Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Presiden Terpilih Kolombia Mau Pulihkan Hubungan dengan Israel

Presiden Terpilih Kolombia Mau Pulihkan Hubungan dengan Israel
potret Presiden terpilih Venezuela, Abelardo de la Espriella (commons.wikimedia.org/Colprensa-Campaña De La Espriella)
Intinya Sih
  • Presiden terpilih Kolombia, Abelardo de la Espriella, berjanji akan memulihkan dan memperkuat hubungan diplomatik negaranya dengan Israel setelah resmi menjabat.
  • De la Espriella memenangkan pemilu presiden dengan selisih suara kurang dari satu persen, hasil yang kemudian dituding Presiden Gustavo Petro dipengaruhi intervensi Israel.
  • Petro menuduh Israel meretas server badan pemilu Kolombia untuk memanipulasi hasil voting, sementara De la Espriella dikenal dekat dengan Amerika Serikat dan mendukung kebijakan Israel di Palestina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden terpilih Kolombia, Abelardo de la Espriella, mengatakan akan menormalisasi hubungan negaranya dengan Israel ketika sudah resmi menjabat. Ia mengatakan, akan menjalin hubungan “yang belum pernah terjadi sebelumnya” dengan negara Yahudi tersebut. 

"Kolombia akan memulihkan dan memperkuat hubungannya dengan Israel seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata De la Espriella setelah melakukan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, Rabu (24/6/2026), seperti dilansir The New Arab

1. De la Espriella dinyatakan menang pemilu pada pekan lalu

Pemilu presiden.
ilustrasi pemilu presiden (pexels.com/Tara Winstead)

De la Espriella sendiri dinyatakan sebagai pemenang pemilu presiden Kolombia pada Minggu (21/6/2026) pekan lalu. Ia menang dengan selisih suara kurang dari 1 persen dari pesaingnya yang berasal dari partai sayap kiri Kolombia, Ivan Cepeda. Hasil ini membuat De la Espriella jadi kandidat presiden yang menang dengan selisih suara tertipis dalam sejara pemilu Kolombia.   

Kemenangan De la Espriella dalam pemilu pekan lalu dikecam oleh Presiden Kolombia saat ini, Gustavo Petro. Ia menuduh Israel telah mengintervensi proses pemilu presiden di Kolombia dengan memanipulasi hasil perolehan suara. Oleh karena itu, De la Espriella yang merupakan kandidat dari partai sayap kiri Kolombia sekaligus pendukung Israel berhasil keluar sebagai pemenang.  

2. Petro menyebut Israel meretas server badan pemilu Kolombia

Gustavo Petro sedang berpidato
potret Presiden Kolombia, Gustavo Petro (commons.wikimedia.org/USAID)

Dalam pernyataannya, Petro mengatakan, ia mendapatkan bukti intelijen soal keterlibatan Israel dalam pemilu presiden Kolombia pada pekan lalu. Petro menjelaskan, Israel sengaja meretas server Badan Pemilu Nasional Kolombia untuk memanipulasi hasil voting

Petro mengatakan, ia sebetulnya sudah mengingatkan Badan Pemilu Nasional Kolombia soal server pemilu yang mereka punya. Sebab, Petro menilai server mereka punya sistem keamanan siber yang buruk sehingga rentan diretas pihak tidak bertanggung jawab. 

3. De la Espriella tidak diinginkan untuk jadi Presiden Kolombia

Bendera Kolombia sedang berkibar.
potret bendera Kolombia (pexels.com/Juan Pablo Lancia)

Sebetulnya, De la Espriella sama sekali tidak diinginkan untuk menjadi Presiden Kolombia menggantikan Petro. Sebab, ia merupakan sosok yang sangat dekat dengan Amerika Serikat dan Presidennya, Donald Trump. Ia juga terkenal dekat dengan Israel. 

Dalam kampanyenya, De la Espriella selalu berjanji akan memulihkan hubungan Kolombia dengan Israel. Selain itu, ia juga mendukung pendudukan Israel di Palestina. Ia menyebut tindakan tersebut sudah benar dilakukan. Sebab, Israel punya hak untuk mempertahankan teritorial dan kekuasaannya yang diambil Palestina. 

Sikap ini tentu berbeda dengan Petro. Sebab, Petro tidak dekat dengan Negeri Paman Sam. Apalagi, dengan Israel. Petro juga mengecam keras pendudukan dan serangan Israel terhadap Palestina. Ia menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan perang. Inilah yang membuat hubungan diplomatik Kolombia dan Israel di bawah kepemimpinan Petro jadi kurang baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More