Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Menarik Eurasian Nuthatch, Burung dengan Gaya Jalan Unik

4 min read
5 Fakta Menarik Eurasian Nuthatch, Burung dengan Gaya Jalan Unik
burung sitta europaea (commons.wikimedia.org/Isiwal)
  • Eurasian Nuthatch adalah burung kecil penghuni hutan Eropa dan sebagian Asia yang mampu bergerak naik, turun, serta menyamping di batang, termasuk menuruni batang dengan kepala lebih dulu.
  • Burung ini berciri punggung biru keabu-abuan, bagian bawah jingga kecokelatan, dan garis hitam di mata; paruh kuatnya membantu mencari serangga serta memecahkan biji atau kacang.
  • Saat musim dingin, Eurasian Nuthatch menyimpan makanan di celah kulit pohon dan mempersempit lubang sarang dengan lumpur; habitatnya bergantung pada hutan berpohon tua.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Eurasian Nuthatch (Sitta europaea) merupakan burung kecil penghuni hutan yang tersebar luas di Eropa dan sebagian wilayah Asia. Burung ini memiliki tubuh mungil dengan punggung biru keabu-abuan, bagian bawah tubuh berwarna jingga kecokelatan, serta garis hitam yang melintasi mata. Namun, daya tarik utamanya justru terletak pada cara bergeraknya yang tidak biasa di batang pohon.

Berbeda dari kebanyakan burung yang bergerak naik pada batang dengan posisi kepala menghadap ke atas, Eurasian Nuthatch justru sering menuruni batang dengan kepala lebih dulu. Kaki dan cengkeramannya yang kuat memungkinkan burung ini bergerak di berbagai arah tanpa menjadikan ekornya sebagai penopang. Berikut lima fakta menarik Eurasian Nuthatch, burung dengan gaya jalan unik.

  1. 1. Bisa berjalan menuruni batang dengan kepala lebih dulu

    Burung Sitta europaea
    burung sitta europaea (inaturalist.org/serbinator)

    Salah satu kemampuan paling khas Eurasian Nuthatch adalah bergerak menuruni batang pohon dengan posisi kepala menghadap ke bawah. Dilansir Birds of Europe, burung ini dapat berlari naik, turun, maupun menyamping di permukaan batang berkat kaki dan jari-jarinya yang kuat. Kemampuan tersebut membuatnya dapat menjelajahi bagian batang yang sulit dijangkau oleh banyak burung lainnya.

    Saat mencari makanan, Eurasian Nuthatch sering bergerak perlahan di sepanjang batang sambil memeriksa celah-celah kulit kayu. Burung ini tidak perlu menggunakan ekornya sebagai penyangga ketika bergerak di permukaan pohon. Kebiasaan tersebut membuat gaya berjalan Eurasian Nuthatch menjadi salah satu ciri paling mudah dikenali dari kelompok nuthatch.

  2. 2. Memiliki garis hitam yang melintasi mata

    Burung Sitta europaea
    burung sitta europaea (inaturalist.org/svet-lanag)

    Eurasian Nuthatch memiliki kombinasi warna yang cukup mencolok meskipun ukuran tubuhnya kecil. Dilansir British Trust for Ornithology, bagian punggung dan sayapnya berwarna biru keabu-abuan, sedangkan bagian bawah tubuhnya umumnya berwarna jingga atau cokelat kemerahan. Ciri lainnya adalah garis hitam yang membentang melewati mata, dipadukan dengan pipi dan tenggorokan berwarna putih.

    Bentuk tubuhnya relatif pendek dan kekar dengan kepala yang tampak besar serta ekor yang pendek. Paruhnya cukup panjang dan kuat, sesuai dengan kebiasaannya mencari makanan di celah kulit pohon dan memecahkan biji atau kacang. Kombinasi bentuk tubuh dan pola warna tersebut membuat Eurasian Nuthatch cukup mudah dikenali ketika sedang memanjat batang pohon.

  3. 3. Menyimpan makanan untuk dimakan kemudian

    Burung Sitta europaea
    burung sitta europaea (inaturalist.org/Kate Smith)

    Makanan Eurasian Nuthatch berubah mengikuti musim dan ketersediaan sumber makanan di habitatnya. Dilansir Woodland Trust, pada musim hangat, burung ini banyak memakan serangga serta berbagai invertebrata yang ditemukan di batang dan cabang pohon. Ketika musim dingin tiba, biji-bijian dan kacang-kacangan menjadi bagian penting dari makanannya.

    Menariknya, sebagian makanan tersebut dapat disimpan di celah kulit pohon untuk dikonsumsi kemudian. Eurasian Nuthatch juga diketahui kemudian mengumpulkan kacang atau biji dan menyembunyikannya sebagai persediaan makanan. Kebiasaan menyimpan makanan ini membantu burung menghadapi periode ketika sumber makanan di lingkungan menjadi lebih sulit ditemukan.

  4. 4. Mengecilkan lubang sarang dengan lumpur

    Burung Sitta europaea
    burung sitta europaea (inaturalist.org/Анна Мазур)

    Eurasian Nuthatch biasanya membuat sarang di dalam lubang pohon, termasuk lubang bekas sarang burung pelatuk. Dilansir British Trust for Ornithology, jika lubang yang ditemukan terlalu besar, burung ini dapat menggunakan lumpur untuk mempersempit pintu masuknya. Ukuran pintu masuk yang lebih kecil membantu membuat rongga tersebut lebih sesuai untuk digunakan sebagai tempat bersarang.

    Penggunaan lumpur tersebut juga dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap pesaing atau predator yang mencoba memasuki sarang. Burung ini dapat mengoleskan lumpur di sekitar bagian luar lubang hingga terbentuk pintu masuk yang lebih sempit. Perilaku tersebut menjadi salah satu kebiasaan bersarang Eurasian Nuthatch yang paling menarik untuk diamati.

  5. 5. Lebih menyukai hutan dengan pohon-pohon tua

    Burung Sitta europaea
    burung sitta europaea (inaturalist.org/Cedric)

    Eurasian Nuthatch umumnya ditemukan di hutan berdaun lebar yang memiliki banyak pohon besar dan tua. Pepohonan tersebut menyediakan berbagai celah untuk mencari serangga sekaligus lubang yang dapat digunakan sebagai tempat bersarang. Burung ini juga dapat ditemukan di taman dan kebun selama kawasan tersebut memiliki pepohonan yang sesuai.

    Ketersediaan pohon tua membuat struktur habitat menjadi penting bagi keberadaan Eurasian Nuthatch. Selain menyediakan lokasi sarang, pepohonan matang juga menawarkan permukaan batang dan cabang yang kaya sumber makanan. Karena itu, perubahan atau hilangnya kawasan hutan yang sesuai dapat memengaruhi habitat burung kecil yang sangat bergantung pada pepohonan ini.

    Eurasian Nuthatch merupakan burung kecil dengan sejumlah kemampuan yang membuatnya berbeda dari banyak burung penghuni hutan lainnya. Gaya berjalan menuruni batang dengan kepala lebih dulu, kebiasaan menyimpan makanan, serta kemampuannya mempersempit pintu sarang dengan lumpur menunjukkan betapa uniknya perilaku burung ini. Keberadaannya juga memperlihatkan pentingnya hutan dengan pepohonan tua sebagai tempat mencari makan dan berkembang biak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More