Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Raja Belanda Ikut Rayakan Kehadiran Curacao di Piala Dunia, Kok Bisa?

Raja Belanda Ikut Rayakan Kehadiran Curacao di Piala Dunia, Kok Bisa?
Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima menonton pertandingan Curacao melawan Ekuador di Piala Dunia 2026. (AFP/JUAN MABROMATA)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Raja Willem-Alexander bersama keluarga kerajaan menyaksikan laga Belanda dan Curacao di Piala Dunia 2026, merayakan hasil imbang bersejarah Curacao melawan Ekuador.
  • Curacao merupakan negara otonom dalam Kerajaan Belanda sejak 2010, dengan Raja Belanda sebagai kepala negara yang diwakili gubernur serta urusan luar negeri dan pertahanan dikelola Belanda.
  • Pulau Curacao pernah menjadi koloni perdagangan budak Belanda sejak abad ke-17, kemudian berkembang lewat industri minyak dan pariwisata hingga memperoleh status otonomi setelah pembubaran Antillen Belanda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Raja Belanda Willem-Alexander menjalani hari yang tidak biasa di Piala Dunia dengan menyaksikan langsung pertandingan tim nasional Belanda dan Curacao dalam satu hari yang sama. Bersama Ratu Maxima dan Putri Ariane, Raja Willem-Alexander menghadiri laga Belanda melawan Swedia di Houston, Amerika Serikat, Sabtu (20/6/2026).

Dilansir dari BBC, Minggu (21/6/2026), Belanda menang telak 5-1 atas Swedia dalam pertandingan yang dimulai siang hari waktu setempat. Setelah itu, keluarga kerajaan Belanda langsung melanjutkan perjalanan ke Kansas City.

Di kota tersebut, mereka menyaksikan Curacao meraih satu poin perdana dalam sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia setelah bermain imbang melawan Ekuador. Keluarga kerajaan bahkan ikut merayakan hasil tersebut bersama para pemain di ruang ganti.

Raja Willem-Alexander mengatakan, Piala Dunia kali ini menjadi sangat spesial baginya karena ia memiliki dua tim yang didukung, yakni Belanda dan Curaçao yang sama-sama berada di bawah Kerajaan Belanda.

1. Piala Dunia yang istimewa bagi Raja Willem-Alexander

Raja Belanda Willem-Alexander. (Twitter.com/Koninklijk Huis)
Raja Belanda Willem-Alexander. (Twitter.com/Koninklijk Huis)

Dikutip dari BBC, Raja Willem-Alexander mengaku antusias dapat memberikan dukungan kepada dua tim sekaligus di Piala Dunia. “Ini adalah Piala Dunia yang sangat spesial karena kami memiliki Belanda dan Curacao,” kata Raja Willem-Alexander.

“Jadi kami memiliki dua kali lebih banyak tim untuk didukung. Ini kesempatan yang luar biasa untuk mendukung tim Biru dan tim Oranye,” lanjutnya.

Ia berharap kedua tim dapat melangkah jauh dalam turnamen tersebut. “Secara keseluruhan, ini akan menjadi Piala Dunia yang spesial bagi saya dengan dua tim, dan tentu saya berharap mereka melaju sejauh mungkin,” ujarnya.

Hampir seluruh pemain tim nasional Curacao lahir di Belanda. Dari seluruh skuad, hanya satu pemain yang tidak lahir di negara Eropa tersebut.

2. Apa hubungan Belanda dengan Curacao?

Curacao
Curacao (unsplash.com/thiago japyassu)

Dikutip dari situs resmi Pemerintah Belanda, Curacao merupakan negara otonom yang berada dalam Kerajaan Belanda. Pulau di Karibia yang berpenduduk sekitar 155.000 jiwa itu resmi menjadi negara otonom pada 2010 setelah pembubaran Antillen Belanda.

Meski memiliki pemerintahan sendiri, Kerajaan Belanda tetap memegang tanggung jawab atas urusan pertahanan, hubungan luar negeri, serta kewarganegaraan Belanda. Raja Belanda juga menjadi kepala negara Curacao yang diwakili oleh seorang gubernur.

Pemerintah Belanda menjelaskan, kementerian luar negeri dan pertahanan Belanda melayani seluruh wilayah kerajaan, termasuk Aruba, Curacao, dan Sint Maarten.

“Dalam menjalankan kebijakan luar negeri, Belanda harus memperhatikan kepentingan bagian Karibia dari kerajaan,” demikian keterangan pemerintah Belanda.

Saat ini, Perdana Menteri Curacao dijabat Gilmar Pisas. Bahasa yang digunakan masyarakat setempat antara lain Papiamento, Belanda, dan Inggris.

3. Dari koloni Belanda hingga negara otonom dalam kerajaan

Curacao
Curacao (unsplash.com/Bent Van Aeken)

Dilansir dari BBC, Curacao pertama kali dikuasai Belanda pada abad ke-17 setelah direbut dari Spanyol oleh Perusahaan Hindia Barat Belanda pada 1634. Pulau tersebut kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan budak Atlantik. Praktik perbudakan di wilayah kekuasaan Belanda baru dihapuskan pada 1863.

Penemuan minyak di Venezuela pada 1914 mengubah ekonomi Curacao dan menjadikannya pusat penyulingan minyak serta pariwisata di kawasan Karibia.

Pada 1954, Curacao bergabung dengan koloni Karibia Belanda lainnya membentuk Antillen Belanda. Struktur tersebut dibubarkan pada 2010, dan Curacao kemudian memperoleh status sebagai negara otonom di dalam Kerajaan Belanda, sejajar dengan Aruba dan Sint Maarten.

Raja Willem-Alexander sendiri pernah menyampaikan permintaan maaf atas keterlibatan Belanda dalam perdagangan budak. Pada 2023, ia mengatakan dirinya merasa secara pribadi dan mendalam tersentuh oleh sejarah tersebut.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More