Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Menarik Black Wheatear, Burung Hitam Pembawa Batu

4 min read
5 Fakta Menarik Black Wheatear, Burung Hitam Pembawa Batu
burung oenanthe leucura (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)
  • Black Wheatear adalah burung kecil hitam berekor dan berpunggung putih yang hidup di kawasan kering berbatu Semenanjung Iberia serta sebagian Afrika Utara.
  • Pejantan membawa batu kecil berbobot 3–9 gram, dengan total hingga 1–2 kilogram; perilaku ini diduga menjadi pertunjukan seksual bagi betina, bukan sekadar membangun sarang.
  • Spesies yang umumnya menetap ini bersarang dan berlindung di celah batu, tebing, gua, serta dinding batu tradisional yang penting bagi habitatnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Black Wheatear (Oenanthe leucura) merupakan burung pengicau berukuran kecil yang hidup di kawasan berbatu dan kering di Semenanjung Iberia serta sebagian Afrika Utara. Burung ini memiliki penampilan yang cukup mencolok karena sebagian besar tubuhnya berwarna hitam dengan bagian putih pada rump dan ekornya. Selain penampilannya, Black Wheatear juga dikenal karena perilaku tidak biasa yang melibatkan batu-batu kecil di sekitar lokasi sarangnya.

Burung ini umumnya menghuni lereng berbatu, tebing, ngarai, serta kawasan dengan celah dan rongga yang dapat digunakan sebagai tempat berlindung maupun bersarang. Kehidupannya sangat berkaitan dengan lanskap berbatu yang menyediakan tempat mencari makan sekaligus lokasi untuk berkembang biak. Yuk, kita telusuri lima fakta menarik Black Wheatear, burung hitam pembawa batu ini!

  1. 1. Pejantan membawa batu ke sekitar sarang

    Burung Oenanthe leucura
    burung oenanthe leucura (inaturalist.org/franciscopicondiaz)

    Salah satu perilaku paling menarik dari Black Wheatear adalah kebiasaan membawa batu-batu kecil ke rongga atau lokasi yang berpotensi menjaadi tempat bersarang. Mengutip international journal of avian science, perilaku ini terutama dilakukan oleh pejantan, yang dapat membawa batu dengan berat rata-rata sekitar 3-9 gram dalam setiap perjalanan. Seekor burung dengan berat tubuh sekitar 40 gram bahkan tercatat dapat membawa total sekitar 1-2 kilogram batu selama periode tertentu.

    Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa batu-batu tersebut tidak sekadar digunakan untuk membuat dasar sarang. Berbagai hipotesis seperti fungsi sebagai penyangga sarang, pengatur suhu, perlindungan dari cuaca, dan pencegah predator tidak memperoleh dukungan yang kuat dari penelitian tersebut. Sebaliknya, perilaku membawa batu diduga berfungsi sebagai bentuk pertunjukan seksual setelah pasangan terbentuk tetapi sebelum bertelur, sehingga dapat memberikan informasi mengenai kualitas pasangan kepada betina.

  2. 2. Memiliki tubuh yang didominasi warna hitam

    Burung Oenanthe leucura
    burung oenanthe leucura (inaturalist.org/fernan85ms)

    Black Wheatear mendapatkan nama umumnya dari warna tubuhnya yang didominasi bulu hitam. Bagian rump dan ekornya berwarna putih sehingga menghasilkan kontras yang cukup mencolok ketika burung sedang terbang atau bergerak di antara bebatuan. Perbedaan pola warna tersebut membuatnya mudah dibedakan dari sejumlah spesies wheatear lain yang memiliki warna tubuh lebih pucat.

    Warna gelap pada tubuhnya juga membuat Black Wheatear tampak menyatu dengan latar tebing, batu, dan celah-celah bebatuan di habitatnya. Dilansir Birds of Europe, burung ini memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, tetapi posturnya tampak kokoh ketika berdiri di permukaan batu. Penampilannya yang khas menjadi salah satu alasan burung ini cukup mudah dikenali di wilayah persebarannya.

