Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Membaca Kebijakan Luar Negeri Presiden Terpilih Prabowo

Membaca Kebijakan Luar Negeri Presiden Terpilih Prabowo
Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto berjoget dalam acara kampanye akbar 'Pesta Rakyat' yang diadakan di GBK pada Sabtu (10/2/2024). (youtube.com/Waktunya Indonesia Maju)

Sementara menunggu pengumuman Komiisi Pemilihan Umum (KPU) tentang pemenang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024, yang menurut laporan hasil penghitungan cepat, nampaknya Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Gibran Rakabuming Raka memenangkan secara “landslide” dengan sekitar 58 per sen dari kedua lawannya, Capres Anies Rasyid Baswedan dengan Cawapres Muhaimin Iskandar, dan Capres Ganjar Pranowo dan Cawapres Mahfud MD.

Masih terdapat keberatan tentang kinerja KPU dari pendukung capres Anies dan mungkin juga Ganjar, namun nampaknya hasil tersebut sudah menjadi rampung. Dengan demikian Presiden dan Wakil Presiden baru yang akan menggantikan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin untuk diresmikan bulan Oktober nanti adalah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, untuk masa jabatan 2024-2029.

Kita bersama telah menyimak Program Kerja Domestik dari capres Prabowo dan cawapres Gibran pada waktu kampanye pamungkas mereka di Gedung GBK, tanggal 10 Februari yang lalu. Karena itu ada baiknya kita ikuti bagaimana nampaknya kebijakan luar negeri Presiden Prabowo, yang saya coba menguraikannya secara singkat di bawah.

Saya mulai dengan karakterisasi utamanya oleh pers asing tentang presiden terpilih Prabowo, yang selalu digambarkan sebagai cepat marah, sukar ditebak, tetapi sebagian besar sepakat bahwa Presiden Prabowo akan mempertahankan kebijakan luar negeri bebas aktif, memperlakukan RRT dan Amerika Serikat dengan sekutu-sekutunya sebagai teman seperjuangan dalam membangun dan memajukan dunia secara bersama, dan bukan memandang mereka sebagai lawan atau musuh Indonesia.

Pandangannya tentang invasi Rusia terhadap Ukraina, yang diutarakannya waktu menyampaikan pidato di forum Security dan Defense yang diselenggarakan RSIS, NTU, dikenal sebagai Shangri La Dialogue, tahun 2023 yang lalu dianggap kontroversial. Saat itu Prabowo mengemukakan perlunya dibuat suatu demilitarized zone di perbatasan kedua negara, sehingga usulan ini tidak ke mana-mana. Namun segera semua yang hadir melihat bahwa Menhan Indonesia Prabowo Subianto adalah seorang jenderal dan menteri pertahanan yang sangat tegas, menguasai permasalahan pertahanan dan katahanan buat Indonesia dalam konteks regional dan global.

Kebanyakan ahli sependapat bahwa Prabowo akan melanjutkan kebijakan seperti di atas sebagai Presiden, dan akan memperhatikan peran Indonesia dalam kepemimpinan di ASEAN, yang akhir-akhir ini agak meredup, seperti tampak di dalam G20 Summit yang lalu di Bali. Dalam pada itu permasalahan seperti Rohingya di Myanmar tentu akan menjadi perhatiannya untuk didekati guna penyelesaiannya yang tuntas.

Yang jelas, sangat penting buat menempatkan seseorang yang mempunyai reputasi internasional sebagai Menlu di dalam Kabinetnya. Saya yakin presiden terpilih Prabowo telah memikirkan hal tersebut. Tentu masalah laut China Selatan akan menjadi salah satu prioritasnya, sengketai Natuna yang juga sudah lama belum ada penyelesaian tentu akan diperhatikan cara penyelesaiannya. Selain diperlukan Menlu yang mempunyai reputasi internasional, Prabowo sendiri tentu merasakannya semasa menjadi Menhan di pemerintahan Presiden Joko Widodo yang sangat aktif menjalin hubungan pertahanan dengan banyak negara selama ini.

