Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Batang Pohon yang Gosong Belum Tentu Mati? Ini Penjelasan Ilmia

6 min read
Kenapa Batang Pohon yang Gosong Belum Tentu Mati? Ini Penjelasan Ilmia
ilustrasi batang pohon yang gosong (pexels.com/Engin Akyurt)
  • Batang gosong belum tentu mati karena kulit kayu tebal dapat menahan panas, sehingga jaringan vital di dalam batang tidak selalu rusak saat kebakaran.

  • Kelangsungan hidup pohon ditentukan kondisi kambium, jaringan pengangkut, dan akar; kerusakan yang melingkari batang atau menembus jaringan vital meningkatkan risiko kematian.

  • Tunas baru dan daun sehat dapat menandakan pohon masih hidup, tetapi pemulihan bergantung pada spesies, tingkat kerusakan, kondisi akar, serta lingkungan pascakebakaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Batang pohon yang menghitam setelah kebakaran sering kali terlihat seperti tanda bahwa pohon tersebut sudah tidak bisa diselamatkan. Pemandangan ini cukup umum dijumpai di kawasan hutan yang dilanda api, terutama ketika sebagian besar daun dan rantingnya ikut hangus.

Namun, seberapa jauh kerusakan yang dialami pohon hingga membuatnya benar-benar mati? Yuk, cari tahu penjelasan ilmiah di balik batang pohon gosong yang masih berpeluang bertahan hidup.

  1. 1. Kulit kayu tebal dapat melindungi jaringan di dalam batang

    ilustrasi kulit kayu
    ilustrasi kulit kayu (commons.wikimedia.org/Derek Ramsey )

    Kulit kayu menjadi salah satu lapisan pelindung alami yang membantu pohon menghadapi perubahan suhu, gangguan fisik, dan kondisi lingkungan yang ekstrem. Pada beberapa spesies, lapisan ini tumbuh cukup tebal sehingga panas dari kebakaran tidak langsung mencapai jaringan hidup di bagian dalam batang. Sejumlah spesies pinus dan pohon ek, misalnya, memiliki kulit kayu tebal yang dapat memperlambat perpindahan panas menuju jaringan sensitif, terutama pada jenis yang beradaptasi dengan kebakaran berkala.

    Saat kebakaran terjadi, permukaan kulit kayu dapat menghitam, retak, atau berubah menjadi arang, sedangkan bagian dalam batang belum tentu mengalami kerusakan yang sama. Lapisan kulit kayu yang tebal membantu menghambat peningkatan suhu pada jaringan di baliknya, tetapi perlindungan tersebut tetap memiliki batas karena api yang sangat panas atau berlangsung lama dapat menembus lapisan luar dan merusak jaringan vital pohon.

  2. 2. Kambium menjadi penentu penting kelangsungan hidup pohon

    ilustrasi kambium
    ilustrasi kambium (commons.wikimedia.org/Berkshire Community College Bioscience Image Library)

    Di balik kulit kayu terdapat jaringan penting bernama kambium vaskular, yaitu lapisan sel yang berperan dalam pertumbuhan diameter batang. Jaringan ini menghasilkan xilem sekunder yang membantu mengangkut air dan mineral dari akar ke bagian atas pohon, serta floem sekunder yang menyalurkan hasil fotosintesis ke berbagai bagian tumbuhan. Selama jaringan tersebut masih berfungsi, pohon memiliki peluang untuk mempertahankan kehidupannya meskipun permukaan batang telah menghitam.

    Panas yang menembus hingga kambium dapat menyebabkan kematian sel dan menghambat pembentukan jaringan pengangkut baru. Kerusakan yang melingkari seluruh batang juga berisiko memutus jalur pengangkutan air dan hasil fotosintesis, sedangkan luka yang hanya mengenai sebagian batang, masih memungkinkan jaringan sehat mempertahankan fungsinya. Pohon juga memiliki mekanisme pertahanan bernama kompartementalisasi, yaitu proses pembatasan kerusakan pada jaringan tertentu agar bagian kayu yang masih sehat tetap terlindungi.

  3. 3. Tunas tersembunyi dapat menumbuhkan daun baru

    ilustrasi tunas pohon
    ilustrasi tunas pohon (commons.wikimedia.org/JuniferPar)

    Batang pohon yang telah kehilangan hampir seluruh daunnya terkadang kembali ditumbuhi tunas hijau beberapa minggu atau bulan setelah kebakaran. Kemunculan tunas ini dapat terjadi karena sejumlah spesies mempunyai tunas dorman, yaitu tunas yang berada dalam keadaan tidak aktif dan dapat berkembang ketika kondisi memungkinkan. Pada beberapa jenis pohon, tunas tersebut berada di bawah kulit kayu atau pada bagian batang yang masih hidup.

    Tunas yang tumbuh dari batang atau cabang tua dikenal sebagai tunas epikormik, sedangkan spesies lain dapat menghasilkan tunas baru dari pangkal batang atau akar. Daun yang muncul kemudian membantu memulihkan kemampuan fotosintesis untuk menghasilkan gula sebagai sumber energi bagi pertumbuhan. Meski begitu, kemunculan tunas belum menjamin pohon akan pulih sepenuhnya karena kerusakan akar dan jaringan pengangkut masih dapat menghambat pertumbuhannya dalam jangka panjang.

