Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemenhut Bakal Digitalisasi Layanan Aduan hingga Tiket Taman Nasional

Kemenhut Bakal Digitalisasi Layanan Aduan hingga Tiket Taman Nasional
Menhut Raja Juli Antoni rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). (Dok. Kemenhut)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kemenhterian Kehutanan (Kemenhut) bakal memperbaiki layanan publik berbasis digital. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni telah meminta seluruh unit eselon I memetakan layanan yang dimiliki agar dapat menentukan prioritas digitalisasinya.

Beberapa digitalisasi yang dilakukan, yakni etiket Taman Nasional, pengaduan dalam penegakan hukum (Gakkum), Portal Elektronik Surat Angkut Tumbuhan Alam dan Satwa Liar (Pesats) hingga Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi).

“Saya kira kita bisa kumpulkan semua layanan dari masing-masing direktorat jenderal, lalu kita lihat mana yang menjadi prioritas untuk diperbaiki dengan sistem online dan antrean. Saya masih melihat ada loket yang seperti loket pembayaran listrik zaman dulu,” ujarnya dalam rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).

1. Digitalisasi layanan jadi salah satu agenda prioritas

5236E667-2707-473D-B78F-BE28A911CD3C.jpeg
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengunjungi Pusat Latihan Gajah (PLG) Bentang Seblat, Bengkulu pada Jumat (11/12/2025). (Dok. Kemenhut)

Menhut menjelaskan, pembenahan pelayanan tersebut menjadi salah satu agenda prioritas yang akan terus dikawal. Selain meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Menhut berharap transformasi digital dapat memperkuat reformasi birokrasi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan Kemenhut.

“Ini agenda yang akan saya perbaiki supaya apa yang diinginkan Bapak Presiden Presiden terkait ease of doing business bisa terwujud. Orang bisa berbisnis dengan baik karena pelayanannya cepat, sementara kita juga memperoleh kepuasan dalam memberikan layanan dan meningkatkan indeks reformasi birokrasi,” kata Raja Antoni.

2. Menhut sebut Kemenhut harus mengikuti perkembangan zaman

70013878-8ACB-4276-9E1B-976CDBD3EC01.jpeg
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengunjungi Pusat Latihan Gajah (PLG) Bentang Seblat, Bengkulu pada Jumat (11/12/2025). (Dok. Kemenhut)

Menhut mengatakan, wajah pelayanan publik di Kemenhut juga harus mengikuti perkembangan zaman. Ia menilai masih terdapat layanan yang menggunakan pola konvensional sehingga perlu dibenahi menjadi lebih modern, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Padahal pelayanan yang baik sudah seperti di perbankan, terbuka, antreannya tertata, bahkan masyarakat bisa memilih jadwal kedatangan dan mengetahui nomor antreannya sebelum datang,” ujar dia.

3. Menhut mendorong perbaikan pelayanan Kemenhut kepada publik

887A88FD-531B-4453-9E10-BCB285B0F427.jpeg
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni kunjungi Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan, Rabu (28/1/2026). (Dok. Kemenhut)

Meskipun ia menilai perubahan di lingkungan Kemenhut mulai menunjukkan hasil yang positif, tidak hanya karena penyempurnaan regulasi, tetapi juga perubahan pola pikir dan budaya kerja.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada temen-temen di pusat maupun di balai, saya merasakan progres yang luar biasa. Dulu yang rasanya tidak mungkin, sekarang jadi mungkin, dengan perubahan mindset, kultur maupun regulasi yang kita lakukan. Kita perbaiki pelayanan kita terutama kepada publik,” kata Menhut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More