Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebakaran Rumah Sakit di Pakistan Menewaskan 14 Bayi di Ruang Rawat

Kebakaran Rumah Sakit di Pakistan Menewaskan 14 Bayi di Ruang Rawat
ilustrasi kebakaran (pexels.com/Pixabay)
  • Kebakaran di bangsal ibu dan anak PIMS Islamabad pada 26 Agustus 2026 menewaskan sedikitnya 14 bayi baru lahir. Api diduga berasal dari korsleting unit pendingin udara.
  • Dari 16 bayi di ruangan saat kebakaran, petugas dan tenaga medis dilaporkan hanya menyelamatkan satu bayi. Keluarga korban menyoroti pintu terkunci serta minimnya fasilitas keselamatan.
  • Perdana Menteri Shehbaz Sharif memerintahkan penyelidikan menyeluruh dan menjanjikan tindakan tegas. Tragedi ini kembali menyorot keterbatasan sumber daya serta lemahnya penerapan standar keselamatan rumah sakit pemerintah Pakistan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kebakaran hebat melanda ruang perawatan ibu dan anak di Rumah Sakit Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS), Islamabad, Pakistan, pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Peristiwa tragis ini menewaskan sedikitnya 14 bayi baru lahir yang sedang menjalani perawatan medis di gedung pemerintah tersebut.

Insiden maut tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik pada sistem pendingin udara di lantai tiga bangsal rumah sakit milik pemerintah. Dari total 16 bayi yang berada di dalam ruangan saat api berkobar, petugas dan tenaga medis hanya berhasil menyelamatkan satu bayi.

  1. 1. Dugaan korsleting listrik di ruang perawatan bayi

    ilustrasi korsleting listrik
    ilustrasi korsleting listrik (pexels.com/La Miko)

    Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 07.00 waktu setempat di lantai tiga Pusat Kesehatan Ibu dan Anak PIMS. Dilansir Geo TV, sumber tim penyelamat menyebut kebakaran tersebut diduga kuat akibat korsleting listrik dari unit pendingin udara yang mengalami gangguan fungsi.

    Saat api melalap ruangan, terdapat 16 bayi baru lahir yang sedang dirawat di bangsal tersebut. Diduga kuat terbatasnya akses serta minimnya fasilitas keselamatan kebakaran di dalam ruangan membuat mayoritas bayi sulit dievakuasi.

    Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil memadamkan kobaran api beberapa saat setelah kejadian. Dilaporkan Geo TV, stasiun televisi lokal tersebut mencatat korban jiwa mencapai 15 bayi, sementara area bangsal rumah sakit langsung dipasang garis polisi pasca insiden.

  2. 2. Perdana Menteri Pakistan perintahkan penyelidikan menyeluruh

    potret Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif
    potret Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif (Khamenei.ir, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa rumah sakit rujukan di ibu kota tersebut. Dilansir Reuters, Shehbaz menginstruksikan otoritas terkait untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengusut penyebab pasti kebakaran.

    Melalui pernyataan tertulis di platform X, Shehbaz berjanji akan mengambil tindakan paling tegas terhadap siapa saja yang bertanggung jawab atas musibah ini. Dia juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan.

    Suasana duka menyelimuti area luar rumah sakit saat sejumlah ambulans dan keluarga korban memadati lokasi kejadian. Salah satu ibu yang kehilangan bayinya, Javeria, menyuarakan kepedihannya sembari menuntut keadilan atas kematian buah hatinya.

    "Berikan anakku, aku ingin keadilan," kata Javeria di luar rumah sakit sebagaimana dikutip Reuters via Internazionale. Orang tua korban lainnya, Mudasir, menuturkan bahwa hampir seluruh pintu ruangan terkunci saat kebakaran terjadi dan tidak ada fasilitas keamanan kebakaran yang memadai di dalam bangsal.

  3. 3. Sorotan atas minimnya standar keselamatan fasilitas kesehatan

    ilustrasi kamar rumah sakit
    ilustrasi kamar rumah sakit (pexels.com/Pixabay)

    Musibah kebakaran ini menjadi salah satu tragedi fasilitas kesehatan paling mematikan di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun layanan kesehatan pemerintah mendapatkan subsidi, fasilitas publik di negara tersebut kerap mengalami keterbatasan sumber daya serta kelebihan kapasitas.

    Lembaga pengawas fasilitas umum di Pakistan kerap mengkritik pengelolaan rumah sakit milik pemerintah yang dinilai buruk. Selain itu, aturan keselamatan bangunan dan kode proteksi kebakaran di negara tersebut dilaporkan sering diabaikan atau kurang ditegakkan.

    Insiden di rumah sakit rujukan utama warga Islamabad ini menambah panjang daftar kebakaran besar di negara tersebut. Dilansir Al Jazeera, pada Januari lalu, sedikitnya 65 orang meninggal dunia akibat kebakaran hebat yang melalap sebuah pusat perbelanjaan padat di kota pelabuhan Karachi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More