Comscore Tracker

Dianggap Tabu, India Larang Iklan Kondom pada Jam Premium

Seks adalah sesuatu yang dianggap tabu di India

New Delhi, IDN Times - Pemerintah India mengeluarkan larangan iklan kondom ditayangkan di televisi pada jam premium. Seperti dilaporkan AFP, aturan ini karena India menilai iklan itu mengandung konten vulgar dan khawatir anak-anak akan mengonsumsi tayangan yang tak sesuai umur mereka.

Iklan boleh ditayangkan dari pukul 22.00 hingga 06.00.

Dianggap Tabu, India Larang Iklan Kondom pada Jam PremiumSharon Christina Rorvik via Unsplash

Kementerian Informasi dan Penyiaran India memerintahkan sekitar 900-an stasiun televisi untuk mengubah jam tayang iklan kondom. Dalam aturan baru, iklan tersebut hanya boleh ditayangkan mulai pukul 22.00 hingga 06.00.

"Beberapa saluran televisi menayangkan iklan-iklan kondom secara berulang yang diduga tak tepat khususnya untuk anak-anak," tulis pemerintah dalam sebuah pernyataan resmi, seperti dikutip dari Economic Times.

Kementerian mengutip undang-undang penyiaran yang menyebutkan bahwa iklan yang membahayakan keamanan anak-anak atau menciptakan praktik-praktik tak sehat tak boleh dilanjutkan. Pemerintah juga menegaskan bahwa bila tidak dipenuhi, maka mereka akan menindak pihak terkait.

Baca juga: Banyak Aborsi, Remaja di Negara Ini Diusulkan Dapat Kondom Gratis

Ada pihak yang tak setuju dengan aturan tersebut.

Dianggap Tabu, India Larang Iklan Kondom pada Jam PremiumArihant Daga via Unsplash

Raymond Group selaku pemilik merek kondom KamaSutra mengecam aturan pemerintah itu. Mereka melihat bahwa "tak semua iklan kondom tak layak tonton". Mereka juga menegaskan bahwa selama ini mereka mengikuti persyaratan Dewan Standar Periklanan India (ASCI) yang mengatur industri iklan. 

Petinggi agensi periklanan FCB India, Rohit Ohri, juga memprotes aturan tersebut. Menurutnya, itu adalah "reformasi salah langkah" yang disebabkan oleh sebuah iklan kondom milik suatu merek. Ia menilai bahwa jika sebuah iklan dianggap menyinggung, semestinya iklan tersebut yang dilarang disiarkan dan bukan mengatur keseluruhan iklan kondom.

"Menciptakan tabu bukanlah jawaban. Seharusnya yang ada adalah menciptakan diskusi yang sehat. Di seluruh dunia, iklan kondom ditujukan untuk mencegah kehamilan di kalangan remaja. Ini diakui sebagai kebutuhan mendesak," tegas Ohri. Seks adalah sesuatu yang dianggap tabu di India.

Kondom pun menjadi perdebatan sendiri di sejumlah kalangan. Badan perdagangan terbesar di India sebelumnya sukses membuat papan reklame iklan kondom yang menampilkan artis film porno diturunkan. Mereka berkata bahwa produsen kondom mengancam nilai budaya India dengan mempromosikan alat kontrasepsi di pengujung hari penting umat Hindu.

Baca juga: Penelitian Menunjukkan, Kondom Membuat Penganut Ateisme Berkurang

Topic:

Berita Terkini Lainnya