Anggota Kabinet Merah Putih Latihan Bersama di Bukit Tidar Magelang

Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran bersama seluruh Menteri dan Wakil Menteri
Kabinet Merah Putih selama tiga hari menyepi di Bulit Tidar, Magelang, lokasi
Akademi Militer dan Kepolisian RI, berseragam militer dan tidur ditenda. Mereka melakukan latihan baris-berbaris dan olah raga pagi bersama dengan pimpinan para taruna akademi yang tentu merasa bangga melaksanakan tugas tersebut.
Ini bukan untuk latihan militer bagi mereka, kalau ya tentu ini terlalu minimal, tetapi untuk membangkitkan semangat kebersamaam, bahwa mereka mengemban tugas di kementerian masing-masing untuk menghilangkan kemiskinan, mencerdaskan, dan meningkatkan bangsa Indonesia.
Semua ini mungkin kedengaran aneh buat mereka di luar bahkan di dalam pemerintahan,
namun ini merupakan tindakan bijaksana Presiden Prabowo dalam menggembleng para
menteri dan wakil menteri yang membantunya memimpin bangsa Indonesia bergerak maju untuk mencapai cita-cita bersama. Presiden Prabowo tidak takut dipandang enteng
atau bahkan ditertawakan melakukan ini semua, karena justru mendidik semua menjadi
patriot bangsa. Ini kembali, bukan pendidikan militer, melainkan melatih kebersamaan
dalam bekerja meskipun dari posisi yang berbeda, karena semua adalah satu, berjuang
untuk memajukan kesejahteraan seluruh warga negara Indonesia.
Dalam hal ini, memiliki sasaran yang sama dengan semangat kerjasama sangatlah penting bahwa mereka saling mengenal satu dengan yanag lain secara profesional. Dari pengalaman saya bekerja di pemerintahan, mengenal secara profesional rekan kerja, bahkan yang dari negara lain, sangat membantu kelancaran kerja kita. Pada waktu menangani krisis keuangan yang dahsyat melanda Indonesia di tahun 1997-1998, saya dengan mudah mengangkat telepon menghubungi Chairman Monetary Authority Singapore, dan Gubernur Bank of Japan untuk meminta kerjasama mereka mengatasi depresiasi rupiah yang sangat tajam waktu mata uang kita diperdagangkan di pasar pada kedua negara tersebut.
Demikian pula saya menghubungi Deputi One IMF MD Stanley Fischer, profesor dari MIT, untuk meminta perhatian lembaga yang membantu Indonesia dan negara-negara Asia menangani krisis keuangan tersebut. Saling mengenal secara profesional jelas dapat membantu melancarkan kerja kita. Karena itu saya sangat menyambut baik prakarsa Presiden Prabowo menyelenggarakan retreat buat para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih tersebut. Apalagi semua ini diselenggarakan di Bukit Tidar, yang kaya akan sejarah dan tradisi yang kita hormati. Bukit Tidak dikenal sebagai paku bagi Pulau Jawa yang menyatukan seluruh Jawa secara utuh. Tentu saja dalam konteks sekarang, kita bicara seluruh wilayah NKRI, dari Sabang sampai Merauke.
Saya percaya, apa yang dilakukan dan dipesankan kepada para menteri dan wamen oleh
Presiden Prabowo sangat penting untuk membangun semangat kerjasama, semangat
gotong royong dalam camaraderie yang utuh yang diharapkan dikembangkan oleh segenap menteri dan wakil menteri di kementerian mereka masing-masing. Selamat Bapak Presiden, teruskan langkah bijak Pak Presiden dan buat semua menteri dan wakil menteri semoga mencamkan pesan berharga presiden kita untuk bekal bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian dalam mengemban tugas mulia di kementerian bapak-ibu masing-masing. Tuhan memberkati dan selamat bekerja, semoga Tuhan menyertai kerja ibu-bapak sekalian.
Saya melihat latihan singkat ini akan sangat bermanfaat bagi semua ibu-bapak menteri dan wamen dalam mengemban tugas di kementerian masing-masing. Melakukan kesalahan bukan hal yang aneh, yang penting adalah bagaimana belajar dari kesalahan tersebut untuk membetulkan dan memperbaiki terus untuk mencapai cita-cita bersama. Saya melihat bahwa hal ini juga merupakan jawaban kepada mereka yang masih terus mengatakan bahwa Kabinet Merah Putih terlalu gemuk, susah dikoordinasi, tidak efektif, dan sebagainya. Masih banyak waktu untuk melakukan penilaian dan melakukan penyesuaian yang diperlukan sekiranya ada di masa depan.
Kita tunggu bersama dengan sikap terbuka dan objektif, tidak usah mencari-cari kelemahan. Kritik yang mengatakan Kabinet Merah Putih terlalu gemuk kurang memaknai arti kehidupan demokrasi yang tumbuh dari kerjasama. Koalisi Indonesia Maju adalah koalisi yang gemuk, ini perlu disadari, kalau dari awal sudah ada yang merasa dianaktirikan, tidak diikutsertakan, apakah tidak dibayangkan bahwa pemerintahan baru ini
akan mulai dengan polemik yang bisa tidak berkesudahan?
Mari kita terima ini sebagai kenyataan dan pada waktunya melakukan pernilaian secara objektif. Kegemukan atau tidak perlu dibandingkan dengan kinerjanya nanti, tapi jangan berandai-andai sekarang. Kita sudah mulai dengan baik, mari kita teruskan dengan lebih baik lagi, saya yakin suara negatif itu hanya kekhawatiran yang keterlaluan saja. Mengenai tambahan kementerian yang dikhawatirkan menimbulkan kebingungan dan tumpang tindih, saya kira kalau dari awal semua job description disusun rapi dan jelas, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan.
Bagaimanapun saya melihat pelatihan tiga hari di Bukit Tidar merupakan gagasan yang brilian dari Presiden Prabowo, dan saya berharap para menteri dan wamen sependapat
dengan saya. Semoga. (Dradjad, 01/11/2024).
Guru Besar Ekonomi Emeritus, FEBUI, Jakarta, dan Guru Besar Ekonomi Internasional, S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapore.

