5 Fakta Menarik Sion, Kota Swiss dengan Dua Bukit Bersejarah

- Sion, ibu kota Valais di Lembah Rhône, menyimpan jejak prasejarah hingga Abad Pertengahan, termasuk menhir, dolmen, dan salah satu nekropolis Kelt terbesar di Swiss.
- Dua bukit ikonik, Valère dan Tourbillon, mencerminkan peran kekuasaan keagamaan serta pertahanan; Tourbillon kini berupa reruntuhan setelah kebakaran besar pada 1788.
- Basilika Valère memiliki organ dari sekitar 1431–1437 yang masih dapat dimainkan, sementara kebun anggur bertingkat melengkapi lanskap bersejarah Sion di kaki Pegunungan Alpen.
Sion merupakan kota bersejarah yang berada di Lembah Rhône, kanton Valais, Swiss, sekaligus menjadi ibu kota kanton tersebut. Kota ini dikenal karena kawasan kota tuanya berada di antara dua bukit ikonik, yaitu Valère dan Tourbillon, yang masing-masing memiliki bangunan bersejarah di puncaknya. Perpaduan antara warisan abad pertengahan, perkebunan anggur, dan lanskap Pegunungan Alpen membuat Sion memiliki karakter yang khas.
Sejarah Sion dapat ditelusuri hingga ribuan tahun melalui berbagai peninggalan arkeologis yang ditemukan di kawasan kota dan sekitarnya. Di antara peninggalan paling terkenal adalah Basilika Valère dengan organ berusia sekitar 600 tahun serta reruntuhan Kastil Tourbillon yang berdiri di bukit di seberangnya. Berikut lima fakta menarik Sion, kota Swiss dengan dua bukit bersejarah.
1. Memiliki sejarah yang berusia ribuan tahun

kota Sion di Swiss (commons.wikimedia.org/Christian David) Sejarah Sion telah berlangsung sejak zaman prasejarah, dengan bukti berupa menhir dan dolmen yang diperkirakan berusia sekitar 5.000 tahun. Kawasan ini juga menyimpan salah satu nekropolis Kelt terbesar di Swiss, menunjukkan bahwa wilayah Sion telah menjadi tempat penting bagi berbagai kelompok masyarakat sejak masa lampau. Perkembangan permukiman tersebut kemudian berlanjut melalui periode Romawi dan Abad Pertengahan.
Posisi Sion di Lembah Rhône turut membuat kota ini memiliki peran strategis dalam perkembangan Valais. Dilansir My Switzerland, para uskup Sion memiliki kekuasaan keagamaan sekaligus politik yang besar sehingga berbagai bukit di sekitar kota dimanfaatkan sebagai tempat pertahanan dan pengawasan. Jejak kekuasaan tersebut masih terlihat hingga sekarang melalui benteng, kastil, gereja, dan bangunan bersejarah yang tersebar di kota.
2. Memiliki dua bukit bersejarah yang menjadi ikon kota

kota Sion di Swiss (commons.wikimedia.org/Chensiyuan) Dua bukit yang paling terkenal di Sion adalah Valère dan Tourbillon, yang berdiri saling berhadapan di kawasan kota tua. Bukit Valère ditempati kompleks berbenteng yang mengelilingi basilika, sedangkan bukit Tourbillon memiliki reruntuhan kastil bekas kediaman uskup Sion. Keduanya menjadi elemen yang sangat mudah dikenali dalam panorama Sion dan memperlihatkan pentingnya posisi strategis bukit dalam sejarah kota.
Dilansir Sion Tourisme, kastil Tourbillon dibangun sekitar tahun 1300 oleh Uskup Boniface de Challant sebagai kediaman utama uskup dan penerusnya. Sementara itu, kompleks Valère berkembang sebagai permukiman berbenteng tempat tinggal para kanon yang melayani katedral dan membantu mengelola keuskupan. Keberadaan dua kompleks tersebut di atas bukit yang berseberangan mencerminkan hubungan erat antara kekuasaan keagamaan, pertahanan, dan perkembangan kota Sion.
3. Basilika valère memiliki salah satu organ tertua yang masih dimainkan

