Jakarta, IDN Times - Kelompok pemberontak Houthi di Yaman melancarkan serangan udara menggunakan rudal balistik dan drone yang menghantam beberapa kamp militer milik pasukan pemerintah pada Kamis (6/8/2026). Serangan terkoordinasi ini menyasar sejumlah pangkalan di Yaman bagian tengah dan timur, menjadikannya salah satu eskalasi paling berdarah dalam beberapa tahun terakhir.
Terdapat perbedaan laporan mengenai jumlah korban tewas dalam insiden ini. Laporan medis awal menyebutkan sedikitnya 38 prajurit tewas, yang kemudian dilaporkan melonjak hingga 58 korban jiwa. Namun, pernyataan resmi dari Komando Operasi Bersama militer Yaman merilis jumlah korban tewas yang lebih rendah, yakni 18 personel militer (termasuk satu perwira). Sementara itu, puluhan prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
