Hujan buatan kerap digunakan untuk membantu mengatasi kondisi tertentu, seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga mengurangi polusi udara. Prosesnya dilakukan dengan memanfaatkan awan yang sudah tersedia dan memiliki potensi untuk menghasilkan hujan. Dalam proses tersebut, bahan tertentu disemai ke dalam awan untuk mendorong terbentuknya atau mempercepat turunnya hujan.
Karena melibatkan bahan dalam proses pembuatannya, muncul anggapan bahwa air hujan buatan tidak aman untuk ditampung atau digunakan. Padahal, keamanan air hujan yang ditampung tidak hanya ditentukan oleh proses modifikasi cuaca, tetapi juga oleh kondisi tempat penampungan dan kualitas airnya. Lantas, apa yang perlu diketahui sebelum menampung dan menggunakan air hujan hasil modifikasi cuaca? Yuk, simak di bawah ini!
