Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Di KTT G7, Trump Yakin Kesepakatan Iran Akan Bawa Dampak Global

Di KTT G7, Trump Yakin Kesepakatan Iran Akan Bawa Dampak Global
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertolak ke KTT G7 di Evian, Prancis. (AFP/MANDEL NGAN)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Donald Trump membawa kesepakatan damai AS-Iran ke KTT G7 di Prancis, menegaskan potensi besar bagi stabilitas global meski rincian perjanjian belum sepenuhnya dipublikasikan.
  • Para pemimpin G7 membahas pembukaan kembali Selat Hormuz dan operasi pembersihan ranjau laut untuk memulihkan jalur perdagangan energi dunia setelah konflik yang memicu lonjakan harga minyak.
  • Kesepakatan tersebut masih menuai pertanyaan terkait program nuklir Iran, mekanisme verifikasi, serta paket insentif ekonomi yang mencakup pelonggaran sanksi dan pencairan dana rekonstruksi besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memulai agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis. Kehadirannya sekaligus memamerkan klaim keberhasilan diplomatik yang disebutnya dapat mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung sekitar 15 pekan.

Kesepakatan yang diumumkan beberapa hari sebelum KTT itu langsung menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan para pemimpin negara industri maju. Trump menyebut perjanjian tersebut berpotensi menjadi terobosan besar bagi keamanan global sekaligus membuka babak baru hubungan Washington dan Teheran.

Meski demikian, rincian lengkap kesepakatan belum dipublikasikan. Sejumlah aspek penting masih akan dibahas dalam perundingan teknis selama 60 hari ke depan sebelum implementasi penuh dilakukan.

Trump tiba di Evian-les-Bains dengan posisi politik yang relatif lebih kuat dibanding beberapa pekan sebelumnya. Konflik dengan Iran yang memicu lonjakan harga energi dunia sempat menuai kritik dari sejumlah pemimpin Eropa dan menimbulkan kekhawatiran di dalam negeri Amerika Serikat.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelum makan malam kerja para pemimpin G7, Trump menegaskan, kesepakatan dengan Iran akan memberikan dampak luas bagi stabilitas internasional.

“Saya pikir banyak hal besar akan terjadi di Timur Tengah saat ini, dan yang sangat penting harga minyak turun tajam dan pasar saham melonjak seperti roket hari ini. Kesepakatan Iran yang kami buat akan membawa banyak keberhasilan bagi dunia,” kata Trump, dikutip dari Korea Herald, Selasa (16/6/2026).

1. Kesepakatan Iran ubah suasana pertemuan G7

Di KTT G7, Trump Yakin Kesepakatan Iran Akan Bawa Dampak Global
Logo KTT G7 2026 di Prancis. (AFP/LUDOVIC MARIN)

Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan mengubah dinamika pertemuan G7 yang berlangsung selama tiga hari. Sebelumnya, hubungan Trump dengan sejumlah pemimpin Eropa sempat memanas karena keputusan Washington terlibat dalam konflik tanpa konsultasi yang memadai dengan sekutu-sekutunya.

Trump diketahui memiliki perbedaan pandangan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni tentang penanganan konflik tersebut.

Namun, pengumuman kesepakatan sebelum KTT berlangsung membuat suasana menjadi lebih positif. Macron secara terbuka menyambut langkah yang diambil Washington dan Teheran.

“Ini adalah hal yang sangat penting bagi perdamaian seluruh dunia,” ujar Macron saat bertemu Trump.

Para pemimpin G7 juga dijadwalkan membahas dampak kesepakatan terhadap keamanan kawasan Timur Tengah. Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama konflik menjadi titik ketegangan utama.

Macron bahkan mengundang pemimpin Mesir, Qatar, dan Uni Emirat Arab untuk mengikuti sesi khusus mengenai Timur Tengah pada hari ini, dengan Iran menjadi salah satu topik utama pembahasan.

“Tujuannya adalah menilai implikasi dari kesepakatan ini, dukungan bagi Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz dalam jangka panjang, dan tentu saja mencapai kesepakatan mengenai program nuklir dan rudal balistik Iran,” kata Macron.

