Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Keputusan Strategis dan Bijak Presiden Joko Widodo

Keputusan Strategis dan Bijak Presiden Joko Widodo
Wakil Menteri Keuangan 2, Thomas Djiwandono (tengah) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Presiden Joko Widodo melantik tiga Wakil Menteri: Sudaryono (Pertanian), Thomas Djiwandono (Keuangan), dan Yuliot (Investasi).
  • Pengangkatan mereka diharapkan mendukung program pemerintah, seperti membangun rice estate, meningkatkan penerimaan pajak, dan peningkatan investasi.
  • Keputusan ini mendapat apresiasi karena strategis dan akan memudahkan pemerintahan baru dalam menjalankan program strategisnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pada hari Kamis, tanggal 18 Juli 2024, Presiden Joko Widodo telah melantik tiga Wakil Menteri dalam kabinetnya: Sudaryono untuk Pertanian, Thomas Djiwandono untuk Keuangan, dan Yuliot untuk Investasi. Keputusan untuk mengangkat tiga patriot Indonesia ini merupakan tindakan bijaksana dan strategis. Mereka dipercaya menduduki posisi strategis agar langsung bisa bekerja sesuai amanah masing-masing.

Ketiganya membidangi sektor strategis: Pertanian, yang berkaitan dengan program pemerintah untuk membangun rice estates agar Indonesia kembali swasembada beras dan tidak harus bergantung pada impor; Keuangan, yang harus meningkatkan penerimaan pajak yang saat ini kurang sesuai dengan posisi ekonomi kita sebagai negara berpendapatan menengah berdasarkan PDB per kapita; dan Investasi, yang sangat diperlukan untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan penyediaan kesempatan kerja melalui penggalakan investasi swasta baik dari dalam negeri maupun asing.

Keputusan ini sangat strategis dan bijaksana dari Presiden Joko Widodo dan layak diapresiasi. Matur nuwun, Pak Presiden. Keputusan ini diambil sebelum penyerahan masa jabatan presiden pada 20 Oktober nanti, agar pemerintahan baru tidak terlambat memulai program strategis tersebut.

Presiden terpilih, Prabowo Subianto ketika berbincang dengan wapres terpilih, Gibran Rakabuming Raka. (Dokumentasi media Menhan)
Presiden terpilih, Prabowo Subianto ketika berbincang dengan wapres terpilih, Gibran Rakabuming Raka. (Dokumentasi media Menhan)

Tugas ketiga kementerian tersebut sangat berat: membangun rice estate, meningkatkan penerimaan pajak, dan peningkatan penanaman modal pihak swasta dalam negeri maupun asing. Ini bukan pekerjaan mudah dan penuh tantangan, terutama dengan kondisi dan suasana global yang penuh risiko dan ketidakpastian seperti perang Ukraina-Rusia dan konflik Israel-Hamas-Iran yang berdampak negatif pada kegiatan pembangunan secara global.

Semoga kerjasama antar lembaga berjalan baik, misalnya Bank Indonesia bisa menurunkan suku bunga agar biaya suku bunga pinjaman pemerintah sedikit berkurang. Keputusan pemerintah tersebut disambut positif oleh pasar, seperti terlihat dari pergerakan harga saham di pasar modal. Tindakan ini juga mendukung sasaran peningkatan pertumbuhan GDP di masa depan.

Meskipun mungkin ada masalah di sana-sini, dengan langkah-langkah ini saya yakin penyerahan kekuasaan dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto akan berjalan mulus. Sebagai pimpinan baru, Prabowo-Gibran akan melangkah maju dengan percaya diri, membawa masyarakat dan negara Indonesia menuju zaman keemasan yang ingin kita capai di tahun 2045.

Saya tidak segan mengulangi apa yang pernah saya tuliskan sebelumnya, bahwa Presiden Prabowo diharapkan memainkan peran sebagai diplomat di arena dunia, mewakili Indonesia dan ASEAN bekerja sama dengan negara dan kawasan lain untuk melanjutkan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Setelah pelantikan nanti, Presiden Prabowo berkesempatan memulai misi tersebut dalam pertemuan G-20 Summit di Brazil, dilanjutkan dengan APEC di Peru. Saya percaya beliau mampu melaksanakan amanah berat tapi mulia ini. Selamat menunaikan tugas, Pak Presiden.

Mengapa saya optimistis tentang hal tersebut? Karena saya merasa mengetahui tekad dan kemampuan Presiden Terpilih untuk mengemban tugas berat ini. Masyarakat memang menantikannya, dan pemimpin negara lain juga berharap serupa. Presiden Xi Jinping, yang beberapa waktu lalu melihat hal ini, telah merubah kunjungan Menhan Prabowo menjadi kunjungan Presiden Terpilih Prabowo. Dari jamuan dan pembicaraan yang diselenggarakan, nampak bahwa harapan ini memang ada dari Presiden Xi.

Mungkin ada yang heran mengapa saya demikian optimistis dengan kerja pemerintah baru. Tetapi mengapa tidak? Seperti saya uraikan sebelumnya, goodwill dari masyarakat dalam negeri dan luar negeri terhadap pemerintah baru ini jelas nampak. Di tengah peperangan Ukraina-Rusia, konflik Israel-Hamas-Iran, perubahan iklim dengan segala dampak negatifnya, serta pergantian pemerintahan di mana-mana, dunia mengharapkan munculnya pemimpin-pemimpin baru dengan kemampuan dan daya pikir yang jernih untuk mengusahakan perdamaian dunia agar semua bisa hidup berdampingan dalam suasana damai, melaksanakan pembangunan perekonomian masing-masing menuju dunia yang lebih baik, bermartabat, dan bersahabat.

Saya yakin ini, walaupun dikatakan suatu mimpi, adalah mimpi yang sehat menuju kenyataan yang lebih baik. Seperti Dr. Martin Luther King Jr. di tahun 1963 dalam orasinya “I Have a Dream,” yang baru menjadi kenyataan setelah beliau mati oleh pembunuhan di tahun 1968, tetapi akhirnya menjadi nyata. Saya juga boleh kan bermimpi baik? Terima kasih untuk bermimpi indah bersama saya, syukur ditambah dengan berdoa setelah terbangun.

(Dradjad , 25/07/2024)

Penulis adalah Guru Besar Ekonomi Emeritus, FEBUI, Jakarta, dan Guru Besar Tamu Ekonomi Internasional, S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapore.

Share
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila
Follow Us

Latest in Opinion

See More
Benarkah Kuliah Itu Scam?

Benarkah Kuliah Itu Scam?

20 Jan 2026, 12:41 WIBOpinion