  3. 3. Menyukai habitat kering dan berbatu

    Burung Oenanthe leucura
    burung oenanthe leucura (inaturalist.org/Arnau Ribera Tort)

    Black Wheatear terutama ditemukan di kawasan yang memiliki lanskap kering dengan banyak bebatuan. Dilansir IUCN Red List, habitat yang digunakan dapat berupa tebing, lereng berbatu, ngarai, bongkahan batu, hingga area dengan dinding atau bangunan tua yang menyediakan celah. Rongga dan celah tersebut penting karena dapat digunakan sebagai lokasi bersarang dan berlindung.

    Kawasan pertanian tradisional dengan struktur batu juga dapat menjadi habitat penting bagi spesies ini. Penelitian di lanskap perkebunan anggur pegunungan Portugal menunjukkan bahwa dinding batu tradisional menyediakan lubang dan celah yang digunakan Black Wheatear untuk bersarang. Karena itu, perubahan lanskap yang menghilangkan struktur batu atau mengurangi kualitas area mencari makan dapat berdampak pada keberadaan spesies ini.

  4. 4. Membangun sarang di celah dan rongga bebatuan

    Burung Oenanthe leucura
    burung oenanthe leucura (inaturalist.org/SellamAbdelkrim)

    Black Wheatear memanfaatkan berbagai rongga alami maupun celah yang terdapat di lingkungan berbatu sebagai lokasi bersarang. Dilansir Birds of Europe, tempat tersebut dapat ditemukan di antara bebatuan, dalam gua, maupun pada celah tebing yang memberikan ruang terlindung bagi telur dan anaknya. Pilihan lokasi seperti ini sesuai dengan habitatnya yang didominasi permukaan berbatu dan kering.

    Menariknya, perilaku membawa batu dapat terjadi tidak hanya menuju lokasi yang akhirnya digunakan sebagai sarang. Penelitian menemukan bahwa burung dapat membawa batu ke sejumlah lokasi lain di dalam wilayahnya yang tidak kemudian digunakan sebagai tempat bersarang. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa perilaku membawa batu dianggap lebih berkaitan dengan sinyal seksual daripada kebutuhan konstruksi sarang semata.

  5. 5. Sebagian besar bersifat menetap

    Burung Oenanthe leucura
    burung oenanthe leucura (inaturalist.org/Russ Hedley)

    Berbeda dari beberapa spesies wheatear yang melakukan migrasi jarak jauh, Black Wheatear umumnya merupakan burung yang menetap di wilayah perkembangbiakannya. Hal tersebut berarti individu tidak perlu melakukan perjalanan musiman panjang antara kawasan berkembang biak dan daerah musim dingin. Pola hidup seperti ini sesuai dengan keberadaan habitat kering dan berbatu yang dapat digunakan sepanjang tahun di sebagian besar wilayah persebarannya.

    Wilayah persebaran Black Wheatear mencakup Semenanjung Iberia dan sebagian kawasan Afrika Utara. Kehidupannya sangat bergantung pada keberadaan habitat berbatu yang menyediakan lokasi berlindung, bersarang, dan mencari makanan. Perlindungan lanskap alami maupun struktur batu tradisional karena itu dapat membantu mempertahankan habitat yang dibutuhkan spesies ini.

    Black Wheatear merupakan burung kecil dengan penampilan khas dan perilaku yang cukup tidak biasa. Kebiasaan pejantan membawa batu dalam jumlah besar ternyata bukan sekadar aktivitas membangun sarang, tetapi kemungkinan menjadi bagian dari pertunjukan untuk menunjukkan kualitas kepada pasangan. Dipadukan dengan ketergantungannya pada lanskap kering dan berbatu, perilaku tersebut membuat Black Wheatear menjadi salah satu spesies burung yang menarik untuk dipelajari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More