Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ukraina Desak NATO Bertindak soal Rudal Rusia di Perbatasan

ilustrasi bendera Ukraina
ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/madara_p)
Intinya sih...
  • Ukraina desak NATO dan negara Barat untuk tekan Rusia
  • AS peringatkan serangan udara di Ukraina, minta warga AS waspada
  • Ukraina tunggu persetujuan AS soal jaminan keamanan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha mengecam serangan Rusia menggunakan rudal antarbenua (ICBM) ke Lviv, dekat perbatasan Polandia dan Uni Eropa (UE). Serangan ini disebut sebagai teror kepada warga sipil di Ukraina dan Eropa.

“Serangan ini membuat empat warga sipil, termasuk seorang dokter tewas dan terdapat puluhan orang yang terluka di ibu kota Kiev menyusul serangan Rusia yang mengerikan kali ini,” terangnya, dikutip dari United24, pada Jumat (9/1/2026).

Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengusulkan agar Amerika Serikat (AS) menculik Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov. Langkah ini untuk menekan Rusia agar bersedia berunding damai dengan Ukraina.  

1. Ukraina minta sekutu Barat untuk terus menekan Rusia

Sybiha mendesak negara-negara Barat dan NATO untuk menekan Rusia usai serangan menggunakan ICBM, Oreshnik di perbatasan UE. Tekanan itu termasuk sanksi tambahan dan bantuan militer kepada Ukraina. 

“Kami mengingatkan agar ada sanksi besar kepada Rusia untuk mengurangi sumber dayanya dalam meneror warga Ukraina. Bantuan pertahanan juga harus ditingkatkan untuk Ukraina agar dapat melindungi rakyatnya dari serangan Rusia,” ungkapnya. 

Menurutnya, serangan dengan ICBM di perbatasan UE dan NATO adalah sebuah ancaman besar bagi keamanan Eropa. Saat ini, Ukraina akan memberitahukan detail serangan ini kepada AS dan Eropa. 

2. AS peringatkan soal serangan udara di Ukraina

Kedutaan Besar AS di Ukraina memperingatkan bahwa terdapat kemungkinan serangan udara besar-besaran Rusia ke Ukraina. Warga AS diperingatkan agar bersiaga dan segera berlindung jika ada sirine serangan udara. 

“Kami sudah mendapatkan informasi soal potensi serangan udara dalam beberapa hari ke depan. Kami memperingatkan warga AS di Ukraina untuk mempersiapkan diri dan segera melarikan diri ke shelter terdekat,” paparnya, dilansir Ukrinform.

Washington meminta warganya untuk terus mengikuti perkembangan di Ukraina lewat berita. Selain itu, selalu menyediakan persediaan makanan, minuman, dan obat-obatan. 

3. Ukraina tunggu persetujuan AS soal jaminan keamanan

Zelenskyy mengungkapkan bahwa dokumen perjanjian soal jaminan keamanan AS dan Ukraina sudah siap dan tinggal ditandatangani oleh Presiden AS, Donald Trump. Ia mengharapkan agar AS dan Eropa dapat bersatu soal jaminan keamanan di Ukraina. 

Dilansir Euronews, Presiden Ukraina keenam itu menyebut, masalah rumit soal kerangka akhir perang dapat diselesaikan dengan jaminan keamanan. Menurutnya, AS akan terlibat dengan Rusia dan mendapatkan masukan dari negara agresor untuk mengakhiri perang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Fakta-Fakta Kasus Korupsi Haji: Yaqut Tersangka, Diduga Rugikan Negara

10 Jan 2026, 09:32 WIBNews