KSAD Maruli Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi Terbarukan di Bali

- KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak meninjau proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik di Denpasar sebagai dukungan TNI AD terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan ketahanan energi nasional.
- Maruli dikenalkan teknologi pirolisis yang mampu mengubah sampah menjadi Bahan Bakar Minyak terbarukan, sekaligus mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir secara signifikan.
- Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan proyek PSEL rampung dalam 18 bulan dan beroperasi pada Desember 2027 sebagai solusi jangka panjang penanganan sampah serta pengembangan energi terbarukan.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ke Bali pada Jumat (22/5/2026), untuk meninjau dan melakukan koordinasi terkait pengelolaan sampah terpadu serta pengembangan energi terbaru. Kawasan yang ditinjau Maruli dan Gubernur Bali, Wayan Koster, berada di Kawasan Pesanggaran, Pedungan, Denpasar Selatan.
Area tersebut milik PT Pelindo dan mencapai luas enam hektare. Di sana, rencananya akan dibangun proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
"Kunjungan itu merupakan bagian dari dukungan TNI AD terhadap program pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sampah menjadi sumber energi alternatif," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, di dalam keterangan pada Sabtu (23/5/2026).
Di acara itu, jenderal bintang empat tersebut turut dikenalkan teknologi pirolisis yakni teknologi pengolahan sampah menjadi energi berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) terbarukan. "Ini merupakan langkah awal dan bentuk dukungan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan yang mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi bernilai ekonomis," tutur dia.
1. KSAD Maruli dikenalkan teknologi pirolisis untuk menghasilkan BBM terbarukan

Lebih lanjut, Maruli turut melihat langsung kick off pematangan lahan proyek PSEL di lahan milik PT Pelindo pada Jumat siang kemarin. Maruli dan sejumlah pejabat tinggi melihat langsung proses pemadatan lahan yang telah berlangsung sejak dua hari terakhir. Sejumlah alat berat tampak bekerja meratakan dan memadatkan area yang nantinya menjadi lokasi pembangunan fasilitas insinerator PSEL pertama di Pulau Dewata.
Mantan Pangkostrad itu juga dikenalkan dengan teknologi pirolosis, yakni teknologi pengolahan sampah menjadi energi berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) terbarukan. Kementerian Koordinator Bidang Pangan sebelumnya mengatakan, teknologi pirolisis difokuskan untuk mengurai tumpukan sampah lama yang sudah menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah awal mendukung pemanfaatan teknologi ramah lingkungan yang mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi bernilai ekonomis," ujar Donny.
2. KSAD berharap bisa kolaborasi lintas sektor untuk kembangkan energi terbarukan

Maruli kemudian turut melakukan pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas langkah strategis pengembangan energi berbasis pengolahan sampah. Selain itu, Maruli membuka peluang untuk berkolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan energi nasional.
"Melalui kegiatan tersebut, TNI AD menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program strategis pemerintah, khususnya di bidang pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah terpadu dan pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan nasional yang berkelanjutan," kata Donny.
3. Proyek PSEL diharapkan beroperasi pada Desember 2027

Sementara, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pembangunan PSEL ditargetkan rampung selama 18 bulan. Fasilitas itu akan menjadi pusat pengolahan sampah regional yang mengubah sampah menjadi energi listrik. Kemudian, energi itu disalurkan dan dijual ke PLN.
Koster berharap keberadaan PSEL dapat menjadi solusi jangka panjang penanganan persoalan sampah di Bali. Selain itu, langkah ini bisa mendukung pengembangan energi terbarukan di Pulau Dewata.
"Aspirasi masyarakat harus didengar dan menjadi bagian penting dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan proyek ini," kata Koster.
Gubernur dari PDI Perjuangan (PDIP) itu juga menyampaikan bahwa PSEL yang sedang dipersiapkan saat ini ditargetkan bisa beroperasi pada Desember 2027.


















