Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Hawa Mahal, Bangunan dengan 953 Jendela di India

5 Fakta Hawa Mahal, Bangunan dengan 953 Jendela di India
Hawa Mahal (commons.m.wikimedia.org/Anuja.desai)
Intinya Sih
  • Hawa Mahal dibangun tahun 1799 oleh Maharaja Sawai Pratap Singh di Jaipur sebagai bagian dari kompleks Istana Kota dengan rancangan arsitek Lal Chand Ustad.
  • Bangunan ini berfungsi bagi perempuan kerajaan untuk mengamati kegiatan publik tanpa terlihat, sesuai tradisi purdah, dengan ruang dalam sempit dan akses visual luas.
  • Memiliki 953 jendela jharokha yang menciptakan pendinginan alami, Hawa Mahal menampilkan perpaduan gaya Rajput-Mughal serta dibangun dari batu pasir merah muda tanpa fondasi konvensional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Hawa Mahal merupakan monumen yang dibangun pada akhir abad ke-18 di Jaipur, India. Sebagai bagian dari kompleks Istana Kota, struktur ini menerapkan arsitektur kerajaan Rajput yang menyesuaikan fungsi bangunan dengan norma sosial pada masa tersebut.

Selain dikenal dengan sebutan Istana Angin, Hawa Mahal juga memiliki latar belakang sejarah dan teknik pembangunan yang spesifik. Berikut adalah lima fakta tentang Hawa Mahal yang menarik untuk diketahui.

1. Maharaja Sawai Pratap Singh membangun Hawa Mahal pada tahun 1799

Hawa Mahal
Hawa Mahal (commons.m.wikimedia.org/Chainwit)

Maharaja Sawai Pratap Singh memerintahkan pembangunan Hawa Mahal pada tahun 1799. Ia merupakan cucu dari pendiri kota Jaipur, Maharaja Sawai Jai Singh II. Arsitek Lal Chand Ustad merancang bangunan ini sebagai bagian tambahan dari kompleks istana untuk memperkuat identitas budaya kerajaan Rajput.

Proses konstruksinya berlangsung dalam waktu yang singkat pada masa itu. Bagi Maharaja Sawai Pratap Singh, proyek ini menjadi bagian dari pengembangan kota Jaipur yang mengutamakan fungsi ruang bagi penghuni istana.

2. Hawa Mahal berfungsi sebagai tempat pengamatan bagi perempuan kerajaan

Hawa Mahal
Hawa Mahal (commons.m.wikimedia.org/Bluemontains2012oz)

Bangunan ini dirancang sebagai perluasan ruang zenana atau area khusus perempuan. Fasilitas ini bertujuan agar para wanita kerajaan dapat melihat aktivitas jalanan dan upacara publik tanpa terlihat oleh masyarakat luas, sesuai dengan tradisi purdah yang berlaku.

Karena tidak difungsikan sebagai tempat tinggal tetap, bagian dalam bangunan ini memiliki ruang yang sempit. Desain tersebut menunjukkan pembagian ruang privat dalam aturan sosial Rajput, namun tetap memungkinkan akses visual ke area publik.

3. Sistem pendingin alami melalui 953 jendela jharokha

Hawa Mahal
Hawa Mahal (commons.m.wikimedia.org/Slyronit)

Fasad Hawa Mahal memiliki 953 jendela kecil yang disebut jharokha. Jendela-jendela ini dilengkapi dengan ukiran batu dan pola kapur putih yang berfungsi mengatur sirkulasi udara di dalam bangunan.

Bentuk bangunan yang menyerupai piramida dengan sisi atas yang ramping memungkinkan angin masuk secara optimal. Mekanisme ini menciptakan suhu yang lebih rendah di dalam gedung, sehingga ruangan tetap sejuk meski berada di tengah iklim panas Rajasthan.

4. Gaya arsitektur Rajput dan Mughal pada struktur bangunan

Hawa Mahal
Hawa Mahal (commons.m.wikimedia.org/Anupamg)

Arsitektur Hawa Mahal menggabungkan gaya Rajput Hindu dan pengaruh Mughal Islam. Elemen Rajput terlihat pada bentuk kanopi kubah dan pilar bergaris, sementara pengaruh Mughal tampak pada simetri bangunan dan bentuk lengkungan pada jendela.

Perpaduan ini mencerminkan adanya pertukaran budaya di India utara pada abad ke-18. Arsitek Lal Chand Ustad mengintegrasikan elemen-elemen tersebut untuk menciptakan struktur bangunan yang simetris dan fungsional.

5. Penggunaan batu pasir merah dan konstruksi tanpa fondasi konvensional

Hawa Mahal
Hawa Mahal (commons.m.wikimedia.org/Rupeshsarkar)

Hawa Mahal dibangun menggunakan batu pasir berwarna merah dan merah muda, yang menjadi ciri khas visual Jaipur sebagai "Kota Pink". Material ini digunakan karena daya tahannya terhadap kondisi cuaca di wilayah tersebut.

Bangunan setinggi 15 meter ini memiliki struktur yang berdiri tanpa dukungan fondasi bawah tanah yang dalam. Kestabilan bangunan bertumpu pada desain geometri yang miring. Selain itu, akses antar lantai menggunakan jalan tanjakan (ramp) untuk memudahkan pergerakan tandu kerajaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More