  4. 4. Akar di dalam tanah bisa tetap hidup

    ilustrasi akar pohon
    ilustrasi akar pohon (commons.wikimedia.org/Emőke Dénes)

    Kerusakan akibat kebakaran umumnya lebih mudah terlihat pada batang, cabang, dan daun yang berada di atas permukaan tanah. Bagian akar tak selalu menerima paparan panas dengan intensitas yang sama karena tanah dapat memperlambat perpindahan panas menuju lapisan yang lebih dalam lagi. Akar yang berada cukup jauh di bawah permukaan tanah pun berpeluang tetap hidup ketika bagian atas pohon terbakar.

    Jaringan akar yang masih sehat dapat menyerap air dan mineral sekaligus menyimpan karbohidrat untuk mendukung pertumbuhan kembali. Pada spesies tertentu, tunas baru bahkan dapat tumbuh dari pangkal batang atau akar setelah bagian atas pohon mengalami kerusakan berat. Namun, kemampuan akar bertahan tetap dipengaruhi oleh kedalaman perakaran, kelembapan tanah, dan durasi kebakaran karena panas yang tinggi dapat merusak akar halus serta jaringan penyimpan energi.

  5. 5. Tidak semua pohon memiliki ketahanan yang sama terhadap api

    ilustrasi kebakaran hutan
    ilustrasi kebakaran hutan (commons.wikimedia.org/The National Guard)

    Kemampuan bertahan setelah kebakaran sangat bergantung pada spesies dan karakteristik pohon. Ketebalan kulit kayu, posisi tunas dorman, kedalaman akar, usia, ukuran batang, serta kemampuan menyimpan cadangan energi dapat memengaruhi tingkat kerusakan dan peluang pemulihan. Pohon dewasa dengan kulit kayu tebal mungkin memiliki perlindungan lebih baik terhadap kebakaran ringan dibandingkan pohon muda dengan batang yang masih tipis.

    Sebagian spesies mempunyai kemampuan regenerasi yang lebih tinggi melalui pertumbuhan tunas setelah kebakaran, sedangkan spesies lain lebih rentan mengalami kematian ketika jaringan utama rusak. Kondisi lingkungan setelah kebakaran juga berpengaruh terhadap proses pemulihan, termasuk ketersediaan air, kesuburan tanah, paparan sinar matahari, dan kemungkinan terjadinya kebakaran susulan. Oleh karena itu, batang pohon yang sama-sama menghitam belum tentu memiliki peluang hidup yang sama.

  6. 6. Bagaimana cara mengetahui pohon gosong masih hidup?

    ilustrasi kebakaran hutan
    ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Engin Akyurt)

    Batang yang menghitam tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk menilai kondisi pohon setelah kebakaran. Ada pohon yang masih mampu menumbuhkan daun baru meskipun sebagian besar kulit batangnya hangus, tetapi ada pula yang tampak utuh di bagian luar padahal jaringan di dalamnya sudah rusak. Karena itu, kondisi pohon perlu diperiksa melalui beberapa tanda yang menunjukkan apakah jaringan hidupnya masih berfungsi.

    Salah satu hal yang bisa diamati adalah perubahan pada tunas, daun, ranting, dan pangkal batang. Tanda-tanda tersebut dapat membantu memberikan gambaran awal tentang tingkat kerusakan yang dialami pohon. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menilai kondisinya.

    1. Munculnya tunas atau daun baru. Tunas yang terus tumbuh dan menghasilkan daun sehat menjadi petunjuk bahwa bagian tertentu dari pohon masih hidup. Namun, kemunculan tunas belum menjamin seluruh bagian pohon selamat dari kerusakan.

    2. Kondisi ranting dan cabang. Ranting yang kering, rapuh, dan tidak lagi menghasilkan tunas mungkin telah mati akibat paparan panas. Meski begitu, kematian beberapa cabang tidak selalu berarti seluruh pohon mengalami kondisi serupa.

    3. Kerusakan pada pangkal batang. Area yang terbakar di dalam, rongga besar, atau luka yang melingkari batang dapat meningkatkan risiko kematian pada pohon. Kerusakan tersebut juga berpotensi mengurangi kekuatan batang sehingga pohon lebih mudah patah atau tumbang.

    4. Perkembangan pohon setelah kebakaran. Perubahan kondisi dalam beberapa minggu atau bulan berikutnya dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai peluang pemulihan. Tunas yang terus berkembang menunjukkan adanya pertumbuhan, sedangkan tunas yang mengering atau berhenti tumbuh dapat menandakan bahwa pohon masih mengalami tekanan.

    Meski tanda-tanda tersebut bisa diamati secara langsung, kondisi pohon tidak selalu dapat dipastikan hanya dari penampilan luarnya. Kerusakan pada kambium, akar, atau jaringan pengangkut mungkin tidak terlihat jelas tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Pohon yang masih mengeluarkan daun pun dapat mengalami kerusakan struktural yang serius. Untuk mendapatkan penilaian yang lebih akurat, pemeriksaan dapat dilakukan oleh ahli kehutanan atau arboris dengan mempertimbangkan kondisi tajuk, kulit kayu, jaringan batang, dan akar.

    Jadi, kalau melihat pohon dengan batang menghitam setelah kebakaran, jangan buru-buru menganggapnya sudah mati. Di balik kulit kayu yang hangus, bisa saja masih ada jaringan hidup yang memungkinkan pohon menumbuhkan tunas dan daun baru. Meski begitu, kemampuan setiap pohon untuk pulih berbeda-beda, tergantung tingkat kerusakan dan ketahanannya terhadap api. Lantas, apakah pohon yang terlihat gosong masih bisa tumbuh kembali? Jawabannya bisa kamu lihat dari kondisi jaringan dan perubahan yang terjadi pada pohon setelah kebakaran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More