Nama bangau atau burung bangau (ordo Ciconiiformes) sudah tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Burung yang menjadi ikon kecap tersebut juga sangat khas karena memiliki badan besar, paruh panjang, dan merupakan unggas yang hidup di perairan. Tak hanya itu, ternyata ada banyak spesies bangau yang hidup di Indonesia, lho.
6 Spesies Bangau di Indonesia, Hidup di Sungai dan Pesisir

- Indonesia menjadi habitat enam spesies bangau dengan ciri dan sebaran beragam, termasuk bangau tongtong, bluwok, storm, leher berbulu asia, asian openbill, dan leher hitam.
- Bangau bluwok dan bangau storm menghadapi tekanan populasi: bluwok diperkirakan tersisa 2.000–5.000 individu, sedangkan storm 400–500 individu akibat kerusakan habitat dan alih fungsi lahan.
- Setiap spesies beradaptasi berbeda, dari paruh asian openbill untuk keong hingga bangau leher berbulu asia yang hidup sampai 3.700 mdpl, serta bangau leher hitam yang teritorial.
Beberapa di antaranya adalah bangau tongtong, asian openbill, dan bangau leher berbulu asia. Tiap spesies memiliki penyebaran, kebiasaan, makanan, hingga ciri fisik unik yang membedakannya dengan spesies lain. Penasaran dengan semua bangau tersebut? Kupas tuntas berbagai hal tentang mereka di bawah ini, yuk.
1. Bangau tongtong adalah spesies terkecil dari genusnya

bangau tongtong (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee) Melansir Taman Margasatwa Ragunan, Leptoptilos javanicus atau bangau tongtong punya tinggi 1,1-1,2 meter, bobot 5 kilogram, dan bentang sayap mencapai 2,1 meter. Kelihatannya memang besar, tapi ternyata bangau tongtong adalah spesies terkecil di genusnya, lho. Bangau ini juga memiliki penampilan mencolok dengan leher berwarna kuning, paruh besar, dan kepala botak yang nampak menyeramkan.
Distribusi bangau tongtong juga luas karena mencakup daerah India, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, hingga Indonesia. Habitat utamanya adalah area lembap seperti danau, rawa, bakau, dan daerah pertanian. Di alam liar burung ini termasuk hewan yang pendiam. Ia hanya akan mengeluarkan suara ketika mendeteksi predator. Nah, suara tersebut menjadi alarm bagi bangau lain di sekitar.
2. Bangau bluwok punya tubuh berwarna putih

bangau bluwok (commons.wikimedia.org/GerifalteDelSabana) Bangau bluwok (Mycteria cinerea) atau milky stork diberi nama berdasarkan tubuhnya yang berwarna putih, serupa dengan milk (susu). Tak hanya berwarna putih, unggas ini juga terbilang kecil dengan tinggi 90 centimeter dan bentang sayap maksimal yang hanya 50 centimeter. Populasinya juga mulai terancam dan diperkirakan hanya tersisa sekitar 2000 hingga 5000 individu di alam liar.
Laman Animalia menerangkan bahwa penyebaran bangau bluwok mencakup daerah Kamboja hingga Indonesia. Di Indonesia sendiri penyebarannya terbatas di Pulau Sumatra dan Jawa. Habitat bangau ini juga tak jauh dari perairan, khususnya muara sungai, danau, perairan air tawar, hutan, area pesisir, hingga laut lepas yang berjarak 15 kilometer dari daratan.
3. Bangau storm adalah spesies bangau paling langka

