Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Hewan yang Berevolusi Secara Berbeda Meski Hidup di Habitat Serupa
ilustrasi anjing laut (unsplash.com/Pascal Mauerhofer)
  • Evolusi memungkinkan spesies beradaptasi berbeda meski hidup di habitat serupa, menghasilkan bentuk tubuh dan perilaku unik sesuai sejarah evolusinya.
  • Lumba-lumba, hiu, pinguin, anjing laut, kelelawar, dan burung menunjukkan perbedaan asal usul meski memiliki kemampuan atau lingkungan hidup yang mirip.
  • Tikus mondok emas dan tikus mondok marsupial membuktikan bahwa kesamaan bentuk tubuh tidak selalu berarti kekerabatan dekat dalam jalur evolusi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Evolusi merupakan proses panjang yang dapat memungkinkan makhluk hidup untuk bisa beradaptasi dengan lingkungannya dari waktu ke waktu. Walau mungkin ada dua atau bahkan lebih spesies hidup di habitat yang sama, namun ternyata mereka mengembangkan bentuk tubuh perilaku, hingga strategi bertahan hidup yang berbeda.

Perbedaan jalur evolusi seolah menunjukkan bahwa ada berbagai cara untuk menyelesaikan tantangan, meski hidup di habitat yang sama. Melalui seleksi alam dan sejarah evolusi yang berbeda, maka berbagai hewan di bawah ini mampu berkembang dengan karakteristik unik walau hidup di lingkungan yang mirip.

1. Lumba-lumba dan hiu

ilustrasi lumba-lumba (pexels.com/Benni Fish)

Lumba-lumba dan hiu sama-sama hidup di lautan terbuka, serta memiliki bentuk tubuh yang cukup ramping untuk berenang secara lebih efisien. Sekilas mungkin keduanya terlihat mirip, namun sebetulnya berasal dari kelompok hewan yang sangat berbeda apabila melihat dari sejarah evolusinya.

Hiu memang merupakan ikan yang bernapas dengan menggunakan insang dan mampu berkembang biak dengan cara yang khas dari kelompok ikan lainnya. Sementara itu, lumba-lumba merupakan mamalia yang bernapas dengan menggunakan paru, mampu melahirkan anak, serta menyusui keturunannya seperti halnya mamalia darat, sehingga inilah yang membedakan evolusi dari kedua hewan laut tersebut.

2. Penguin dan anjing laut

ilustrasi penguin (unsplash.com/Cornelius Ventures)

Penguin dan anjing laut sama-sama hidup di wilayah perairan dingin, terutama di daerah kutub dan sub kutub yang memang terkenal memiliki tantangan lingkungan yang cukup ekstrem. Kedua hewan tersebut sudah beradaptasi agar bisa berenang dengan baik dan mampu mempertahankan suhu tubuh pada saat kondisi cuaca sedang dingin.

Nyatanya, pinguin merupakan burung yang sudah kehilangan kemampuan terbang dan mengubah sayapnya agar bisa membantu mereka untuk berenang dengan lebih nyaman. Sebaliknya, anjing laut merupakan mamalia yang telah berevolusi dari nenek moyang darat dan mampu mengembangkan sirip agar bisa bergerak dengan lebih efektif pada saat berada di dalam air. Perbedaan asal usul ini juga menghasilkan adanya struktur tubuh dan sistem biologis yang berbeda, masih hidup di habitat yang sama.

3. Kelelawar dan burung

ilustrasi kelelawar (unsplash.com/James Wainscoat)

Kelelawar dan burung sama-sama menguasai ruang udara dan juga kerap mengandalkan kemampuan terbang untuk bisa mencari makanan dan menghindari risiko serangan predator. Namun, kedua kelompok ini memiliki sejarah evolusi yang ternyata sangat berbeda terhadap satu sama lain.

Burung kerap berevolusi dari dinosaurus pteropoda dan menggunakan bulu sebagai struktur utama yang dapat membantunya untuk terbang. Di sisi lain, kelelawar ternyata merupakan mamalia yang telah mengembangkan selaput kulit diantara jari-jari tangannya agar bisa menghasilkan kemampuan terbang yang jauh lebih aktif.

4. Tikus mondok emas dan tikus mondok marsupil

ilustrasi tikus mondok buta (the-scientist.com)

Tikus mondok emas yang hidup di Afrika dan juga tikus mondok marsupial yang kerap ditemukan di Australia ternyata sama-sama menghabiskan sebagian besar waktunya untuk hidup di bawah tanah. Keduanya terkenal memiliki bentuk tubuh silindris, mata yang sangat kecil, hingga kaki yang cukup kuat untuk bisa menggali terowongan di kondisi lingkungan berpasir atau pun tanah yang cenderung gembur.

Sekilas mungkin terlihat mirip, namun kedua hewan ini ternyata berasal dari kelompok mamalia yang berbeda dan tidak memiliki adanya hubungan kekerabatan secara dekat. Tikus mondok mas termasuk mamalia plasenta, sedangkan tikus mondok marsupial termasuk mamalia berkantung yang evolusinya sudah terjadi selama jutaan tahun lamanya.

Hewan yang hidup di habitat serupa memang tidak selalu berevolusi dengan cara yang sama karena dipengaruhi oleh sejarah evolusi dan karakteristik yang berbeda. Beberapa hewan di atas seolah menunjukkan nagaimana alam ternyata bisa menghasilkan solusi yang berbeda bagi hewan-hewan tersebut untuk menghadapi tantangan yang hampir serupa di habitat yang sama. Keanekaragaman jalur evolusi bisa menjadi bukti bahwa ada kompleksitas kehidupan yang terjadi di Bumi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article