Tangani Sampah, DLH DKI Tutup Permanen TPS Liar

- DLH DKI Jakarta menutup permanen sejumlah TPS liar dan mempercepat penanganan sampah pascalibur Lebaran serta longsor di TPST Bantargebang yang sempat menghambat pengangkutan.
- Sistem kerja pengangkutan sampah kini dibagi menjadi tiga shift harian untuk mengurangi antrean truk dan menjaga efisiensi serta keselamatan para sopir.
- Beberapa titik seperti TPS Kali Anyar, Rawadas, dan Kencana telah dibersihkan dan ditutup permanen, dengan pengawasan gabungan agar tidak kembali digunakan sebagai tempat pembuangan.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat menangani penumpukan sampah di sejumlah titik dalam kota pascalibur Lebaran. Salah satunya dengan menutup permanen tempat pembuangan sampah (TPS) liar.
Kondisi ini juga dipicu oleh insiden longsor di TPST Bantargebang yang berdampak pada operasional pengangkutan sampah. DLH memastikan langkah percepatan dilakukan agar kenyamanan warga tetap terjaga.
1. Penumpukan sampah terjadi akibat longsor di Bantargebang dan libur Lebaran

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan, penumpukan sampah di beberapa titik terjadi setelah libur Lebaran dan adanya longsor di TPST Bantargebang.
“Pasca-Lebaran dan adanya kejadian longsor di TPST Bantargebang beberapa waktu lalu, terjadi penumpukan sampah di beberapa titik di dalam kota. Kami tidak menutup-nutupi kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar dia di Jakarta, dikutip dari siaran pers, Sabtu (4/4/2026).
Dia mengatakan, kondisi tersebut membuat DLH perlu melakukan penyesuaian operasional, khususnya dalam pengiriman sampah menuju TPST Bantargebang.
2. Pengangkutan sampah diatur tiga shift untuk kurangi antrean

DLH menegaskan, tidak ada pembatasan kuota pengiriman sampah. Sebagai gantinya, optimalisasi dilakukan melalui pengaturan sistem kerja, termasuk pembagian waktu pengangkutan menjadi tiga shift setiap hari.
Dengan pola ini, antrean truk sampah di area TPST Bantargebang diharapkan bisa diminimalkan. DLH juga memastikan waktu tunggu (dwelling time) truk tidak melebihi tiga jam.
“Kami ingin memastikan para sopir bekerja dalam kondisi aman dan teratur, sekaligus menjaga kelancaran operasional pengangkutan sampah,” kata Asep.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi distribusi, tetapi juga menjaga keselamatan dan kesehatan para pengemudi truk sampah.
3. TPS liar ditutup permanen, sejumlah titik sudah bersih

Selain mempercepat pengangkutan, DLH juga melakukan penanganan intensif di sejumlah lokasi penumpukan sampah. Di TPS Kali Anyar, proses pengosongan telah rampung dan kini kondisinya sudah bersih.
Sementara itu, TPS Rawadas yang merupakan TPS liar telah ditutup permanen melalui kolaborasi dengan kecamatan, kelurahan, dan Satpol PP di kawasan TPU Pondok Kopi. Hingga Rabu (1/4/2026) malam, lokasi tersebut telah bersih dari sampah.
Penanganan juga dilakukan di TPS Kencana di bawah ruas Tol Wiyoto Wiyono (Tol Tanjung Priok). Setelah pengosongan selesai, lokasi ini akan ditutup permanen dengan pemasangan pagar besi serta pengawasan melalui posko bersama yang melibatkan LMK, Satpol PP, dan kepolisian.
DLH menargetkan operasional pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang kembali normal dalam pekan ini. Sisa sampah pascaarus balik Lebaran juga diupayakan segera tertangani dan didistribusikan ke fasilitas pengolahan, termasuk RDF Plant.
“Kami berkomitmen mempercepat penanganan sampah di dalam kota agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Seluruh jajaran DLH terus bekerja maksimal agar kondisi segera pulih dan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan optimal,” kata Asep.



