Kecenderungan politik dunia yang semakin ke kanan, seperti di Turki di bawah Presiden Erdogan, Hungaria di bawah PM Visctor Urban, diikuti dengn Negeri Belanda yang tampaknya akan memilih Geert Wilders, kemungkinan penggantian Presiden Macron oleh Marine le Pen, terakhir Austria yang cenderung mengikuti. Di Asia PM Narendra Mohdi dari India menunjukkan warna yang demikian pula.

Dalam kondisi demikian, Presiden Prabowo jelas akan mempertahankan kebijakan luar negeri yang bebas aktif, tetap konsisten dengan sikap politik jalan tengah, tidak tergiur ke kiri atau ke kanan, tetap mempertahankan Konstitusi 1945 dan Pancasila sebagai falsafah negara yang telah terbukti menyelamatkan republik yang kita cintai ini sejak diproklamasikan para pendiri negara kita di bawah kepemimpinan Dwitunggal Soekarno-Hatta, telah mengalami pasang surut dan puji Tuhan selamat atas keteguhan pada dasarf-dasar negara kita tersebut.

Prabowo Subianto telah menunjukkan dalam sejarah karirnya di kalangan militari, dari sejak menyelesaikan pendidikan sebagai perwira muda, menjadi komandan Kopassus, Kostrad, semua dijalaninya secara brilian sebagai sorang patriot yang sangat mencintai negara dan bangsanya. Cobaan berat telah dilaluinya, tuduhan berat tentang pelanggaran HAM menyangkut penahanan aktifis yang tidak terbuka sama sekali, namun dia memikul tanggung jawab, dipermalukan untuk menerima pernghinaan diambil pangkat Letnan Jenderal-nya dan posisinya sebagai Komandan Kostrad.

Dia selama sekitar 7 bulan hengkang ke luar negeri atas undangan sahabat dekatnya semasa mengikuti latihan kemiliteran di Fort Bragg, AS, Raja Abdullah dari Yordania. Kembali ke tanah air, membanguan perusahaannya dari nol, mendirikan Partai Gerindra bersama adiknya, Hashim Djojohadikuusumo, seorang pengusaha yang berhasil. Kemudian mengikuti pemilihan presiden, dari 2009 sebagai cawapres bersama Ibu Megawati, 2014 sebagai capres bersama Hatta Rajasa 2019, dan akhirnya 2024 sebagai capres dengan Gibran Rabuming Raka, nampaknya menang secara meyakinkan (landslide).

Prabowo di mata saya adalah seorang patriot sejati, telah mendemonstrasikan kecintaannya kepada negara dan bangsanya, mencurahkan segala kemampuan, talenta, waktu dan dedikasi, bahkan nyawanya, mengabdi kepada negara dan bangsanya yang amat sangat dicintainya. Saya tidak mempunyai kata-kata yang mencukupi untuk melukiskan kepribadian Prabowo Subianto, tentu antara lain juga disebabkan kedekatan saya dengannya selama lebih dari 52 tahun menjadi kakak iparnya.

Prabowo Subianto Bersama Gibran Rakabuming Raka, akan memimpn negara dan bangsa Indonesia mengantarkan semua ke era emasnya. Tuhan memberkati presiden terpilih Prabowo Subianto dan wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka. Tuhan memberkati seluruh bangsa dan Negara Indonesia. (23/02/2024, Dradjad).

Guru Besar Emeritus Ekonomi, FEBUI, Jakarta, dan Guru Besar Tamu Ekonomi Internasional, S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapore.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
J. S. Djiwandono
EditorJ. S. Djiwandono
Follow Us

Latest in Opinion

See More

[OPINI] Lelaki Harimau: Amis Darah di Balik Estetika Prosa Eka Kurniawan

12 Apr 2026, 19:15 WIBOpinion
Benarkah Kuliah Itu Scam?

Benarkah Kuliah Itu Scam?

20 Jan 2026, 12:41 WIBOpinion