Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Sandefjord, Kota Norwegia yang Pernah Berjaya dari Industri Paus
Sandefjord, Norwegia (pexels.com/Jan Erik Engan)
  • Sandefjord menyimpan jejak era Viking melalui penemuan Kapal Gokstad abad ke-9 di kawasan pemakaman Gokstad, yang kini menjadi cagar budaya dan koleksi museum nasional Norwegia.
  • Pada abad ke-19, Sandefjord berkembang sebagai tujuan perawatan kesehatan elite Eropa melalui Sandefjord Bad, mendorong pembangunan fasilitas kota, jalur kereta, serta aktivitas perdagangan dan galangan kapal.
  • Awal abad ke-20, industri paus menjadikan Sandefjord makmur hingga ekspedisi terakhir berhenti pada 1968; ekonomi kemudian bertransformasi lewat Jotun, produsen cat dan pelapis internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sandefjord dikenal sebagai kota pesisir yang punya hubungan panjang dengan aktivitas laut. Kota di Norwegia Tenggara ini pernah menjadi salah satu pusat perburuan paus terbesar di dunia. Kapal-kapal dari Sandefjord berlayar hingga perairan Antarktika untuk menangkap dan mengolah paus, sementara kegiatan tersebut membawa perubahan besar bagi perekonomian masyarakat setempat.

Jauh sebelum industri paus berkembang, Sandefjord sudah memiliki sejarah sejak era Viking. Memasuki abad ke-19, kota ini dikenal sebagai tempat pemandian kesehatan yang didatangi kalangan berada dari berbagai daerah. Setelah industri paus berakhir, kegiatan ekonomi Sandefjord kembali mengalami perubahan. Yuk, kenali lebih jauh lima fakta menarik tentang Sandefjord!

1. Ada peninggalan kapal Viking di Sandefjord

Kapal Gokstad peninggalan bangsa Viking (commons.wikimedia.org/Bochum1805)

Sejarah Sandefjord sudah dimulai jauh sebelum kota ini berkembang sebagai kawasan industri. Dilansir laman Visit Norway, penggalian di kawasan perkebunan Gokstad pada 1880 menemukan Kapal Gokstad (Gokstadskipet) yang dibuat pada abad ke-9. Kapal tersebut terkubur di dalam sebuah gundukan tanah pemakaman dan ditemukan bersama sejumlah benda peninggalan dari masa Viking.

Temuan itu menunjukkan bahwa kawasan sekitar Sandefjord sudah dihuni dan memiliki peran penting sejak masa Norse kuno. Kapal kayu berukuran besar tersebut kemudian dipindahkan untuk dirawat dan kini menjadi salah satu koleksi museum nasional Norwegia. Area tempat kapal ditemukan di Gokstad juga ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya.

2. Sandefjord pernah jadi tempat pemandian kaum elite

Sandefjord Bad pada akhir abad ke-19, saat tempat perawatan ini menjadi tujuan bangsawan dan kalangan kaya Eropa (commons.wikimedia.org/Ole Tobias Olsen)

Pada abad ke-19, Sandefjord mulai ramai didatangi orang yang ingin menjalani perawatan sekaligus beristirahat. Dilansir laman Kupi, Dr. Heinrich Arnold Thaulow mendirikan Sandefjord Bad pada 1837. Fasilitas tersebut menggunakan sumber air belerang dan terapi lumpur dalam perawatannya. Tempat ini kemudian menarik kalangan bangsawan dan orang-orang kaya Eropa.

Ramainya kegiatan di Sandefjord Bad diikuti pembangunan berbagai fasilitas kota. Jalur kereta api dibuka pada 1881 dan Sandefjord mendapat status sebagai kota pedagang atau kjøpstad. Gedung Kurbadet yang dibangun pada 1899 masih berdiri sebagai salah satu bangunan kayu besar dari masa wisata kesehatan di Skandinavia. Pada masa yang sama, perdagangan kayu dan kegiatan galangan kapal juga berlangsung di sekitar pelabuhan.

3. Industri paus pernah jadi sumber kekayaan Sandefjord

Monumen Perburuan Paus di Sandefjord, yang didirikan untuk mengenang para pekerja industri perburuan paus (commons.wikimedia.org/Andrzej Otrębski)

Kegiatan pelayaran dan perburuan paus berkembang pesat di Sandefjord pada awal abad ke-20. Dilansir laman Britannica, kota ini kemudian menjadi salah satu pusat industri paus terbesar di dunia. Pengusaha setempat menggunakan kapal pengolah atau floating factory untuk memproses hasil tangkapan langsung di perairan Antarktika. Minyak paus dapat diolah di laut sebelum kapal kembali ke pelabuhan.

Keuntungan dari industri tersebut membuat Sandefjord menjadi salah satu daerah yang makmur di Norwegia selama sebagian besar abad ke-20. Pemilik kapal dan pengusaha menyumbangkan dana untuk berbagai fasilitas, seperti museum, perpustakaan, dan monumen di sekitar pelabuhan. Armada dari Sandefjord terus beroperasi di perairan selatan hingga kegiatan perburuan paus mulai menurun pada pertengahan abad ke-20.

4. Kebakaran tahun 1900 mengubah pusat Sandefjord

Sandefjord Kirke (commons.wikimedia.org/Helge Høifødt)

Rumah-rumah kayu pernah mendominasi kawasan pusat Sandefjord sebelum sebuah kebakaran besar terjadi. Dilansir laman The Hidden North, kebakaran pada 1900 menghancurkan sebagian besar permukiman rumah kayu di pusat kota. Banyak bangunan lama ikut terbakar sehingga pembangunan kembali dilakukan dengan bahan yang lebih tahan terhadap api.

Bangunan baru kemudian menggunakan batu bata dengan gaya Art Nouveau atau Jugendstil serta Neo-Gotik. Salah satunya adalah Sandefjord Kirke yang selesai dibangun pada 1903. Sebagian rumah kayu lama tetap bertahan, terutama di kawasan Bjerggata. Rumah-rumah dari awal abad ke-19 di kawasan tersebut selamat dari kebakaran dan masih berdiri di sepanjang jalan kawasan tersebut.

5. Transformasi ke sektor manufaktur cat berskala internasional

Perusahaan Jotun (commons.wikimedia.org/MOs810)

Perubahan ekonomi kembali terjadi setelah industri paus mulai mengalami penurunan. Merujuk kembali pada laman Kupi, Odd Gleditsch Sr. membuka usaha cat kapal pada 1926 yang kemudian berkembang menjadi Jotun. Perusahaan tersebut selanjutnya tumbuh sebagai produsen cat dan pelapis berskala internasional. Pada 1968, ekspedisi kapal perburuan paus terakhir dari Sandefjord berhenti beroperasi.

Jotun terus berkembang setelah masa industri paus berakhir. Produk cat dan pelapis perusahaan ini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kapal hingga bangunan dan fasilitas industri. Kantor pusat Jotun tetap berada di Sandefjord, sementara produknya dipasarkan ke berbagai negara. Perusahaan tersebut kini memiliki kegiatan produksi dan penjualan di sejumlah wilayah dunia.

Sandefjord punya sejarah yang erat dengan kehidupan masyarakat pesisir Norwegia. Perkembangannya pernah dipengaruhi kegiatan pelayaran, wisata kesehatan, hingga industri paus yang membawa banyak perubahan bagi kota. Setelah masa tersebut berakhir, Sandefjord terus berkembang dengan sektor industri lain yang masih berjalan sampai sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article