Republika Kecam Penangkapan Jurnalis oleh Israel di Misi Global Sumud

- Jurnalis Republika asal Indonesia, Bambang Noroyono, ditangkap tentara Israel saat menuju Jalur Gaza bersama kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
- Republika menegaskan para relawan membawa bantuan obat-obatan dan logistik, bukan senjata, serta menyatakan keselamatan dua jurnalisnya menjadi perhatian utama redaksi.
- Melalui pernyataan resmi, Republika mengecam tindakan Israel sebagai pelanggaran hukum internasional dan menolak kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional.
Jakarta, IDN Times - Jurnalis media nasional Republika asal Indonesia yakni Bambang Noroyoni dikabarkan ditangkap oleh tentara Israel saat tengah menuju Jalur Gaza di perairan Internasional, tepatnya di kapal Boralize. Israel dilaporkan menangkap 100 aktivis yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin dalam keterangan resminya membenarkan jurnalisnya ada dalam rombongan ini.
Republika menegaskan para relawan yang berada dalam kapal tidak membawa senjata, melainkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, logistik, serta dukungan moral bagi warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade dan agresi.
Dalam rombongan misi kemanusiaan itu terdapat sembilan relawan asal Indonesia. Dua di antaranya merupakan jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang disebut tengah menjalankan tugas jurnalistik sekaligus misi kemanusiaan.
“Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” kata Andi Muhyiddin, Senin (18/5/2026)
Militer Israel mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Dalam pernyataan resminya, Republika mengecam tindakan tersebut dan menyebut intersepsi itu sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan untuk warga Palestina di Gaza.
Republika juga menyatakan dukungannya terhadap para relawan kemanusiaan dari berbagai negara yang terlibat dalam misi tersebut. Media itu menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap aksi kemanusiaan yang dilakukan di perairan internasional.
“Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” kata dia.


















