Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Spiny Tailed Monitor, Kadal yang Mampu Hidup Tanpa Banyak Air

5 Fakta Spiny Tailed Monitor, Kadal yang Mampu Hidup Tanpa Banyak Air
Spiny-Tailed Monitor (commons.m.wikimedia.org/NasserHalaweh)
Intinya Sih
  • Spiny-tailed monitor adalah kadal asal Australia berukuran kecil hingga sedang dengan ekor berduri tajam yang digunakan untuk pertahanan diri dan menutup lubang persembunyian.
  • Hewan ini hidup di wilayah kering berbatu di utara Australia, aktif berburu di siang hari, serta mampu menjaga kelembapan tubuh dengan bersembunyi di celah bebatuan.
  • Kadal ini memperoleh sebagian besar kebutuhan air dari mangsanya, bereproduksi pada musim semi dengan 5–15 telur, dan memiliki populasi stabil dengan umur mencapai 20 tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Spiny-tailed monitor atau Varanus acanthurus, merupakan spesies kadal berukuran kecil hingga sedang yang berasal dari Australia. Reptil ini sering dijuluki sebagai miniatur komodo karena bentuk tubuhnya yang ramping, meskipun ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan kerabat raksasanya tersebut.

Memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa di lingkungan kering, kadal ini menjadi salah satu spesies yang paling menarik perhatian bagi para peneliti maupun pecinta reptil. Kehadiran kadal ini di habitat alami yang ekstrem menunjukkan ketangguhan mereka dalam bertahan hidup, mulai dari cara mendapatkan air hingga teknik bersembunyi di celah batuan. Berikut 5 fakta menarik yang penting untuk diketahui tentang hewan satu ini.

1. Ekor berduri tajam sebagai alat pertahanan diri

Spiny-Tailed Monitor
Spiny-Tailed Monitor (commons.m.wikimedia.org/Vassil)

Spiny-tailed monitor memiliki tubuh ramping dengan panjang total antara 60 hingga 75 sentimeter saat dewasa, di mana bagian ekor menyumbang sebagian besar panjang tubuhnya. Kulit bagian atas didominasi warna cokelat tua dengan pola bintik kekuningan, sementara bagian perut berwarna lebih terang.

Ciri khas utama kadal ini adalah ekornya yang dipenuhi sisik tajam meruncing yang berfungsi sebagai senjata untuk memukul ancaman atau menutup pintu masuk lubang persembunyian. Secara fisik, pejantan biasanya berukuran lebih besar dengan bentuk kepala yang lebih lebar dibandingkan betina.

2. Menghuni wilayah bebatuan kering di Australia

Spiny-Tailed Monitor
Spiny-Tailed Monitor (commons.m.wikimedia.org/Benjamint444)

Wilayah utara Australia, mulai dari bagian barat hingga Queensland, merupakan habitat asli bagi spesies ini. Spiny-tailed monitor sangat menyukai lingkungan kering dan semi-kering, terutama di area yang dipenuhi tumpukan batu atau lereng gunung yang gersang.

Mereka lebih sering menghabiskan waktu di dalam celah bebatuan atau liang bawah tanah untuk menjaga kelembapan tubuh dari sengatan panas matahari. Meskipun hidup menyendiri, kadal ini sangat aktif berburu di siang hari sambil tetap memperhatikan suhu lingkungan agar tidak mengalami kepanasan.

3. Mampu bertahan hidup meski jarang minum air

Spiny-Tailed Monitor
Spiny-Tailed Monitor (commons.m.wikimedia.org/Ltshears)

Sebagai hewan karnivora, spiny-tailed monitor memangsa berbagai jenis serangga seperti belalang, kumbang, dan laba-laba. Selain serangga, mereka juga sesekali memangsa hewan kecil lainnya seperti geko atau jenis kadal lain.

Hal yang paling menakjubkan adalah kemampuan mereka bertahan hidup di wilayah gersang karena sekitar 70 persen kebutuhan air didapatkan langsung dari mangsa yang dimakan. Dengan indera penciuman dan penglihatan yang tajam, mereka menjadi pemburu yang sangat efisien di sela-sela bebatuan.

4. Siklus bertelur pada musim semi

Spiny-Tailed Monitor
Spiny-Tailed Monitor (commons.m.wikimedia.org/NasserHalaweh)

Masa reproduksi kadal ini terjadi pada musim semi, di mana seekor betina dapat menghasilkan 5 hingga 15 butir telur. Telur-telur tersebut biasanya diletakkan di dalam lubang tanah yang digali sendiri untuk menjaga suhu tetap hangat dan lembap selama masa inkubasi sekitar 120 hari.

Begitu menetas, anak kadal yang berukuran sekitar 10 sentimeter akan langsung hidup mandiri tanpa perlindungan induk. Mereka akan segera mencari tempat berlindung dan mulai memburu serangga kecil untuk bertahan hidup hingga mencapai kedewasaan pada usia satu tahun.

5. Populasi stabil dan memiliki umur yang panjang

Spiny-Tailed Monitor
Spiny-Tailed Monitor (commons.m.wikimedia.org/Hugo Innes)

Saat ini, status konservasi spiny-tailed monitor dikategorikan aman atau least concern oleh IUCN karena jumlah populasinya yang masih stabil di alam liar. Kadal ini dianggap sangat tangguh dalam menghadapi perubahan lingkungan di habitat aslinya di Australia.

Jika dipelihara dengan perawatan yang tepat di penangkaran, mereka bahkan bisa hidup hingga usia 15 sampai 20 tahun. Daya tahan tubuh yang kuat serta kemampuan beradaptasi di lahan kering menjadikan spesies ini sebagai salah satu contoh keberhasilan evolusi kadal monitor berukuran kecil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More