Tidak semua suara akibat gempa terdengar sama. Ada yang berupa gemuruh panjang, tetapi ada pula yang terdengar seperti suara meriam atau ledakan singkat. Beberapa kondisi dapat membuat suara gempa terdengar lebih keras dan tajam.
Salah satunya adalah kedalaman sumber gempa. Gempa yang terjadi relatif dangkal dapat membuat energi seismik mencapai permukaan dengan lebih cepat dan kuat. Pergerakan tanah yang berlangsung tiba-tiba dapat menghasilkan gelombang tekanan di udara yang terdengar seperti bunyi “boom”.
Selain itu, patahan batuan di dekat permukaan juga dapat menghasilkan suara. Ketika batuan retak atau bergeser secara mendadak di sepanjang sesar, energi elastis yang tersimpan di dalamnya dilepaskan. Jika proses tersebut terjadi cukup dekat dengan permukaan, sebagian energinya dapat menghasilkan suara yang terdengar seperti bunyi letupan.
Kondisi lingkungan juga ikut memengaruhi. Bangunan, jembatan, atau bentuk permukaan tanah tertentu dapat bergetar mengikuti gelombang gempa. Jika frekuensi getarannya saling memperkuat, suara yang dihasilkan bisa terasa lebih keras atau terdengar lebih khas.
Karena itu, suara ledakan yang terdengar saat gempa sebenarnya bisa merupakan gabungan beberapa hal. Dentuman awal dapat berasal dari energi yang mencapai permukaan lebih dulu, kemudian disusul getaran yang lebih kuat ketika gelombang seismik lainnya tiba.