Ukraina Larang Warganya ke Hungaria, Kenapa?

- Menlu Ukraina, Andrii Sybiha, melarang warganya bepergian ke Hungaria karena dianggap tidak aman akibat ketegangan diplomatik dan masalah akses minyak Rusia melalui pipa Druzhba.
- Ukraina menuduh Hungaria melanggar hukum internasional setelah menangkap tujuh staf Oschadbank serta menyita properti, dan mendesak pembebasan mereka tanpa syarat.
- Pemerintah Hungaria menuding staf bank Ukraina terlibat pencucian uang lintas negara dengan nilai mencapai miliaran dolar dan ratusan kilogram emas yang diselundupkan dari Austria.
Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina, Andrii Sybiha memperingatkan seluruh warga Ukraina untuk tidak bepergian ke Hungaria. Menurutnya, Hungaria tidak aman bagi warga Ukraina imbas masalah akses minyak Rusia.
“Kami menganjurkan warga Ukraina untuk tidak bepergian ke Hungaria karena ketidakmampuan kami menjamin keamanan dari aksi pemaksaan otoritas Hungaria,” terangnya, dikutip dari TVP World, Sabtu (7/3/2026).
Beberapa bulan terakhir, relasi Ukraina dan Hungaria terus memanas imbas masalah pipa Druzhba. Budapest menuding Kiev sengaja tidak memperbaiki pipa itu dan mendorong krisis energi di Hungaria.
1. Ukraina tolak penangkapan warga dan penyitaan properti di Hungaria
Sybiha menyebut, Hungaria tidak punya alasan untuk menangkap tujuh staf Oschadbank dan menyita properti. Aksi otoritas Hungaria tersebut disebut telah melanggar hukum internasional.
“Terdapat lima warga kami yang ditangkap dan dibawa ke perbatasan untuk dideportasi. Kami belum bisa memastikan ini. Namun, kami akan bertindak sesuai hukum internasional. Kami tidak akan membiarkan warga kami dipermalukan, ataupun provokasi terhadap Ukraina, dan pencurian properti Ukraina,” terangnya, dilansir dari Ukrinform.
Menlu Ukraina itu mendesak Hungaria segera membebaskan seluruh staf bank yang ditangkap. Menurutnya, tindakan itu adalah aksi terorisme dan sebuah sikap ketidakjujuran.
2. Sebut sebagai bagian dari pemerasan Hungaria
Sybiha memperingatkan agar Hungaria berhenti melibatkan Ukraina dalam politiknya dan kampanye pemilihan umum (pemilu). Ukraina berencana meminta respons dari rekannya, termasuk Uni Eropa (UE) atas aksi ini.
Ia menekankan, Ukraina tidak akan menoleransi segala bentuk kejahatan kepada warganya. Menurutnya, siapapun yang bertanggung jawab menculik warga Ukraina tanpa sebab harus menerima hukuman sepantasnya.
3. Hungaria sebut staf bank Ukraina melakukan pencucian uang
Kantor Administrasi Pajak dan Bea Cukai Hungaria (NAV) sudah mengajukan dakwaan kepada warga Ukraina yang ditangkap. Mereka diduga terlibat dalam kasus pencucian uang dan menyelundupkan sejumlah uang dari Austria ke Ukraina.
Pada saat yang sama, Menlu Hungaria, Peter Szijjarto meminta jawaban dari Ukraina soal tujuan penyelundupan dana tersebut. Menurutnya, penyelundupan itu adalah tindakan kriminal yang mengejutkan.
Ia menuding sejak Januari sudah ada 900 juta dolar AS (Rp15,2 triliun), 420 juta euro (Rp8,2 triliun), dan 146 kg emas yang dikirim oleh warga Ukraina. Mereka mengirim uang dan emas tersebut dari Austria lewat Hungaria.



