![[OPINI] Kenapa Tulisan yang Ditulis Sendiri Sering Dibilang Buatan AI?](https://image.idntimes.com/post/20260123/alasan-gak-semua-hal-layak-ditulis-menulis-berlebihan_d71a7bb9-f249-48fb-be75-26f38e13ac2f.jpeg)

![[OPINI] Relasi Epstein-Chomsky, dan Integritas Intelektual Kiri](https://image.idntimes.com/post/20260204/efta00003652-0_3909c293-079d-4870-ba54-8c60af9ef07b.jpg)






![[OPINI] Berhenti Berlindung di Balik Kalimat “Aku Orangnya Emang Begini”](https://image.idntimes.com/post/20251018/pexels-kampus-7555858_e0f0519c-fde0-4ab4-8965-0e12dabbd0b7.jpg)
![[OPINI] Peran Perempuan dalam Wujudkan Harmoni Sosial dan Lingkungan](https://image.idntimes.com/post/20250802/pexels-julia-m-cameron-8841582_4f4cbb51-bd42-46f6-ba78-fa42532e55a6.jpg)

![[OPINI] Setelah Chavez dan Castro: Ujian Revolusi Bolivarian](https://image.idntimes.com/post/20260108/upload_dd95bcd42f154a2960cdda3ed70e7109_4c8d29e1-0272-4459-9dbd-c40eeccc46c8.jpg)
![[OPINI] Nikah Muda: Alasan Kenapa Gak Semua Cerita Cinta Bisa Ditiru](https://image.idntimes.com/post/20260103/pexels-danu-hidayatur-rahman-1412074-2852135_2f19e731-6a9c-4db9-8adb-4642e15915d2.jpg)


