Belum tentu. Ketika kondisi El Nino mulai melemah, pengaruhnya terhadap cuaca tidak selalu langsung menghilang. Perubahan pola atmosfer yang sudah terbentuk dapat terus memengaruhi curah hujan, suhu, kekeringan, hingga ekosistem laut selama beberapa waktu.
Di Indonesia, El Nino sering dikaitkan dengan berkurangnya curah hujan dan meningkatnya risiko kondisi kering. Namun, bukan berarti setiap wilayah Indonesia pasti mengalami kekeringan ketika El Nino terjadi.
Pengaruhnya dapat berbeda-beda tergantung lokasi dan seberapa kuat El Nino yang sedang berlangsung. Jadi, El Nino lebih tepat dipahami sebagai fenomena yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cuaca tertentu, bukan sebagai penyebab tunggal yang selalu menghasilkan pola cuaca yang sama.
Pada akhirnya, El Nino biasanya berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan, dengan kondisi terkuat umumnya terjadi antara November dan Februari. Setelah itu, fenomena tersebut biasanya mulai melemah pada bulan-bulan berikutnya. Meski begitu, El Nino juga dapat bertahan lebih dari satu tahun. Karena itu, memahami durasi dan perkembangannya penting untuk membantu masyarakat, petani, pengelola sumber daya air, hingga pemerintah mempersiapkan diri menghadapi perubahan pola cuaca yang mungkin terjadi.
Referensi
Climate.gov. Diakses pada Agustus 2026. El Niño and La Niña: Frequently Asked Questions
Farmer's Almanac. Diakses pada Agustus 2026. What Is El Nino? How The Pacific Pattern Shapes U.S. Weather
National Ocean Service. Diakses pada Agustus 2026. What are El Niño and La Niña?
Time. El Niño Has Begun. Diakses pada Agustus 2026. What to Know About the Weather Phenomeno