Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rusia Hantam Ukraina dengan 500 Drone, 14 Orang Tewas

Rusia Hantam Ukraina dengan 500 Drone, 14 Orang Tewas
Suasana kota di Ukraina yang hancur karena serangan Rusia. (pexels.com/Алесь Усцінаў)
Intinya Sih
  • Rusia melancarkan serangan besar dengan lebih dari 500 drone ke berbagai wilayah Ukraina, menewaskan 14 orang dan menghancurkan fasilitas termasuk klinik hewan di Kyiv.
  • Serangan terjadi saat perayaan Paskah, membuat suasana duka bagi warga Ukraina karena banyak rumah rusak dan korban jiwa jatuh di tengah momen keagamaan tersebut.
  • Upaya diplomasi antara Ukraina, Rusia, dan AS gagal mencapai gencatan senjata, sementara situasi geopolitik global memperumit proses perdamaian yang sudah berlangsung empat tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Rusia dilaporkan menyerang sejumlah wilayah di Ukraina, yakni Kyiv, Kharkiv, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia, menggunakan lebih dari 500 drone pada Jumat (3/4/2026) siang waktu setempat. Menurut pasukan militer Ukraina, serangan tersebut menewaskan 14 orang. 

Selain menewaskan orang, serangan Rusia ini juga menewaskan sekitar 20 hewan peliharaan yang ada di Kyiv. Sebab, serangan Rusia juga menghantam sebuah klinik hewan yang ada di kota tersebut. 

"Sayangnya, hewan juga terkena dampak serangan itu. Sekitar 20 hewan mati karena kerusakan pada klinik hewan," kata Gubernur Negara Bagian Kyiv, Mykola Kalashnyk, seperti dilansir CNA pada Sabtu (4/4/2026).

1. Rusia kembali menyerang Ukraina di tengah perayaan Paskah

Perayaan Paskah.
ilustrasi perayaan Paskah (pexels.com/Kindel Media)

Serangan Rusia ke Ukraina pada Jumat tadi dilakukan di tengah kehangatan hari Paskah. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, sebetulnya sudah mewanti-wanti pasukan Rusia untuk tidak melancarkan serangan selama perayaan Paskah. Namun, pesan tersebut tidak digubris.

Imbas serangan ini, perayaan Paskah warga Ukraina jadi terganggu dan diselimuti kesedihan. Sebab, beberapa anggota keluarga mereka ada yang tewas imbas serangan drone Rusia yang menghantam rumah-rumah warga. 

“Di wilayah Kyiv, sebuah drone menyerang sebuah bangunan tempat tinggal di Obukhiv. Serangan lain (juga) terjadi antara taman kanak-kanak dan sekolah di Vyshneve dan merusak rumah-rumah," kata Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko.

2. Ukraina sudah berupaya mengakhiri serangan Rusia

Bendera Ukraina sedang berkibar.
potret bendera Ukraina (pexels.com/Mathias Reding)

Untuk mengakhiri serangan Rusia, Ukraina sebetulnya sudah beberapa kali menggelar pertemuan trilateral dengan Rusia dan Amerika Serikat sebagai mediator. Namun, semua pertemuan itu berakhir nihil tanpa kesepakatan berarti. 

Pertemuan pertama dan kedua dihelat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Januari dan awal Februari 2026 lalu. Namun, kedua pertemuan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia.

Pertemuan ketiga digelar di Jenewa, Swiss, pada 17 dan 18 Februari. Sayangnya, pertemuan tersebut lagi-lagi gagal menghasilkan kesepakatan perdamaian antara Ukraina dan Rusia.

3. Proses negosiasi terakhir juga menemukan jalan buntu

Ilustrasi bernegosiasi (Pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi bernegosiasi (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pertemuan ke-4 juga sudah digelar beberapa waktu lalu. Namun, pertemuan tersebut juga menemukan jalan buntu. Sebab, tidak ada kesepakatan gencatan senjata di antara Ukraina dan Rusia. 

Dalam pernyataannya, Zelenskyy mengatakan, perang yang terjadi antara Iran dengan AS dan Israel di Timur Tengah turut memperlambat proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Sebab, fokus negara-negara kini sedang tertuju pada konflik tersebut. 

“Situasi geopolitik menjadi lebih rumit karena perang melawan Iran. Ini, sayangnya, meningkatkan kepercayaan diri Rusia,” kata Zelenskyy dilansir Euro News.

Kebuntuan ini membuat konflik antara Rusia dan Ukraina jadi makin alot. Padahal, per 24 Februari lalu, perang antara kedua pihak sudah memasuki tahun ke-4. Namun, hingga kini, belum ada tanda-tanda kapan perang akan berakhir. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More