Serangan Bom dan Senjata di Pakistan, 48 Orang Tewas!

48 orang tewas dalam serangan bom dan senjata di Provinsi Balochistan, Pakistan.
Pakistan menduga BLA dibantu India dan serangan dipicu perebutan sumber daya alam.
Balochistan ingin merdeka dari Pakistan sejak 1948 karena wilayahnya kaya akan sumber daya mineral dan gas.
Jakarta, IDN Times - Serangan bom dan senjata dilaporkan terjadi di seluruh wilayah Provinsi Balochistan, Pakistan, pada Sabtu (31/1/2026) pagi waktu setempat. Serangan tersebut sejauh ini dilaporkan sudah menewaskan 48 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 31 warga sipil dan 17 pasukan militer.
Serangan tersebut dilakukan oleh Tentara Pembebasan Balochistan (BLA) di 12 kota yang ada di Provinsi Balochistan. Mereka menyerang warga sipil menggunakan senjata dan bom. Selain itu, mereka juga menyerang gedung pemerintah dan kantor polisi.
BLA mengklaim puluhan pasukannya juga tewas dalam aksi tersebut. Sebagai informasi, BLA merupakan kelompok pemberontak yang ingin memerdekakan Balochistan dari Pakistan.
1. Pakistan menduga BLA dibantu India

Kepala Menteri Provinsi Balochistan, Sarfraz Bugti, mengatakan pasukan militer Pakistan telah diturunkan untuk melawan pasukan BLA. Menurut Bugti, mereka berhasil menembak mati 145 pasukan BLA yang melakukan serangan.
Pemerintah Pakistan menuding India turut andil dalam serangan yang dilakukan BLA. Pakistan menduga India memberikan bantuan kepada BLA untuk melakukan teror bom dan senjata di Provinsi Balochistan.
Namun, India sudah berulang kali membantah tuduhan tersebut. New Delhi menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan bisa mencoreng nama baik negara.
2. Serangan dipicu perebutan sumber daya alam

Serangan massif yang dilakukan BLA di Provinsi Balochistan dipicu oleh perebutan sumber daya alam. Awalnya, BLA melakukan protes kepada Pemerintah Federal Pakistan karena telah mengeksploitasi sumber daya mineral di Balochistan secara massif.
BLA juga protes kepada Pakistan karena tidak ada satupun warga di Balochistan yang mendapat keuntungan dari eksploitasi tersebut. Namun, Pakistan membantah semua tuduhan itu. Bahkan, mereka menyebut BLA sebagai pasukan teroris dan berjanji akan terus memerangi mereka hingga tuntas.
"Kami berjanji untuk melanjutkan perang melawan terorisme hingga berhasil memberantasnya secara total," tegas Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, seperti dilansir BBC.
3. Balochistan ingin merdeka dari Pakistan sejak 1948

Balochistan sendiri merupakan provinsi terbesar yang ada di Pakistan dengan jumlah populasi 240 juta orang. Wilayah provinsi tersebut mencakup hampir 44 persen wilayah teritorial Pakistan. Nama Balochistan diambil dari nama Suku Baloch, suku terbesar yang mendiami provinsi tersebut.
Provinsi Balochistan juga terkenal kaya akan sumber daya mineral dan gas. Oleh karena itu, provinsi ini menjadi aset berharga bagi Pakistan karena bisa menghasilkan keuntungan finansial.
Namun, sejak 1948, warga lokal Balochistan sudah sering melakukan pemberontakan terhadap Pemerintah Pakistan. Sebab, mereka ingin Balochistan merdeka dari Pakistan dan menjadi negara berdaulat.



















