan ini," ujar Rokhmad di Jakarta, Senin (9/3/2026).
3. Proses pengambilan keputusan dibagi tiga fase

Proses pengambilan keputusan dalam Sidang Isbat biasanya terbagi menjadi tiga fase utama. Pertama, ada seminar pemaparan posisi hilal. Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag memaparkan data perhitungan astronomis secara terbuka kepada publik dan peserta sidang.
Kedua, sidang tertutup. Pada proses ini, Menteri Agama beserta pimpinan ormas Islam, pakar astronomi, dan perwakilan negara sahabat meninjau laporan hasil pengamatan langsung dari berbagai daerah. Jika ada laporan melihat hilal yang tervalidasi, maka bulan baru dimulai keesokan harinya. Jika tidak, maka bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
Tahap terakhir dalam Sidang isbat adalah konferensi pers. Di sini, hasil mufakat diumumkan secara resmi kepada masyarakat melalui saluran media massa.


















