Ukraina Perpanjang Mobilisasi dan Operasi Targetkan Fasilitas Rusia

- Zelenskyy mengatakan Kiev akan terus menekan Moskow dengan operasi baru sebagai balasan atas serangan Rusia.
- Operasi termasuk serangan ke dalam teritori Rusia dan merupakan bentuk pertahanan diri Ukraina.
- Serangan Rusia sebabkan ratusan ribu warga Ukraina tidak dapat akses penghangat.
- Serangan bertubi-tubi mengakibatkan rusaknya sistem energi di tengah musim dingin.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, pada Senin (12/1/2026) mengusulkan perpanjangan darurat militer dan mobilisasi di negaranya. Jika disetujui oleh Parlemen Ukraina, kebijakan itu akan dimulai pada 3 Februari 2026.
Kebijakan darurat militer dan mobilisasi total sudah diberlakukan di Ukraina sejak Februari 2022. Penerapan darurat militer ini terus diperpanjang hingga kini dan memiliki masa berlaku 90 hari.
Beberapa bulan terakhir, Ukraina sudah melancarkan serangan ke infrastruktur minyak Rusia. Serangan ini untuk mengurangi pendapatan Rusia yang digunakan untuk membiayai perang di Ukraina.
1. Ukraina akan terus menekan Rusia dengan operasi baru
Zelenskyy mengatakan bahwa Kiev akan terus menekan Moskow dengan operasi baru. Operasi ini sebagai balasan atas serangkaian serangan Rusia yang menargetkan infrastruktur sipil di Ukraina.
“Beberapa operasi sudah dirasakan oleh warga Rusia. Beberapa masih dalam perencanaan untuk dieksekusi. Saya sudah menyetujui salah satu operasi menargetkan Rusia,” ungkapnya, dikutip dari Politico.
Presiden Ukraina keenam itu menyebut operasi itu termasuk serangan ke dalam teritori Rusia. Ia menilai bahwa operasi ini bukan ancaman melainkan bentuk pertahanan diri Ukraina dari serangan Rusia.
2. Serangan Rusia sebabkan ratusan ribu warga Ukraina tidak dapat akses penghangat
Pada saat yang sama, Zelenskyy menyebut, serangan Rusia terakhir adalah teror mengerikan. Sebab, serangan bertubi-tubi itu mengakibatkan rusaknya sistem energi di tengah musim dingin.
Dilansir RFE/RL, Rusia sudah melancarkan hampir 1.100 serangan drone ke Ukraina. Selain itu, terdapat lebih dari 890 bom dan lebih dari 50 rudal berbagai tipe yang diluncurkan ke berbagai kota di Ukraina.
“Di beberapa wilayah, situasi masih tetap sulit setelah serangan Rusia ke sejumlah infrastruktur penting di Ukraina. Rusia sudah menargetkan rudal jarak menengah untuk menargetkan fasilitas energi, area permukiman, dan fasilitas non-militer lainnya,” ujarnya.
3. Wali Kota Kiev minta warga mengungsi karena putusnya penghangat
Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko menyerukan kepada warganya untuk mengungsi sementara waktu. Sebab, serangan Rusia pekan lalu telah mengakibatkan setengah dari bangunan apartemen di ibu kota Ukraina tanpa penghangat ruangan.
“Kami akan melakukan apapun yang bisa diselesaikan untuk menyelesaikan ini secepat mungkin. Namun, kombinasi serangan di Kiev adalah yang terburuk dan sudah mengenai infrastruktur krusial di ibu kota,” terangnya, dikutip dari The Kyiv Independent.
Sebagai informasi sekitar 6 ribu apartemen di Kiev sudah tidak dialisi penghangat ruangan imbas serangan Rusia. Tak hanya itu, serangan juga mengancam gangguan pada suplai air bersih dan listrik.


















