ilustrasi Seoul, Korea Selatan (pexels.com/Nuhyil Ahammed)
Penertiban tentu bisa membantu, tapi belum tentu menyelesaikan akar masalah jika ketersediaan tempat parkir masih terbatas. Penelitian dalam jurnal Transport Policy menunjukkan adanya ketimpangan antara kebutuhan parkir skuter dan jumlah fasilitas yang tersedia di berbagai kawasan Seoul. Studi tersebut juga menilai bahwa kerja sama antara pemerintah dan berbagai pihak menjadi faktor penting untuk membuat sistem parkir skuter berjalan lebih efektif. Jadi, solusinya bukan hanya meminta pengguna lebih tertib, tapi juga memastikan tersedia infrastruktur yang mendukung perilaku tersebut.
Pemerintah Seoul sendiri telah menyatakan rencana untuk membuat area parkir khusus personal mobility, terutama di lokasi dengan penggunaan skuter yang tinggi. Area tersebut direncanakan dengan mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk lokasi stasiun subway, halte bus, titik penggunaan sepeda publik, dan jumlah kasus penarikan kendaraan. Di sisi lain, operator penyewaan juga perlu memastikan pengguna gak bisa begitu saja mengakhiri perjalanan dengan meninggalkan skuter di tengah trotoar. Kalau setiap moda transportasi punya ruang yang jelas, kamu sebagai pejalan kaki gak perlu terus-menerus menebak dari arah mana kendaraan akan muncul.
Seoul sebenarnya gak harus meninggalkan sepeda, skuter listrik, atau berbagai moda transportasi baru hanya demi membuat trotoar kembali nyaman. Semua moda tersebut punya manfaat untuk perjalanan masyarakat, terutama ketika digunakan untuk jarak pendek atau menghubungkan perjalanan dengan transportasi umum. Tantangannya adalah memastikan perkembangan moda transportasi tersebut diikuti infrastruktur dan aturan yang mampu melindungi pejalan kaki. Dengan begitu, kenyamanan pengguna kendaraan gak perlu diperoleh dengan mengorbankan orang yang hanya ingin berjalan kaki.
Trotoar seharusnya menjadi ruang tempat kamu bisa berjalan tanpa harus terus menoleh ke belakang. Anak-anak perlu bisa berjalan tanpa sibuk menghindari roda, sementara lansia dan pengguna kursi roda seharusnya gak dipaksa mencari jalan alternatif karena trotoar terhalang kendaraan. Pemerintah Seoul sudah melakukan penertiban dan mulai memikirkan area parkir khusus, tapi pemerataan infrastruktur masih menjadi tantangan. Kalau ruang untuk setiap pengguna dibuat lebih jelas, trotoar Seoul punya peluang untuk kembali menjadi tempat berjalan yang aman dan nyaman.