Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Topan Dujuan Tewaskan 6 Orang di Jepang, 6 Lainnya Hilang

4 min read
Topan Dujuan Tewaskan 6 Orang di Jepang, 6 Lainnya Hilang
ilustrasi banjir (pexels.com/Imad Clicks)
  • Topan Dujuan menewaskan enam orang dan membuat sedikitnya enam lainnya hilang akibat tanah longsor di Kanagawa dan Chiba; operasi pencarian melibatkan polisi, damkar, dan JSDF.
  • Hujan ekstrem memecahkan rekor di Oshima dan sejumlah wilayah Chiba, memicu banjir serta longsor. JMA memperingatkan risiko susulan, sementara Disaster Relief Act berlaku di 25 munisipalitas.
  • Hingga Selasa sore, 42.260 rumah tangga masih padam listrik. Layanan kereta terganggu, ratusan penerbangan dibatalkan, dan sebagian besar perintah evakuasi dicabut setelah topan menjauh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times  - Enam orang tewas dan sedikitnya enam lainnya hilang setelah Topan Dujuan membawa hujan lebat, angin kencang, banjir, dan tanah longsor ke wilayah timur Jepang pada Senin (21/9/2026). 

Topan tersebut juga memicu pemadaman listrik dan mengganggu penerbangan serta layanan kereta. Sebagian besar perintah evakuasi dicabut pada Selasa (22/9/2026) setelah Dujuan bergerak menjauh dari pesisir timur Jepang.

  1. 1. Tanah longsor tewaskan enam orang di Kanagawa dan Chiba

    ilustrasi tanah longsor
    ilustrasi tanah longsor (pexels.com/Franklin Peña Gutierrez)

    Dilansir The Japan Times, enam orang tewas dan sedikitnya enam lainnya hilang usai sejumlah tanah longsor menghantam rumah-rumah di Prefektur Kanagawa dan Chiba. Polisi, petugas pemadam kebakaran (damkar), dan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) melakukan pencarian di kedua prefektur tersebut. 

    Di Kota Yokosuka, Kanagawa, seorang perempuan berusia 64 tahun ditemukan meninggal setelah rumahnya terkena longsoran lumpur. Sekitar satu kilometer dari lokasi itu, pasangan berusia 70-an juga hilang usai tanah longsor menghantam rumah mereka. 

    Dua orang lainnya hilang di Kota Miura, Kanagawa. Seorang perempuan berusia 20-an belum ditemukan setelah lumpur dan puing-puing masuk ke lantai pertama gedung apartemennya. Di lokasi berbeda, seorang perempuan juga hilang usai tanah longsor merusak bangunan tempat tinggalnya. 

    Sementara di Sodegaura, Prefektur Chiba, seorang pekerja berusia 51 tahun meninggal setelah dirinya dan alat berat yang dioperasikannya jatuh ke rumpun bambu saat membersihkan lumpur dan puing dari jalan dekat lokasi longsor. Polisi masih menyelidiki insiden tersebut.

    Di Sanmu, Chiba, sebuah rumah ambruk lantaran tanah longsor. Seorang perempuan berusia 70-an sempat dibawa ke rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia.

    Tanah longsor juga menghantam dua rumah di Kamogawa, Chiba. Pasangan berusia 80-an tewas, sementara dua laki-laki berusia 60-an dan 70-an masih belum ditemukan. 

    Laporan terakhir tercatat di Kota Mobara, Chiba, yang mana seorang perempuan berusia 80-an juga dinyatakan meninggal usai rumahnya ambruk.

  2. 2. Curah hujan pecahkan rekor di sejumlah wilayah

    hujan deras
    ilustrasi hujan deras (pexels.com/BLACK IBEX)

    Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan khusus tanah longsor tingkat tertinggi untuk sejumlah wilayah Kepulauan Izu, termasuk Oshima. Curah hujan di Oshima mencapai 832 milimeter dalam 48 jam hingga Selasa pukul 01.30 waktu setempat (JST), tertinggi yang pernah tercatat di wilayah tersebut. 

    Rekor hujan juga tercatat di Chiba. Wilayah Sakahata di Kimitsu menerima 476,5 milimeter hujan dalam 48 jam hingga pukul 01.50, sedangkan Ichihara mencatat 487 milimeter hingga pukul 02.40.

    Banjir masih menggenangi kawasan sekitar Stasiun JR Sakura pada Selasa setelah Sungai Takasaki meluap. Air mencapai nyaris satu meter di beberapa lokasi. Sejumlah kendaraan, termasuk truk, terjebak di kawasan tersebut, sementara petugas damkar menggunakan perahu karet untuk membantu warga. Lebih dari 470 bangunan di Kanagawa, Chiba, dan Ibaraki juga dilaporkan terdampak.

    JMA memperingatkan risiko tanah longsor masih ada meski hujan telah berhenti karena air telah terakumulasi di dalam tanah. Warga di wilayah Kanto juga diminta mewaspadai banjir di dataran rendah serta kenaikan atau luapan sungai. Kantor Kabinet Jepang juga menerapkan Disaster Relief Act di 25 munisipalitas akibat hujan deras yang dibawa Dujuan.

  3. 3. Listrik dan transportasi masih terganggu akibat Dujuan

    Sebanyak 42.260 rumah tangga di empat prefektur masih mengalami pemadaman listrik hingga Selasa pukul 16.30, menurut Tokyo Electric Power Grid. Sebagian besar pemadaman terjadi di Chiba, sedangkan gangguan lainnya terjadi di Kanagawa, Yamanashi, dan Shizuoka. 

    Sejumlah layanan kereta juga dihentikan atau dibatalkan, termasuk beberapa bagian jalur Sobu, Narita, dan Sotobo milik Perusahaan Kereta Api Jepang Timur (JR East). Keikyu menghentikan layanan antara Stasiun Kanazawa-Hakkei dan Horinouchi serta antara Miurakaigan dan Misakiguchi.

    Dilansir BBC, ratusan penerbangan dibatalkan lantaran topan tersebut. Pada puncak badai hari Senin, pihak berwenang memperingatkan adanya ancaman terhadap keselamatan nyawa dan meminta 1,9 juta orang menuju tempat perlindungan.

    Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melalui platform X menyampaikan belasungkawa dan simpati terhadap para korban. Ia juga mengatakan telah menginstruksikan pejabat pemerintah untuk menangani dampak topan.

    "Dengan rasa urgensi, saya menginstruksikan Kepala Sekretaris Kabinet Takehara dan Menteri Hosono untuk merespons dengan kesiapan penuh," tulis Takaichi di X.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More