bangau storm (commons.wikimedia.org/Caroline Jones) Ciconia stormi atau bangau storm adalah spesies bangau paling langka di dunia. Berdasarkan data BirdLife, hanya tersisa sekitar 400 hingga 500 individu di alam liar. Karena itu, ia dimasukan ke kategori endangered (terancam). Terdapat beberapa faktor yang mengancam populasi bangau storm, yaitu kerusakan habitat, penggundulan, dan alih fungsi lahan menjadi kebun sawit.
Bangau storm juga memiliki habitat yang spesifik, yaitu hutan atau daerah dengan pepohonan lebat yang luas. Jika habitat tersebut hilang, maka populasi bangau ini akan semakin terancam. Tak hanya itu, penyebaran bangau storm juga terhitung sempit karena hanya mencakup Pulau Kalimantan dan Sumatra. Hewan sepanjang 71-90 centimeter ini juga pernah ditemukan di Thailand, tapi diperkirakan bahwa populasinya sangat sedikit.
4. Bangau leher berbulu asia bisa hidup di dataran tinggi

bangau leher berbulu asia (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee) Seperti namanya, Ciconia episcopus atau bangau leher berbulu asia punya leher putih dengan bulu yang sangat lebat. Di samping leher putih, badannya berwarna hitam sehingga memberikan kontras yang kuat. Penyebaran bangau leher berbulu asia mencakup wilayah India hingga Indonesia. Ia tak hanya hidup di area pesisir, tapi juga bisa bertahan di dataran tinggi yang elevasinya mencapai 3,700 mdpl.
Dilansir iNaturalist, bangau leher berbulu asia punya panjang maksimal 92 centimeter. Ketika berjalan gerakannya terbilang lambat, bahkan ia bisa mengendap-endap dengan baik meski tubuhnya terhitung besar. Sembari mengendap, bangau leher berbulu asia akan mencari berbagai mangsa yang terdiri atas reptil, amfibi, serangga, hingga mamalia kecil.
5. Asian openbill punya bentuk paruh yang unik

asian openbill (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp) Anastomus oscitans atau asian openbill mendapat namanya dari bentuk paruh yang terbuka di bagian tengah. Laman Avibase menjelaskan bahwa bukaan tersebut berguna untuk mencengkeram cangkang keong yang licin. Nah, keong sendiri adalah salah satu makanan utama burung ini. Menariknya, hanya individu dewasa yang memiliki bukaan tersebut.
Asian openbill biasanya akan mencari makanan di siang hari, khususnya ketika cuaca sedang hangat. Burung ini akan berkelana di area lembap dan mencari mangsa yang bersembunyi di perairan dangkal. Musim kawin asian openbill sendiri akan berlangsung setelah musim hujan. Tak hanya di alam liar, bahkan unggas ini juga bisa bereproduksi di wilayah perkotaan.
6. Bangau leher hitam adalah hewan teritorial dan penyendiri

bangau leher hitam (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee) Spesies terakhir di daftar ini adalah bangau leher hitam (Ephippiorhynchus asiaticus). Bangau ini terhitung besar jika dibandingkan dengan spesies lain di daftar ini. Bayangkan saja, tingginya mencapai 1,3 meter, bentang sayapnya 1,9-2 meter, dan bobot maksimalnya sekitar 4,1 kilogram. Burung ini punya tiga perpaduan warna, yaitu putih (di badan), hitam (sayap), merah (kaki), dan hitam dengan gradasi biru (leher hingga kepala).
Melansir Animal Diversity Web, bangau leher hitam adalah hewan penyendiri yang tidak bermigrasi. Ia juga sangat teritorial, khususnya saat pasokan makanan mulai menipis. Selain itu, sifat teritorialnya juga akan muncul ketika unggas ini sedang menjaga sarangnya. Unggas ini juga bukan picky eater karena ia bisa memangsa apapun mulai dari ikan, katak, kodok, serangga, krustasea, moluska, hingga ular.
Indonesia sudah terbukti sebagai negara dengan kekayaan hewani yang luar biasa. Salah satu buktinya dapat terlihat dari hadirnya berbagai spesies bangau yang unik. Mereka sudah hidup di Indonesia dalam waktu yang lama. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga eksistensinya. Kamu tak boleh merusak habitat, memburu, atau mengusik kehidupan burung bangau.





















