Keluarga ular beludak atau viper (famili Viperidae) bisa dibilang jadi reptil dengan persebaran paling luas. Soalnya, mereka bisa ditemukan hampir di seluruh benua, kecuali Antarktika, Australia, Madagaskar, Hawaii, serta pulau terpencil yang sangat kecil. Maka dari itu, ada banyak genus dan spesies ular beludak, mulai dari yang populasinya paling besar sampai sedikit.
Nah, kalau bicara soal spesies ular beludak mana yang punya populasi paling sedikit alias langka, maka ular beludak mangshan (Protobothrops mangshanensis) tak boleh luput dari pembahasan. Ular dengan perpaduan warna sisik hijau kecokelatan dengan motif totol panjang berwarna hitam dan kuning ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1990 dengan persebaran yang cukup terbatas, yakni pada area seluas 185 km persegi saja. Tak heran kalau IUCN Red List sampai melabeli ular beludak mangshan dalam kategori hewan terancam punah (Endangered).
Dari sedikit fakta itu saja, kamu pasti sudah makin penasaran dengan sosok ular berbisa yang mampu tumbuh hingga panjang 2 meter dan bobot 2—5 kg ini, kan? Kalau begitu, yuk, kita kenalan dengan ular beludak mangshan yang cantik, langka, dan berbahaya ini! Simak ulasan di bawah ini sampai tuntas, ya!
