Wamenlu Iran: Pembalasan ke Israel adalah Mutlak!

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Muhammad Hassan Shaykh al-Islami menegaskan bahwa pembalasan Iran terhadap Israel adalah hal yang mutlak. Apalagi usai insiden tewasnya pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Iran pada 31 Juli 2024.
"Berdasarkan arahan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei dan jajaran petinggi kami, pembalasan untuk Israel ini adalah mutlak dan pasti," kata al-Islami, dalam jumpa pers di kediaman Duta Besar Iran di Jakarta, Selasa (13/8/2024).
"Tentu saja, kapan, bagaimana dan di mana respons itu akan dilakukan itu sebuah hal yang akan diputuskan para pejabat tinggi Iran didasari oleh kepentingan Iran," lanjut dia.
1. Diduga dua warga Iran terlibat kematian Haniyeh

Dugaan baru terkait tewasnya pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, Iran pada 31 Juli 2024, muncul. Fakta teranyar menyebutkan, pelaku pembunuhan Haniyeh diduga merupakan dua warga Iran.
Mengutip laporan Jewish Chronicle, kedua warga Iran ini merupakan anggota unit keamanan Ansar al-Mahdi dari Korps Garda Revolusi Islam Iran yang bertanggung jawab untuk melindungi tamu yang datang serta di tempat tinggalnya.
Diduga, mereka menyelundupkan bom dan menaruhnya di bawah tempat tidur Haniyeh dengan diminta oleh agen Mossad.
Warga negara Iran sendiri menyadari hal ini setelah pembunuhan terjadi, ketika para penjaga terlihat dalam rekaman kamera keamanan pada hari pembunuhan tersebut. Mereka bergerak diam-diam di lorong menuju kamar tempat Haniyeh akan menginap, membuka pintu dan memasuki kamar tersebut," bunyi laporan itu.
2. Dapat imbalan uang dan pindah ke Eropa

Mereka diberi imbalan berupa uang dalam jumlah besar. Selain itu, Mossad juga membantu keduanya untuk pindah ke salah satu negara di Eropa Utara.
"Berselang tiga menit, mereka terlihat meninggalkan kamar itu, menuruni tangga menuju pintu masuk utama gedung, dan masuk ke dalam mobil hitam," tulis laporan itu.
Setelah menaruh bom tanam, mereka langsung dievakuasi dari Iran oleh agen Mossad. Perencanaan pembunuhan ini sudah dilakukan berbulan-bulan.
Ketika mendapat kabar Haniyeh akan ke Teheran, Mossad, dengan bantuan unit intelijen, langsung mulai melaksanakan rencananya, yaitu melenyapkan Haniyeh di wisma tamu tempatnya biasa menginap jika berkunjung ke Teheran.
3. Israel masih bungkam

Pemerintah Iran dan Hamas menuding Israel adalah pelakunya. Tetapi, sampai hari ini Israel tidak membenarkan tuduhan tersebut pun tidak membantahnya.
The New York Times menjadi media pertama yang memberitakan fakta-fakta baru soal tewasnya Haniyeh di Iran. Haniyeh dilaporkan terakhir terlihat pada Selasa malam waktu setempat di sebuah pameran di Menara Milad, Teheran.
Sebelumnya, dia sempat bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Setelah itu, media Iran merilis foto-foto pertemuan antara Haniyeh dan Khamenei juga presiden baru Pezeshkian.
Pada pukul 02.00 dini hari, 31 Juli 2024, Haniyeh dilaporkan tewas terbunuh di kamar tempatnya menginap.

