2. Pembukaan Selat Hormuz dan operasi pembersihan ranjau

Peta Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Selain membahas kesepakatan damai, para pemimpin G7 juga akan menyoroti upaya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute perdagangan energi terpenting di dunia.

Selama konflik berlangsung, lalu lintas kapal tanker di kawasan itu praktis terhenti karena ancaman ranjau laut dan meningkatnya risiko keamanan. Situasi tersebut turut memicu kenaikan harga minyak global.

Gedung Putih menyatakan Trump akan mendiskusikan rencana pembersihan ranjau laut bersama para pemimpin negara sekutu. Inggris dan Prancis telah menyatakan minat untuk membantu operasi tersebut setelah konflik benar-benar mereda.

Macron mengatakan, Prancis siap mengirim berbagai aset militer, termasuk kapal penyapu ranjau, dalam beberapa hari ke depan untuk membantu mengamankan jalur pelayaran.

Meski kesepakatan membuka Selat Hormuz dan mengakhiri blokade laut Amerika Serikat telah diumumkan, pejabat senior AS memperkirakan dibutuhkan waktu beberapa pekan sebelum lalu lintas kapal kembali normal.

Pemulihan kepercayaan perusahaan pelayaran dan operator kapal tanker menjadi tantangan tersendiri setelah berbulan-bulan kawasan tersebut menjadi pusat konflik.

Sebelumnya, Trump juga merayakan kesepakatan itu melalui media sosial dengan mengatakan, “Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!”

Namun Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan penutupan Selat Hormuz masih akan berlangsung hingga kesepakatan resmi ditandatangani.

3. Trump hadapi pertanyaan soal nuklir Iran

Donald Trump sedang hormat.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Meski mendapat sambutan positif dari sejumlah pemimpin dunia, kesepakatan yang dibawa Trump ke G7 masih menyisakan banyak pertanyaan, terutama tentang program nuklir Iran.

Hingga kini, Pemerintah Amerika Serikat belum menjelaskan secara rinci mekanisme verifikasi kepatuhan Iran terhadap kesepakatan tersebut. Belum ada kejelasan mengenai siapa yang akan mengawasi pelaksanaan komitmen Teheran maupun nasib sekitar 441 kilogram uranium yang diperkaya tingkat tinggi yang diyakini tersimpan di fasilitas nuklir Iran.

Isu lain yang menjadi sorotan adalah paket insentif ekonomi yang disebut menjadi bagian dari nota kesepahaman tersebut. Pejabat senior AS mengatakan perjanjian membuka kemungkinan pencairan dana Iran yang dibekukan, pelonggaran sanksi, serta pembentukan dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp5.313 triliun.

Menurut pejabat AS, seluruh insentif itu akan diberikan secara bertahap jika Iran memenuhi target-target tertentu yang ditetapkan Washington.

Trump menolak perbandingan antara kesepakatan ini dengan perjanjian nuklir era Presiden Barack Obama pada 2015 yang pernah ditinggalkannya pada 2018.

“Kami bernegosiasi dari posisi yang kuat. Dia pada dasarnya hanya membayar mereka,” kata Trump dalam wawancara dengan The New York Times.

Meski demikian, kritik tetap muncul dari kalangan Demokrat maupun sebagian anggota Partai Republik. Senator Demokrat, Mark Warner, menilai perjanjian lama memiliki sistem pengawasan internasional yang lebih jelas.

“Untuk semua kritiknya terhadap JCPOA, kami memiliki pengamat internasional, kami benar-benar memiliki aliansi yang mencakup negara-negara Eropa, dan Rusia serta China juga menjadi penandatangan,” ujar Warner.

Sementara itu, Senator Republik, Lindsey Graham, meminta agar Kongres diberi kesempatan meninjau dan memberikan suara terhadap setiap kesepakatan nuklir dengan Iran. “Saya agak khawatir bahwa pandangan Iran terhadap perjanjian ini tampaknya berbeda dengan yang diklaim tim negosiasi Amerika,” kata Graham.

Setelah fokus pada konflik Iran, Trump mengatakan perhatian berikutnya akan diarahkan pada perang Rusia-Ukraina yang juga menjadi agenda utama KTT G7.

“Sekarang setelah ini selesai, kami akan fokus pada itu,” ujar Trump merujuk pada upaya diplomatik untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More