Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

RI Respons Hasil Temuan Awal PBB Soal Insiden UNIFIL, Desak Tuntaskan!

RI Respons Hasil Temuan Awal PBB Soal Insiden UNIFIL, Desak Tuntaskan!
Jenazah Kopda anumerta Farizal Rhomadhon yang gugur sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) tiba di lokasi rumah duka, Ledok, Lendah, Kulon, Progo, Sabtu (4/4/2026) malam. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)
Intinya Sih
  • Pemerintah Indonesia mendesak investigasi menyeluruh dan transparan atas tewasnya tiga prajurit TNI dalam misi PBB di Lebanon, setelah menerima hasil temuan awal dari UNDPO pada 6 April 2026.
  • Temuan awal PBB menunjukkan dua sumber serangan berbeda: tembakan tank militer Israel dan ledakan IED yang diduga dipasang oleh Hizbullah, menyebabkan gugurnya personel penjaga perdamaian Indonesia.
  • Indonesia menegaskan pentingnya akuntabilitas semua pihak, menolak spekulasi publik sebelum hasil akhir keluar, serta menuntut jaminan keselamatan bagi seluruh pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia mendesak investigasi menyeluruh atas tewasnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Desakan ini muncul setelah PBB menyampaikan hasil penyelidikan awal terkait insiden yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026.

Temuan awal PBB mengindikasikan dua sumber serangan berbeda yang menyebabkan korban jiwa. Satu insiden diduga melibatkan tembakan tank militer Israel, sementara insiden lainnya dipicu oleh alat peledak improvisasi (IED) yang diduga dipasang oleh Hizbullah.

Pemerintah Indonesia menilai temuan awal ini belum cukup dan menekankan pentingnya investigasi lanjutan yang transparan serta akuntabel. Selain itu, Indonesia juga menyoroti meningkatnya risiko bagi pasukan penjaga perdamaian di tengah eskalasi konflik di Lebanon Selatan.

Di tengah situasi tersebut, Indonesia menegaskan, keselamatan personel penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikompromikan oleh pihak mana pun.

1. Respons Indonesia atas temuan awal PBB

RI Respons Hasil Temuan Awal PBB Soal Insiden UNIFIL, Desak Tuntaskan!
Plt Direktur Keamanan Perdamaian Internasional Kemlu RI, Veronica Vicka Ancilla Rompis dalam jumpa pers Kemlu RI, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Pelaksana Tugas Direktur Keamanan Perdamaian Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Veronica Vicka Rompis, mengatakan PBB melalui United Nations Department of Peace Operation (UNDPO) telah menyampaikan hasil investigasi awal kepada pemerintah Indonesia pada 6 April.

“Memang betul pada tanggal 6 April, United Nations Department of Peace Operation atau UNDPO telah menyampaikan kepada pemerintah Indonesia mengenai hasil investigasi awal atau preliminary finding mengenai insiden tanggal 29 dan tanggal 30 Maret yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit Indonesia di UNDPO,” ujar Vicka dalam pembaruan pers di kantor Kemlu RI, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan, pemerintah Indonesia telah mencatat hasil tersebut, namun meminta agar investigasi dilanjutkan secara menyeluruh hingga tuntas. Menurutnya, proses awal ini belum dapat menjadi dasar kesimpulan akhir.

“Pemerintah Indonesia telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta agar PBB dapat menuntaskan investigasi secara menyeluruh,” lanjutnya.

Vicka juga menekankan, Indonesia mendorong semua pihak terkait untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut. Hal ini termasuk upaya hukum terhadap pihak yang terbukti bersalah.

“Pemerintah Indonesia dalam hal ini telah mendesak agar semua pihak terkait dapat menyelidiki dan juga mengadili para pelaku serta memastikan akuntabilitas dan kejahatan yang terjadi terhadap personel pemeliharaan perdamaian,” kata dia.

2. Dugaan keterlibatan Israel dan Hizbullah

RI Respons Hasil Temuan Awal PBB Soal Insiden UNIFIL, Desak Tuntaskan!
tentara Israel di Lebanon selatan. (wikimedia/IDF Spokesperson's Unit)

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, sebelumnya mengungkapkan, salah satu insiden diduga kuat disebabkan oleh tembakan tank militer Israel.

“Dalam kasus pertama, penyelidikan menunjukkan proyektil tersebut adalah peluru persenjataan utama tank 120mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava Pasukan Pertahanan Israel dari timur,” ujar Dujarric.

Sementara itu, insiden kedua yang terjadi sehari setelahnya diduga disebabkan oleh bahan peledak rakitan. PBB menilai perangkat tersebut kemungkinan dipasang oleh kelompok Hizbullah.

“Investigasi telah menilai bahwa, mengingat lokasi insiden, sifat ledakan, dan konteks saat ini, IED kemungkinan besar ditempatkan oleh Hizbullah,” ucapnya.

Menanggapi temuan ini, Indonesia menyatakan akan mengambil sikap tegas apabila hasil investigasi akhir menguatkan temuan awal tersebut.

“Apabila hasil investigasi penuh mengkonfirmasi hasil temuan dari investigasi awal ini, maka pemerintah Indonesia akan mengutuk keras terhadap Israel atas tindakan yang mengakibatkan gugurnya dan terlukanya prajurit TNI,” kata Vicka.

Ia menambahkan, tindakan tersebut akan dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan harus ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang berlaku.

3. Tekanan RI untuk investigasi transparan

RI Respons Hasil Temuan Awal PBB Soal Insiden UNIFIL, Desak Tuntaskan!
Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam press briefing di Jakarta, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang menegaskan, hasil investigasi yang ada saat ini masih bersifat awal dan belum final. Ia meminta publik tidak berspekulasi sebelum seluruh proses selesai.

“Sebagaimana telah disampaikan oleh Bu Vicka tadi, tentunya Indonesia akan terus menuntut mendorong keseluruhan proses investigasi ini agar semuanya tidak berdasarkan spekulasi atau asumsi, kita akan mendapatkan hasil investigasi yang menyeluruh,” ujar Yvonne.

Ia juga mengungkapkan, laporan awal PBB menyebut salah satu insiden melibatkan tembakan tank Israel. Namun, ia menekankan pentingnya verifikasi lebih lanjut terhadap seluruh kejadian.

“Teman-teman mungkin juga sudah membaca yang sudah dilaporkan oleh UN preliminary findings-nya itu berdasarkan temuan awal salah satu insidennya melibatkan tembakan tank dari militer Israel,” katanya.

Selain dua insiden pada 29 dan 30 Maret, Indonesia juga meminta agar insiden lain yang terjadi pada 3 April turut diselidiki secara menyeluruh.

“Intinya kita terus mendesak investigasi ini secara menyeluruh dan transparan dan kita akan terus mengambil langkah-langkah pengamanan untuk terus menjamin safety security peacekeepers kita,” ujar Yvonne.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More