Kuba Tutup Hotel dan Relokasi Turis imbas Krisis Energi

- Kuba menutup hotel dan membatasi transportasi publik imbas krisis BBM
- Kuba peringatkan maskapai penerbangan soal habisnya avtur
- Industri pariwisata Kuba alami penurunan signifikan akibat kebijakan blokade AS
Jakarta, IDN Times - Kuba, pada Minggu (8/2/2026), mulai menutup sejumlah hotel dan memindahkan turis ke fasilitas lain di negaranya. Tindakan ini sebagai bagian dari rencana besar antisipasi blokade minyak oleh Amerika Serikat (AS).
“Sebuah rencana pariwisata sudah didesain untuk mengurangi konsumsi energi dan mengelompokkan fasilitas pariwisata di satu kawasan. Selain itu, langkah ini penting untuk mengambil keuntungan saat tingginya musim liburan di Kuba,” kata Deputi Perdana Menteri Kuba, Oscar Perez-Oliva Fraga, dikutip dari CNN.
Sebelumnya, Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengumumkan rencana besar dalam mengatasi krisis bahan bakar minyak (BBM) akut. Sebab, Kuba belum menerima pasokan BBM impor sejak Desember 2025.
1. Kuba membatasi transportasi publik imbas krisis BBM

Pada akhir pekan lalu, Kuba sudah menutup resort besar di area pesisir pantai Cayo Coco. Penutupan resort tersebut disebabkan tidak adanya pasokan BBM untuk transportasi pekerja menuju ke area resort.
Dilansir The Latin Times, para tamu akan direlokasi ke resort lain yang letaknya 48,2 km dari hotelnya. Menurut salah satu pekerja ini adalah penutupan resort pertama imbas kelangkaan BBM karena penutupan umumnya disebabkan oleh cuaca buruk. Pada saat yang sama, Kuba sudah membatasi transportasi publik antar-provinsi. Selain itu, sejumlah fasilitas pendidikan juga terpaksa ditutup dan warga diminta untuk bekerja di rumah sementara waktu.
2. Kuba peringatkan maskapai penerbangan soal habisnya avtur

Pemerintah Kuba juga memperingatkan kepada seluruh maskapai internasional yang beroperasi di negaranya bahwa cadangan avtur akan habis. Bahkan, cadangan avtur akan habis dalam waktu 24 jam pada Senin (9/2/2026) imbas blokade AS.
Dilansir EFE, maskapai penerbangan yang terdampak mayoritas berasal dari Amerika, Spanyol, Panama, dan Meksiko. Namun, maskapai internasional yang beroperasi di Kuba itu masih belum memberikan keterangan soal perubahan rute dan jadwal penerbangan.
3. Industri pariwisata Kuba alami penurunan

Pada 2025, industri pariwisata Kuba mengalami penurunan signifikan karena hanya 1,8 juta turis yang datang. Padahal sebelum pandemik COVID-19, rerata kunjungan wisatawan mancanegara ke Kuba mencapai lebih dari 4 juta orang.
Sementara, wisatawan mancanegara di Kuba mayoritas berasal dari Kanada sebesar 754.010 orang dan Rusia sebesar 131.882 orang. Meskipun demikian, kunjungan turis dari kedua negara tersebut juga mengalami penurunan signifikan.
Sebagai informasi, pariwisata adalah sektor ekonomi fundamental dan berkontribusi besar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Kuba. Kebijakan blokade AS semakin membuat sektor pariwisata Kuba meredup.


