basilika valère di kota Sion (commons.wikimedia.org/Tiia Monto) Basilika Valère merupakan salah satu bangunan paling penting di bukit Valère dan memiliki sejarah pembangunan yang berlangsung sejak abad ke-12 hingga abad ke-13. Bangunan tersebut memperlihatkan perpaduan antara unsur arsitektur Romanesque dan Gothic yang berkembang selama beberapa tahap pembangunan. Pada 1987, gereja ini dinaikkan statusnya menjadi basilika minor oleh Paus Yohanes Paulus II.
Dilansir Diocèse de Sion, daya tarik lain Basilika Valère adalah organnya yang berasal dari sekitar 1431-1437 dan dianggap sebagai salah satu organ tertua di dunia yang masih dapat dimainkan. Sebagian besar komponennya telah mengalami pemugaran, tetapi sejumlah bagian asli dan lebih dari setengah pipa dari abad ke-15 masih dipertahankan. Keberadaan organ tersebut membuat basilika tidak hanya penting sebagai bangunan keagamaan, tetapi juga sebagai peninggalan sejarah musik Eropa.
4. Kastil tourbillon hancur akibat kebakaran pada 1788

kastil tourbillon di Kota Sion (commons.wikimedia.org/Christian David) Kastil Tourbillon dibangun di atas bukit yang berhadapan langsung dengan Valère dan pernah menjadi kediaman utama para uskup Sion. Dilansir Sion Tourisme, setelah pembelian Kastil Majorie pada 1373, Tourbillon tidak lagi menjadi kediaman utama dan lebih banyak digunakan sebagai tempat tinggal musim panas. Meski demikian, kastil tersebut tetap menjadi simbol kekuasaan uskup karena posisinya yang mendominasi kota dan lembah.
Kastil Tourbillon akhirnya mengalami kehancuran besar dalam kebakaran yang melanda sebagian Sion pada Mei 1788. Bangunan utamanya tidak pernah dibangun kembali, tetapi Kapel Saint-Georges dan Saint-Grat masih bertahan di tengah reruntuhan dan menyimpan lukisan dinding dari abad ke 14 dan ke-15. Sejak akhir abad ke-19, berbagai upaya konservasi dilakukan untuk mempertahankan sisa-sisa kastil sebagai bagian penting dari warisan sejarah Sion.
5. Dikelilingi perkebunan anggur di lembah rhône

kota Sion di Swiss (commons.wikimedia.org/pack_mule) Sion berada di kawasan Valais yang terkenal dengan tradisi perkebunan anggur dan produksi wine. Perbukitan serta lereng di sekitar kota dimanfaatkan sebagai kebun anggur bertingkat, termasuk kawasan yang dapat ditemukan di sekitar bukit-bukit bersejarah Sion. Lanskap tersebut membuat pemandangan menjadi perpaduan antara bangunan abad pertengahan, kebun anggur, lembah, dan Pegunungan Alpen.
Tradisi anggur juga menjadi bagian dari pengalaman wisata di Sion, dengan jalur dan kegiatan yang menghubungkan kota dengan kawasan perkebunan di sekitarnya. Pengunjung dapat menyusuri jalur melalui kebun anggur menuju kawasan kota tua dan menikmati berbagai produk khas Valais. Karena itu, sejarah Sion tidak hanya terlihat dari kastil dan gerejanya, tetapi juga dari lanskap pertanian yang masih menjadi bagian penting kehidupan kawasan tersebut.
Sion memperlihatkan bagaimana sebuah kota di Lembah Alpen dapat menyimpan jejak sejarah selama ribuan tahun dalam lanskap yang relatif kompak. Dua bukit Valère dan Tourbillon menjadi simbol utama kota, dengan basilika, organ tua, serta reruntuhan kastil yang memperlihatkan berbagai lapisan sejarahnya. Ditambah perkebunan anggur dan panorama Pegunungan Alpen, Sion menjadi salah satu kota Swiss yang menarik untuk melihat perpaduan antara warisan budaya dan lanskap Valais.





















