Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Setelah 8 Tahun, AS Akhirnya Cabut Sanksi Presiden Venezuela

Setelah 8 Tahun, AS Akhirnya Cabut Sanksi Presiden Venezuela
Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez (Presidencia El Salvador, CC0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Amerika Serikat mencabut sanksi terhadap Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, setelah delapan tahun, menandai langkah awal pemulihan hubungan diplomatik kedua negara.
  • Rodriguez menyambut positif keputusan AS dan menilai pencabutan sanksi akan membuka peluang kerja sama ekonomi serta investasi asing di sektor minyak Venezuela.
  • Delegasi Venezuela mengunjungi Washington untuk memulai negosiasi baru, sementara AS menegaskan rencana pemilu bebas dan adil sebagai bagian dari masa transisi politik Venezuela.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS), pada Rabu (1/4/2026) akhirnya mencabut sanksi kepada Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez. Langkah ini menjadi awal dari perbaikan hubungan Washington dan Caracas.  

Sejak 2018, Rodriguez sudah masuk dalam sanksi Kementerian Keuangan AS karena termasuk orang terdekat eks Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Sanksi itu membuatnya dilarang masuk ke AS dan berhubungan dengan institusi di AS. 

Sebelumnya, Rodriguez sudah terpilih menjadi presiden sementara di Venezuela usai penangkapan Maduro oleh militer AS. Ia pun bersedia membuka kembali investasi asing di sektor minyak bumi. 

1. Rodriguez sambut baik pencabutan sanksi dari AS

Menanggapi kabar pencabutan sanksi, Rodriguez menyambut baik keputusan AS. Menurutnya, pencabutan sanksi ini akan mengawali arah baru hubungan baik antara AS dan Venezuela. 

“Keputusan Presiden AS Donald Trump adalah sebuah langkah besar ke arah normalisasi dan memperkuat relasi antara kedua negara. Kami percaya bahwa progres ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, investasi, dan membawa agenda kerja sama efektif untuk menguntungkan rakyat Venezuela,” paparnya, dikutip dari DPA International.

2. Delegasi Venezuela berkunjung ke AS

Pada saat yang sama, Wakil Menteri Venezuela untuk Eropa dan Amerika Utara, Oliver Blanco sudah mengadakan kunjungan ke Washington, AS. Lawatan ini menjadi awal dari perbaikan hubungan diplomatik antara AS dan Venezuela. 

“Kunjungan ini adalah representasi dari presiden untuk melanjutkan saluran komunikasi, aktivasi ulang hubungan komersial, menangani permasalahan, dan meningkatkan normalisasi hubungan untuk kesejahteraan bersama,” katanya, dikutip dari EFE.

Blanco menjadi bagian dari delegasi Venezuela yang dipimpin oleh Kuasa Usaha Venezuela di AS, Felix Plasencia. Ia ditunjuk untuk memimpin tahap baru negosiasi antara AS dan Venezuela.  

3. Rubio sebut Venezuela akan mengadakan pemilu yang bebas dan adil

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan bahwa rakyat Venezuela harus bersabar karena nanti akan ada pemilihan umum (pemilu) yang bebas dan adil. Saat ini, Venezuela berada di masa transisi dan pemulihan ekonomi. 

Dilansir The Latin Times, ia menambahkan, sesuai rencana AS ada tiga tahap, yakni stabilisasi, pemulihan, dan transisi di Venezuela. Menurutnya, tahap pertama sudah dicapai untuk mengurangi migrasi massal dan demonstrasi besar, atau konflik internal di Venezuela. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More