Burung Hoopoe (commons.wikimedia.org/Ken Billington)
Bulu burung hoopoe juga bisa mengalami kerusakan akibat mikroorganisme tertentu. Beberapa bakteri dapat menguraikan keratin yang menjadi bahan utama bulu, sedangkan parasit juga dapat hidup di antara bulu dan mengganggu kondisi tubuh burung. Sekresi dari kelenjar uropigial mengandung senyawa yang membantu menghambat sebagian mikroorganisme tersebut.
Burung hoopoe menyebarkan sekresi dari kelenjar uropigial ke bagian tubuhnya ketika merapikan bulu menggunakan paruh. Cara ini membantu menjaga bulu tetap dalam kondisi baik selama burung menjalani aktivitas sehari-hari. Jadi, kelenjar yang menghasilkan cairan berbau itu juga berkaitan dengan perawatan tubuh burung hoopoe itu sendiri.
Burung hoopoe hasilkan cairan bau dari kelenjar tubuh sebagai mekanisme perlindungan diri. Bau yang mungkin membuat manusia langsung menjauh justru merupakan bagian dari cara bertahan burung ini. Gak heran kalau burung hoopoe punya salah satu kebiasaan paling unik di antara burung yang sering kita temui.
Referensi
"Antimicrobial chemicals in hoopoe preen secretions are produced by symbiotic bacteria." Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. Diakses pada September 2026.
"The Hoopoe: Emissary of Kings, Secreter of Stink." Audubon. Diakses pada September 2026.